World's Strongest Bank
Menu

Anda berada di Indonesia


Syarat dan Ketentuan Layanan Nyala Bisnis


  1. UMUM
    1. Segala keterangan, pernyataan, persetujuan, pemberian kuasa dan segala informasi/data Nasabah yang disampaikan Nasabah secara digital/elektronik kepada Bank melalui fitur Enterpreneur One akan dianggap sebagai Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik sesuai hukum yang berlaku, yang wajib dipertanggungjawabkan oleh Nasabah. Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disampaikan oleh Nasabah kepada Bank tersebut akan dipergunakan oleh Bank selayaknya informasi yang tertulis dalam dokumen fisik guna pelaksanaan syarat dan ketentuan atau kebijakan Bank atas masing-masing produk/fasilitas/jasa Bank yang digunakan/dimanfaatkan Nasabah, serta pelaksanaan kewajiban-kewajiban Bank berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada pelaporan kepada instansi yang berwenang.
    2. Nasabah wajib memiliki alamat e-mail yang aktif dan berfungsi dengan baik. E-mail tersebut akan menjadi media komunikasi (termasuk media pengiriman e-statement) antara Nasabah dengan Bank dalam prosedur pembukaan rekening melalui fitur Enterpreneur One. Dengan ini, Nasabah bertanggung jawab penuh atas keamanan akun e-mail miliknya dari akses tidak sah dari pihak manapun (termasuk namun tidak terbatas pada peristiwa hacking), serta wajib memastikan akun e-mail miliknya bebas gangguan dan/atau kerusakan. Bank tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul sehubungan dengan akses tidak sah serta gangguan dan/atau kerusakan berupa apapun pada akun e-mail
    3. Nasabah wajib untuk segera memberitahukan dan menyampaikan kepada Bank segala perubahan atas setiap informasi atau data Nasabah, termasuk namun tidak terbatas pada perubahan nama, alamat, nomor telepon, informasi atau data yang tercantum pada KTP dan/atau NPWP, informasi terkait pekerjaan/usaha Nasabah dan hal-hal lain yang menyimpang atau berbeda dari informasi atau data Nasabah yang sebelumnya telah diberikan oleh Nasabah kepada Bank. Tidak dilakukannya pemberitahuan dan penyampaian perubahan informasi atau data Nasabah kepada Bank merupakan kelalaian Nasabah dan tanggung jawab Nasabah sepenuhnya.

