Aktiva Non-Produktif: Pengertian dan Cara Menghindarinya

5 Jan 2023

Aktiva non-produktif adalah jenis aset yang berpotensi mendatangkan kerugian.

Aktiva non-produktif adalah jenis aset kepemilikan perusahaan yang tidak berpotensi untuk mendatangkan keuntungan.

Berbeda dengan investasi saham yang bisa menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya, aktiva non-produktif justru termasuk dalam liabilitas perusahaan.

Nah, untuk mencari tahu lebih banyak tentang apa itu aktiva non-produktif, yuk simak penjelasan selengkapnya pada ulasan berikut!

Apa itu Aktiva Non-Produktif?

Aktiva non-produktif adalah jenis aset yang tidak dapat menghasilkan pengembalian apapun bagi pemiliknya.

Contoh aktiva non-produktif dapat berupa agunan yang dikuasai bank, giro wajib di bank sentral, cek dalam proses penagihan, dan non-earning assets.

Selain itu, jenis aktiva non-produktif terdiri dari uang di rekening bank yang tidak memperoleh bunga, properti atau real estate tanpa penghasilan pendapatan, dan mengalami penurunan nilai dari waktu ke waktu.

Pada sebuah instansi atau perusahaan, biasanya aktiva non-produktif adalah aset yang kualitasnya wajib dilakukan penilaian setiap bulannya.

Perbedaan Aktiva Produktif dan Aktiva Non-Produktif

Ketika membahas tentang aktiva non-produktif, tentu kita akan cenderung untuk membandingkannya dengan aktiva produktif.

Perbedaan paling menonjol dari keduanya tentunya adalah keuntungan yang dihasilkan.

Apabila aktiva non-produktif adalah aset yang tidak menghasilkan keuntungan sama sekali, maka aktiva produktif dapat memberikan pengembalian seiring berjalannya waktu.

Aktiva produktif adalah penyertaan dana bank dalam bentuk mata uang rupiah atau valuta asing berupa pinjaman, surat berharga, penempatan dana antar bank, dan kewajiban pada transaksi rekening administratif.

Aktiva produktif ini bertujuan untuk menghasilkan keuntungan dari dana yang disalurkan atau dipinjamkan oleh bank.

Baca juga: Kredit UMKM Adalah: Tujuan, Syarat, hingga Caranya

Komponen yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Aktiva

Setelah mengetahui penjelasan di atas, maka Anda tentu mengerti bahwa aktiva non-produktif adalah aset yang perlu dihindari.

Nah, berikut beberapa komponen yang perlu diperhatikan saat memilih aktiva:

1. Surat Berharga

Surat berharga adalah dokumen penting yang mengatasnamakan sebuah kepemilikan atas aset dengan nilai tinggi.

Surat berharga ini biasanya digunakan sebagai jaminan seseorang saat melakukan pinjaman di bank.

Adapun surat berharga yang dapat menjadi jaminan kredit, di antaranya surat utang, obligasi, sekuritas kredit, surat wesel, dan lain sebagainya.

2. Kredit

Kredit merupakan hal yang tidak dapat dihindari oleh seseorang saat akan menjalankan usaha.

Berdasarkan definisinya, kredit adalah tagihan atau penyediaan uang yang dilakukan berdasarkan kesepakatan antara peminjam dan pemberi pinjaman.

Kesepakatan tersebut dapat terjadi antara bank dan pihak lain yang mewajibkan peminjam untuk melunasi utang beserta bunganya sesuai jangka waktu tertentu.

3. Saham

Saham yang dimaksud dalam hal ini adalah penanaman dana pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan tanpa melalui pasar modal.

Bentuk penanaman dana tersebut juga bisa berupa modal sementara untuk perusahaan debitur yang dituju agar bisa mengatasi risiko dari kegagalan kredit.

4. Penyimpanan Dana

Penyimpanan dana yang dimaksud di sini merupakan penanaman dana suatu bank atau instansi kepada bank lainnya.

Penanaman dana ini dapat berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, call money, kredit bank, dan sebagainya.

Baca juga: Kredit Modal Kerja - Cara Daftar, Besar Bunga & Contoh

5. Transaksi Rekening Administratif

Memenuhi komponen aktiva produktif adalah salah satu cara untuk menghindari aset tanpa pengembalian.

Hal yang perlu dipenuhi untuk menghindari aktiva non produktif adalah transaksi rekening administratif.

Komponen ini merupakan komitmen dan kontijensi yang terdiri dari warkat penerbitan jaminan, akseptasi, irrevocable letter of credit (L/C) aktif, wesel impor atas L/C berjangka, penjualan surat berharga bersyarat repurchase agreement, standby L/C, dan garansi lain dengan risiko kredit.

Tips Menghindari Aktiva Non-Produktif

Jika bisnis Anda sedang berjalan optimal, maka akan sangat penting untuk mempertimbangkan di mana dan bagaimana cara melakukan penanaman dana.

Penanaman dana tersebut tidak bisa Anda lakukan secara spontan, jangan sampai investasi itu tidak menghasilkan pengembalian yang menguntungkan.

Maka dari itu, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghindari adanya aktiva non-produktif.

1. Ketahui Jenis Aset yang Ditawarkan

Ketika berinvestasi atau mengajukan sebuah pinjaman, sangat penting untuk mengetahui jenis dari aset tersebut.

Aktiva non-produktif adalah investasi yang menawarkan aset tidak jelas apakah termasuk dalam saham, reksadana, deposito, dan lainnya.

Oleh karena itu, Anda juga perlu berhati-hati dengan modus peminjam atau pemberi pinjaman dari lembaga yang tidak jelas identitasnya.

2. Perhatikan Risiko dan Keuntungan

Investasi yang tidak wajar biasanya menawarkan keuntungan besar dan kurang masuk akal dalam jangka waktu singkat.

Anda harus berhati-hati dalam penawaran sejenis ini, karena termasuk dalam ciri investasi tidak sehat dan berbahaya.

Itu dia penjelasan tentang pengertian aktiva non-produktif, perbedaan, serta cara menghindarinya.

Aktiva non-produktif adalah jenis aset yang perlu dihindari karena tidak berpotensi untuk mendatangkan nilai di masa depan.

Ada beberapa cara yang bisa Sobat OCBC NISP upayakan untuk menghindari hal tersebut, salah satunya adalah tidak mudah tergiur dengan penawaran investasi dengan bunga yang tidak masuk akal.

Selain itu, agar lebih aman, pastikan untuk selalu melakukan investasi melalui lembaga yang diawasi langsung oleh OJK.

Semoga informasi yang diberikan bisa membantu, ya. Temukan berbagai artikel menarik lainnya seputar investasi dan keuangan hanya di Blog OCBC NISP!

Baca juga: Mengapa Harus Pakai Uang Dingin Saat Memulai Investasi?

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Administered Price: Pengertian dan Pengaruhnya pada Inflasi

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Krisis Ekonomi Sri Lanka, Apa Penyebab & Solusinya?

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Download ONe Mobile