Easy Money Policy: Pengertian, Instrumen, dan Contohnya

13 Jan 2023

Easy money policy adalah kebijakan untuk meningkatkan peredaran mata uang.

Kebijakan easy money policy adalah suatu aturan yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah uang beredar dalam sistem perekonomian.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menerapkan kebijakan easy money policy adalah dengan pengurangan suku bunga pinjaman.

Lantas, apa itu easy money policy? Apa saja keuntungan yang akan diperoleh masyarakat serta negara saat menerapkan kebijakan tersebut? Yuk, simak penjelasannya pada ulasan berikut!

Apa itu Easy Money Policy?

Easy money policy adalah suatu kebijakan yang diadopsi dari pendekatan bank sentral untuk menurunkan suku bunga agar pinjaman tersebut menjadi lebih murah.

Bank sentral umumnya akan membuat pendekatan tersebut saat menganggap bahwa kebijakan fiskal tidak cukup untuk memulihkan sistem keuangan.

Pengurangan suku bunga melalui easy money policy diterapkan dalam rangka mendorong agar lebih banyak pinjaman.

Sehingga, ketika masyarakat memiliki banyak uang untuk dibelanjakan, maka aktivitas ekonomi di negara tersebut akan meningkat.

Suatu negara melakukan easy money policy adalah untuk meningkatkan peredaran mata uang yang akan memengaruhi PDB dan mendorong pertumbuhan perekonomian.

Baca juga: Ekonomi Liberal: Pengertian, Contoh, Kelebihan & Kekurangan

Sistem Easy Money Policy

Kebijakan yang termasuk dalam easy money policy adalah ketentuan bank sentral untuk menurunkan suku bunga jangka pendek.

Adapun tujuan dari kebijakan easy money policy adalah untuk mendorong pembangunan ekonomi dengan memudahkan sistem bunga peminjaman uang di bank.

Hal ini diatur oleh bank sentral yang bertanggung jawab untuk mengatur pasokan uang di setiap negara.

Pada saat tingkat pertumbuhan ekonomi menurun, hal ini biasanya dipengaruhi oleh rendahnya permintaan dari konsumen sehingga produksi pun akan turun.

Akibatnya, perusahaan akan memberhentikan beberapa pekerjanya dan juga menurunkan ekspor luar negeri.

Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan kebijakan yang ekspansif untuk meminimalisir dampak lebih buruk.

Hal inilah yang akan memicu penurunan bunga dalam kebijakan easy money policy, sehingga bank bisa meminjamkan uang pada tingkat lebih rendah.

Sehingga, uang menjadi mudah diakses dan lebih murah bagi peminjam dari bank pemberi pinjaman.

Permintaan akan meningkat jika perusahaan dan masyarakat mendapatkan pinjaman lebih banyak.

Produksi di perusahaan pun akan terus meningkat dan mencapai kapasitas penuh berdasarkan permintaan pelanggan.

Nah, melalui proses ini, easy money policy adalah suatu pendorong untuk kembali memulihkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Baca juga: Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan, Kebijakan & Ruang Lingkup

Instrumen Easy Money Policy

Setelah memahami pengertian easy money policy, Sobat OCBC NISP juga perlu mengetahui instrumen apa saja yang digunakan dalam kebijakan tersebut.

Adapun beberapa instrumen utama yang mengatur peredaran mata uang suatu negara, di antaranya:

1. Operasi Pasar Terbuka

Operasi pasar terbuka sebagian besar berhubungan dengan pembelian dan penjualan pada sekuritas pemerintahan, seperti obligasi.

Apabila bank sentral Amerika Serikat memutuskan untuk membeli sekuritas pemerintah, mereka bisa menarik cek atas nama Federal Reserve System.

Ketika pemerintah kembali membeli obligasi tersebut, maka bank akan menerima uang tunai yang sebelumnya tidak dimiliki.

Uang tersebut bisa membantu meningkatkan kapasitas pinjaman. Artinya, seiring harga obligasi pemerintah yang meningkat, maka suku bunga akan menurun.

Saat kredit tersedia dengan suku bunga rendah, maka investor akan mengambil pinjaman dalam jumlah besar.

Hal ini akan membuat pabrik, perusahaan, dan organisasi baru bisa dibuka serta meningkatkan jumlah produksi.

Selain itu, akan banyak orang yang memperoleh pekerjaan sehingga taraf hidup masyarakat pun meningkat.

2. Tingkat Diskonto

Instrumen selanjutnya untuk easy money policy adalah tingkat diskonto atau pinjaman jangka pendek dari bank sentral ke negara lain.

Pinjaman ini biasanya mengatasi kebutuhan cadangan atau masalah likuiditas yang tidak dapat dilakukan oleh bank melalui pinjaman dari bank lain.

Ketika nilai diskonto meningkat, kapasitas pinjaman bank akan berkurang karena banyak yang harus membayar bunga tinggi pada bank sentral.

Sebaliknya, saat tarifnya turun, bank bisa memberikan bunga lebih rendah kepada peminjamnya.

3. Syarat Cadangan

Ada persyaratan tertentu yang ditetapkan bank sentral kepada bank komersil terkait pemeliharaan cadangan.

Mereka wajib menyimpan sumber daya masing-masing di bank sentral, sehingga bank akan memiliki lebih sedikit uang untuk dipinjamkan ketika cadangan tersebut ditingkatkan.

Namun, ketika cadangan rendah, bank akan memiliki lebih banyak uang untuk dipinjamkan dan meningkatkan peredarannya di pasar.

Baca juga: 8 Perbedaan Saham dan Obligasi, Ini yang Paling Untung!

Contoh Easy Money Policy

Salah satu contoh easy money policy yang paling nyata dirasakan oleh dunia adalah saat terjadinya resesi hebat.

Easy money policy adalah sebuah aspek ekonomi yang sangat berpengaruh untuk sebagian besar negara maju sejak krisis keuangan pada tahun 2008-2009 dan resesi setelahnya.

Ada berbagai dampak buruk saat puncak krisis, seperti pasar saham ambruk, pengangguran meningkat, banyak perusahaan yang gulung tikar, serta beberapa lembaga keuangan besar bangkrut.

Selama periode tersebut, The Fed (bank sentral Amerika Serikat) dan berbagai bank sentral di seluruh dunia memangkas suku bunga menjadi nol secara efektif, mengurangi persyaratan cadangan, serta memompa uang ke dalam perekonomian melalui operasi pasar terbuka dan pelonggaran kuantitatif.

Kelebihan dan Kekurangan Easy Money Policy

Easy money policy adalah kebijakan yang digunakan untuk merangsang ekonomi dan membuat pinjaman menjadi lebih murah.

Adapun beberapa kelebihan easy money policy yang bisa dirasakan negara dan masyarakat, di antaranya:

  • Easy money bisa merangsang pemulihan ekonomi yang lesu.
  • Membantu untuk mendorong pengeluaran dan investasi.
  • Easy money policy adalah kebijakan yang sering dikaitkan berdasarkan kenaikan pasar saham dan harga aset.

Namun, ketika kebijakan ini dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan ekonomi menjadi terlalu panas dan memicu terjadinya inflasi.

Berikut beberapa kekurangan easy money policy yang bisa membawa dampak buruk, di antaranya:

  • Terlalu banyak uang yang dikeluarkan secara mudah bisa menyebabkan ekonomi menjadi panas.
  • Mendorong investasi berlebihan dalam proyek-proyek dengan spekulasi buruk.
  • Easy money policy bisa menyebabkan inflasi tinggi.
  • Menghambat tabungan karena suku bunga pada rekening deposito bernilai rendah.

Itu dia penjelasan terkait apa yang dimaksud dengan easy money policy, beserta sistem, instrumen, contoh, kelebihan, dan kekurangannya.

Easy money policy adalah salah satu upaya untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi, namun juga bisa berdampak buruk jika dilakukan secara berlebihan.

Sistem easy money policy biasanya dilakukan saat negara sedang berada di tingkat resesi hebat sehingga mengharuskan bank sentral untuk menurunkan suku bunga pinjaman.

Semoga informasinya bisa membantu! Temukan lebih banyak artikel seputar ekonomi dan pengelolaan keuangan hanya di Blog OCBC NISP.

Baca juga: 10+ Jenis Investasi Terbaik untuk Simpanan Masa Depan

Story for your Inspiration

Baca

Tips & Trick - 1 Feb 2023

Berikan Yang Terbaik Saat Valentine, Asal Jangan Hal Ini!

Baca

Edukasi - 27 Jan 2023

Apa Itu Stress Spending? Ini Penyebab & Cara Menghindarinya

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC NISP siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Download ONe Mobile