Aktiva Produktif Bermasalah: Kategori dan Cara Menghitungnya

5 Jan 2023

Aktiva produktif bermasalah adalah pinjaman yang berpotensi tidak dibayar.

Aktiva produktif bermasalah adalah jenis pinjaman dengan tingkat kolektibilitas yang kurang baik atau diragukan oleh bank akan dilunasi peminjam.

Oleh karena itu, kondisi tersebut haruslah dihindari debitur sebisa mungkin agar tidak menimbulkan masalah yang rumit dengan pihak perbankan.

Nah, agar Anda bisa memahami dengan baik mengenai aktiva produktif bermasalah, baca pembahasan selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Aktiva Produktif Bermasalah?

Aktiva produktif bermasalah adalah kondisi di mana pinjaman mengalami penurunan nilai. Hal tersebut terjadi akibat peringkat kredit peminjam rendah.

Adapun dampak dari aktiva produktif bermasalah adalah auditor bank nantinya juga akan mempertanyakan pembayaran penuh dan bunga yang masih harus dibayarkan.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) aktiva produktif bermasalah adalah aktiva produktif dengan tingkat kolektibilitas atau ketertagihannya kurang lancar, diragukan, dan macet.

Dalam hal ini, aktiva produktif adalah kredit, surat berharga yang dimiliki, penanaman pada bank lain, dan penyertaan atau adversely classified assets.

Secara sederhana, arti aktiva produktif bermasalah adalah pinjaman yang diragukan oleh bank akan dilunasi atau dibayar peminjam.

Kategori Aktiva Produktif Bermasalah

Aktiva produktif bermasalah dapat dibagi berdasarkan tingkat-tingkat keseriusan permasalahannya.

Adapun pembagian kategori dari yang tidak terlalu serius hingga paling serius atas aktiva produktif bermasalah adalah sebagai berikut:

1. Perhatian Khusus

Kategori yang memiliki masalah tidak terlalu serius dalam aktiva produktif bermasalah adalah perhatian khusus.

Dalam kategori ini, peminjam menunjukkan potensi masalah terkait pinjaman karena beberapa alasan.

Alasan tersebut misalnya seperti kehilangan dokumen, dokumen tidak memadai, atau masih perlu dilakukan pemeriksaan oleh bank.

2. Kurang Lancar

Kategori berikutnya yang cukup serius dalam aktiva produktif bermasalah adalah kurang lancar.

Kurang lancar merupakan kondisi di mana terdapat potensi kerugian besar yang dapat terjadi kapan saja jika tidak segera dilakukan tindakan korektif

3. Pinjaman Diragukan

Kategori selanjutnya yang memiliki tingkat serius dalam aktiva produktif bermasalah adalah pinjaman diragukan.

Pinjaman diragukan berarti bahwa kondisi saat pembayaran penuh yang diajukan mulai dipertanyakan.

Baca juga: 5 Jenis Pinjaman Bunga Rendah bagi yang Butuh Dana Cepat

4. Kerugian

Kategori terakhir yang memiliki tingkat paling serius dalam aktiva produktif bermasalah adalah kerugian.

Pada kategori ini, peminjam berarti sudah sama sekali tidak dapat ditagih oleh pihak perbankan.

Cara Menghitung Aktiva Produktif Bermasalah

Untuk mengetahui rasio aktiva produktif bermasalah, terdapat rumusannya tersendiri.

Cara menghitung aktiva produktif bermasalah adalah sebagai berikut:

Aktiva Produktif Bermasalah = (Aktiva Produktif Bermasalah / Jumlah Aktiva Produktif) x 100%

Rasio aktiva produksi bermasalah ini nantinya akan diklaifikasikan menjadi beberapa peringkat dari segi kesehatannya.

Adapun kriteria peringkat kesehatan rasio aktiva produktif bermasalah adalah sebagai berikut:

  • Peringkat 1: Rasio memiliki perkembangan yang sangat rendah
  • Peringkat 2: Rasio memiliki perkembangan yang rendah
  • Peringkat 3: Rasio berkisar antara 5% hingga 8%
  • Peringkat 4: Rasio memiliki perkembangan yang cukup tinggi
  • Peringkat 5: Rasio memiliki perkembangan yang tinggi

Strategi Mengatasi Aktiva Produktif Bermasalah

Salah satu strategi dalam menangani adanya aktiva produktif bermasalah adalah dengan melakukan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP).

PPAP ini memiliki manfaat besar yaitu untuk menampung kerugian yang dapat terjadi akibat tidak diterimanya aktiva produktif.

Bagi Anda yang mengalami aktiva produktif bermasalah, maka sangat disarankan untuk melakukan metode PPAP ini.

Tindakan PPAP adalah cadangan yang dibuat dengan cara membebankan laporan laba rugi tahun berjalan untuk mengimbangi kerugian akibat tidak diperolehnya sebagian atau seluruh aset produktif kembali.

Tingkat penyesuaian nilai yang bisa diperhitungkan akan termasuk dalam bagian modal tambahan untuk potensi kerugian atas aset produktif.

Adapun tindakan PPAP telah diatur dalam Pasal 44 Peraturan Bank nomor 11/2/PBI/2009 di mana disebutkan bahwa setiap bank umum di Indonesia wajib melakukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif.

Meskipun diwajibkan kepada setiap bank dan bisa digunakan untuk menyelesaikan sebagian maupun seluruh masalah, terdapat kriteria tertentu untuk melakukan PPAP.

Kriteria tersebut antara lain yaitu ketepatan waktu dalam pembayaran bunga dan pokok serta pengakuan pinjaman atas syarat maupun ketentuan pinjaman.

Untuk penggunaan metodenya, PPAP bisa dipakai ada dua jenis, yakni PPAP langsung dan PPAP cadangan.

Demikian penjelasan tentang aktiva produktif bermasalah. Dapat dipahami bahwa aktiva produktif bermasalah adalah kondisi yang timbul akibat rendahnya peringkat kredit peminjam.

Tentunya hal tersebut perlu diperhatikan dengan baik oleh peminjam maupun pihak bank selaku pemberi pinjaman agar tidak mengalami kerugian.

Memang, dalam aktivitas kredit maupun investasi banyak hal yang bisa berpotensi tidak menguntungkan. Maka dari itu, Anda juga perlu mempelajari hal-hal di dalamnya dengan baik.

Namun, Anda tak perlu khawatir karena ada banyak artikel informatif seputar dunia keuangan dan perbankan di blog OCBC NISP. Yuk baca sekarang!

Baca juga: Perbedaan Kredit Produktif dan Konsumtif yang Wajib Diketahui

Story for your Inspiration

Baca

Tips & Trick - 1 Feb 2023

Berikan Yang Terbaik Saat Valentine, Asal Jangan Hal Ini!

Baca

Edukasi - 27 Jan 2023

Apa Itu Stress Spending? Ini Penyebab & Cara Menghindarinya

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Download ONe Mobile