Bank Sentral AS – Fed dovish, Reksa Dana Pendapatan Tetap Jadi Pilihan

24 Jan 2023 Ditulis oleh:Tim Wealth Management OCBC NISP

Sepanjang tahun 2022, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tujuh kali ke kisaran 4.25-4.50%. Lonjakan inflasi AS telah memaksa The Fed untuk memperketat kebijakan moneternya, dimana inflasi bahkan sempat mencapai level tertingginya di pertengahan tahun, mencapai 9.1% YoY. Terbukti dengan kebijakan yang ditempuh The Fed, inflasi terus menurun pada periode Desember 2022 hingga mencapai 6.5%.

Fed Funds Rate

Sumber: Bloomberg, 20 Januari 2023

Para pembuat kebijakan menyatakan kelegaan akan turunnya inflasi AS, dan membuka peluang akan penurunan laju kenaikan suku bunga AS menjadi 25 basis poin ke kisaran 4.50-4.75%. Pertemuan pejabat Fed selanjutnya untuk memutuskan tingkat suku bunga, akan berlangsung 2 Februari 2023 mendatang. Estimasi kenaikan ini lebih rendah dibandingkan sebelumnya, sehingga tentunya hal ini memberikan angin segar bagi pasar obligasi global, termasuk Indonesia.

Tak hanya faktor eksternal, beberapa faktor positif dalam negeri juga mendukung pasar obligasi di 2023:

  • Penerbitan obligasi yang lebih rendah di 2023, akan membuat supply obligasi berkurang di pasar. Hal ini diakibatkan oleh pertumbuhan pendapatan Pemerintah yang baik di tahun 2022, sehingga Pemerintah tidak perlu menerbitkan surat hutang yang terlalu banyak.
  • Jumlah kepemilikan investor asing di pasar obligasi yang cukup rendah atau underowned, dimana hal tersebut dapat mengurangi volatilitas akibat massive net sell dari investor asing.
  • Indikator makro yang semakin baik, dimana Pemerintah berencana menurunkan defisit anggaran di bawah 3% di tahun 2023
  • Potensi perlambatan ekonomi global dan potensi pelonggaran kebijakan bank sentral, memicu permintaan terhadap aset pendapatan tetap (non-risky asset)

Secara keseluruhan, prospek untuk pasar obligasi di tahun ini sangatlah menarik. Maka dari itu, akumulasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap merupakan solusi yang tepat, karena 80% alokasi dananya sebagian besar ditempatkan pada instrumen obligasi (surat utang) dan sisanya ke pasar uang.

OCBC NISP menawarkan berbagai macam Reksa Dana Pendapatan Tetap, yang dikelola oleh Manajer Investasi yang memiliki kredibilitas cukup baik.

Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Rupiah per 17 Januari 2023

Nama Reksa Dana Dividen/ Non-Dividen Strategi Portfolio Kinerja 3 bulan* Kinerja 6 bulan*
Ashmore Dana Obligasi Nusantara Dividen (per 6 bulan) Menengah – panjang 1.75% 2.30%
Ashmore Dana Obligasi Unggulan Nusantara Dividen (bulanan) Pendek 1.24% -0.77%
Schroder Dana Mantap Plus II Dividen (per 6 bulan) Menengah – panjang 3.92% 2.32%
Schroder Dana Andalan II Dividen (bulanan) Pendek 0.08% -0.91%
BNP Paribas Prima II Non – dividen Menengah – panjang 4.51% 4.52%
Batavia Dana Obligasi Ultima Dividen (bulanan) Pendek 1.65% 0.56%
Manulife Pendapatan Bulanan II Dividen (bulanan) Pendek 1.26% 0.13%
Mandiri Investa Dana Utama Dividen (bulanan) Pendek 1.02% -0.25%

Sumber: Bloomberg, 17 Januari 2023

*Kinerja dihitung di luar pembayaran dividen reguler

Kunjungi website kami disini untuk informasi lebih lanjut, atau hubungi Relationship Manager Anda, atau kunjungi cabang OCBC NISP terdekat.

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 27 Jan 2023

Apa Itu Stress Spending? Ini Penyebab & Cara Menghindarinya

Baca

Edukasi - 27 Jan 2023

Apa itu Uang Komoditas, Kelebihan & Bedanya dengan Uang Flat

See All

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile