Akun Antarbank Pasiva - Pengertian Jenis & Contohnya

5 Jan 2023

Akun antarbank pasiva berisi kewajiban dana yang harus dibayarkan ke pihak lain.

Akun antarbank pasiva adalah akun tentang kewajiban sejumlah dana yang harus dibayarkan ke pihak lain. Akun ini terletak di buku besar bersama akun kredit dan debit.

Biasanya, akun antarbank pasiva memuat barang-barang atau jasa dari pihak luar yang belum dibayar oleh perusahaan.

Nah, untuk mengetahui lebih lengkap tentang jenis-jenis dan contoh transaksi antarbank pasiva, simak penjelasannya di artikel berikut ini.

Apa itu Antarbank Pasiva?     

Menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan), istilah pasiva merujuk pada jumlah kewajiban suatu bank kepada bank lain.

Sehubungan dengan istilah tersebut, akun antarbank pasiva juga memiliki pengertian yang serupa.

Secara sederhana, akun antarbank pasiva adalah akun kewajiban atas total dana yang harus dibayar perusahaan kepada pihak lain.

Lantas, apa yang dimaksud dengan akun antarbank aktiva?

Merupakan kebalikan dari pasiva, akun antarbank aktiva adalah akun aset dalam buku besar untuk melacak uang yang masih tertahan di perusahaan lain.

Dalam buku besar, biasanya nama lain dari akun antarbank pasiva adalah utang. Nantinya, akun ini akan berisi transaksi-transaksi perusahaan yang belum terbayar.

Jenis-Jenis Pasiva

Sama halnya seperti aktiva, pasiva juga diklasifikasikan menjadi 2 jenis. Berdasarkan jangka waktunya, terdapat 2 jenis pasiva, yaitu short-term liabilities dan long-term liabilities.

1. Utang Jangka Pendek (Short-Term Liabilities)

Dalam dunia akuntansi, utang jangka pendek juga sering disebut dengan istilah pasiva lancar.

Seperti namanya, ia memiliki waktu pelunasan yang cenderung lebih pendek yaitu selama satu tahun pembukuan.

Dengan kata lain, utang jangka pendek merupakan kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan dalam jangka waktu satu tahun.

Baca juga: Apa itu Liabilitas? Ini Pengertian, Jenis, dan Contohnya

2. Utang Jangka Panjang (Long-Term Liabilities)

Berbeda dengan utang jangka pendek, long-term liabilities cenderung memiliki waktu tenggat lebih lama dalam hal pelunasan.

Tempo pelunasan yang ditetapkan bahkan bisa mencapai 5-20 tahun, tergantung pada perjanjian kedua belah pihak.

Biasanya, utang jangka panjang diajukan oleh perusahaan untuk menambah modal dan mendukung operasional perusahaan.

Contoh Transaksi AntarBank Pasiva

Agar Anda bisa memahaminya dengan lebih jelas, berikut ini terdapat beberapa contoh transaksi antarbank pasiva berdasarkan jangka waktunya.

1. Pasiva Jangka Panjang

Adapun beberapa contoh transaksi yang termasuk dalam akun antarbank pasiva jangka panjang adalah sebagai berikut.

  • Utang bank yang digunakan sebagai modal perusahaan. Biasanya ini dimanfaatkan untuk berbagai keperluan strategi seperti penggabungan perusahaan atau ekspansi.
  • Utang hipotik, yaitu pinjaman dengan jaminan aset tetap milik perusahaan.
  • Utang obligasi, yaitu kewajiban suatu perusahaan akibat menerbitkan dan menjual obligasi.
  • Kredit noveltasi, yaitu pinjaman yang didapatkan dari lembaga keuangan dalam jangka waktu panjang.
  • Subordinated loan, yaitu surat utang yang merupakan kewajiban dari para pemilik saham dalam perusahaan induk.
  • Utang sewa dana, yaitu pinjaman untuk membeli aset yang berasal dari perusahaan asing dengan sistem pembayaran cicilan.
  • Utang pemegang saham, yaitu kewajiban yang diberikan kepada anak perusahaan baru dari pihak induk sebagai modal.

Baca juga: Apa Itu Kredit Investasi? Ini Fungsi & Besar Suku Bunganya

2. Pasiva Jangka Pendek

Sementara itu, contoh transaksi yang termasuk dalam akun antarbank pasiva jangka pendek adalah sebagai berikut.

  • Utang wesel, yaitu catatan dari debitur untuk membayar sejumlah uang yang dipinjam dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, masa tenggang tersebut berkisar 1 hingga 3 bulan.
  • Utang dagang, yaitu kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang muncul karena pembelian secara kredit dan harus segera dipenuhi dalam jangka waktu tertentu.
  • Deferred revenue, yaitu penghasilan yang belum menjadi milik perusahaan sepenuhnya karena adanya kontraprestasi jasa kepada pihak ketiga.
  • Deferred credit, yaitu pendapatan yang sudah diterima namun belum diakui sebagai pendapatan karena barang belum diterima konsumen.
  • Accrued interest payable, yaitu jenis utang jangka pendek yang statusnya masih belum bisa dilunasi dalam suatu periode akuntansi tertentu. Contohnya seperti beban upah dan biaya sewa.
  • Salaries payable, yaitu gaji yang harus diberikan pada karyawan namun belum bisa terbayarkan.
  • Dividends payable, yaitu bagian dari laba perusahaan yang diputuskan untuk dibagikan kepada pemegang perusahaan dalam bentuk dividen.
  • Tax payable, yaitu kewajiban pada setiap pajak di seluruh aset yang harus dibayarkan oleh perusahaan.

Jadi, itulah pembahasan tentang akun antarbank pasiva, mulai dari pengertian, jenis, hingga contohnya.

Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa akun antarbank pasiva adalah kewajiban sejumlah dana yang harus dibayarkan kepada pihak lain.

Meskipun pasiva atau hutang sering dilihat sebagai beban finansial, namun jika digunakan sebagai alat ekspansi perusahaan, justru ia bisa membantu bisnis untuk mendapatkan laba lebih.

Nah, jika Anda ingin mengetahui insight lain seputar dunia keuangan, silakan kunjungi halaman blog OCBC NISP.

Baca juga: Apa itu Cash Flow - Ini Cara Membuatnya untuk Pribadi & Bisnis

Story for your Inspiration

Baca

Tips & Trick - 1 Feb 2023

Berikan Yang Terbaik Saat Valentine, Asal Jangan Hal Ini!

Baca

Edukasi - 27 Jan 2023

Apa Itu Stress Spending? Ini Penyebab & Cara Menghindarinya

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC NISP siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Download ONe Mobile