  2. PERNYATAAN NASABAH
    1. Nasabah dengan ini menyatakan bahwa setiap informasi, data, keterangan, pernyataan, jaminan, wewenang, kuasa, instruksi dan/atau dokumen yang disampaikan dan/atau diunggah oleh Nasabah secara digital/elektronik kepada Bank melalui fitur ini adalah yang sebenar-benarnya, lengkap, masih berlaku, terkini, valid dan sah, mengikat Nasabah dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Nasabah dengan ini menyatakan mengerti dan setuju bahwa Bank tidak bertanggung jawab atas dampak apapun yang timbul karena atau berkaitan dengan kelalaian, ketidakbenaran, ketidaklengkapan atau ketidakjelasan informasi, data, keterangan, pernyataan, jaminan, wewenang, kuasa, instruksi dan/atau dokumen yang disampaikan dan/atau diunggah oleh Nasabah.
    2. Nasabah dengan ini menyatakan setuju bahwa Bank berhak untuk melakukan verifikasi akan kebenaran terhadap segala data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang disampaikan oleh Nasabah kepada Bank, serta Bank berhak untuk meminta data, informasi, keterangan dan/atau dokumen tambahan dari Nasabah sebagaimana diperlukan dan juga melakukan verifikasi terhadapnya.
    3. Nasabah dengan ini menyatakan bersedia untuk dikunjungi dan/atau dihubungi oleh Bank pada hari dan jam yang dianggap baik oleh Bank melalui sarana komunikasi pribadi Nasabah, termasuk namun tidak terbatas pada telepon, telepon selular, e-mail atau media komunikasi lain milik Nasabah yang terdaftar pada Bank, dalam rangka verifikasi akan kebenaran terhadap segala data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang disampaikan oleh Nasabah kepada Bank.
    4. Nasabah dengan ini membebaskan Bank dari segala macam klaim, tuntutan, gugatan dan/atau ganti rugi berupa apapun yang dapat muncul akibat kegagalan sistem dan/atau fasilitas/peralatan komunikasi yang disebabkan oleh faktor di luar kendali Bank, serta akibat gangguan, kerusakan atau kegagalan elektronik maupun mekanik, data yang gagal atau korup, virus, worm, bug, trojan, backdoor, malware, spyware dan/atau perangkat lunak yang berbahaya lainnya dan/atau tidak diizinkan oleh pemerintah/lembaga negara Republik Indonesia, penyedia jaringan telekomunikasi dan/atau produsen/vendor dari peralatan elektronik yang dimaksud, dan/atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam bentuk atau jenis apapun yang mungkin timbul dari layanan yang disediakan oleh penyedia layanan internet Nasabah dan/atau pihak ketiga lainnya, pada perangkat elektronik yang digunakan oleh Nasabah untuk menggunakan fitur Enterpreneur One.
    5. Nasabah setuju bahwa dengan log-in ke fitur Enterpreneur One dan dimasukkannya nama pengguna (user name), kata sandi dan kode verifikasi Nasabah yang tepat merupakan bentuk instruksi dan persetujuan pelaksanaan Transaksi yang diberikan oleh Nasabah.
    6. Nasabah setuju menggunakan fitur Enterpreneur One dengan itikad baik dan tunduk kepada Syarat dan Ketentuan ini serta hukum yang berlaku, dan menjamin Bank bahwa Nasabah tidak akan: (i) memindahtangankan penggunaan fitur Enterpreneur One kepada pihak manapun; (ii) memanipulasi, menyalin, dan/atau melakukan tindakan yang mengakibatkan perubahan pada sistem fitur Enterpreneur One; dan (iii) tidak akan menggunakan fitur Enterpreneur One untuk tujuan yang dapat merugikan Bank maupun pelanggaran terhadap hukum yang berlaku.
    7. Nasabah dengan ini menyatakan tunduk dan terikat pada syarat dan ketentuan dan/atau kebijakan Bank yang melekat pada masing-masing produk/jasa/fasilitas yang ditawarkan, dipasarkan dan/atau disediakan oleh Bank melalui fitur Enterpreneur One ini yang akan dimanfaatkan/digunakan oleh Nasabah, termasuk namun tidak terbatas pada Syarat dan Ketentuan Pembukaan dan Pengaturan Rekening yang berlaku pada Bank.

  3. INFORMASI KEAMANAN
    1. Informasi Keamanan, yang terdiri dari termasuk namun tidak terbatas pada nama pengguna (user name), kata sandi dan kode verifikasi Nasabah terkait dengan pembukaan rekening melalui fitur Enterpreneur One yang dibutuhkan untuk registrasi/pendaftaran, log-in dan/atau penggunaan fitur Enterpreneur One, merupakan alat yang digunakan Bank untuk memverifikasi Nasabah. Username mobile banking nasabah akan tertera pada halaman akhir pembukaan rekening online melalui fitur Enterpreneur One dan juga dikirim ke e-mail nasabah yang terdaftar. Kata sandi Nasabah tersebut akan ditentukan dan diberikan oleh Bank kepada Nasabah melalui nomor ponsel Nasabah yang terdaftar di Bank.
    2. Informasi Keamanan hanya untuk diketahui dan menjadi rahasia pribadi Nasabah, serta penggunaannya merupakan tanggung jawab Nasabah sepenuhnya. Nasabah wajib dan bertanggung jawab penuh untuk menyimpan dan menjaga Informasi Keamanan dengan sebaik-baiknya, termasuk namun tidak terbatas pada menyimpan dan menjaga Informasi Keamanan dari pengetahuan/penguasaan pihak ketiga. Segala kehilangan, pengungkapan dan/atau penyalahgunaan Informasi Keamanan menjadi tanggung jawab dan risiko Nasabah sepenuhnya.
    3. Nasabah bertanggung jawab atas keamanan smartphone serta peralatan elektronik lain yang digunakan untuk mengakses atau menghubungkan Nasabah dengan fitur Enterpreneur One. Dalam hal ini, Nasabah juga bertanggung jawab untuk mengambil seluruh langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga agar smartphone dan peralatan elektronik tersebut tidak disalahgunakan atau diakses secara tidak sah oleh pihak lain manapun.
    4. Nasabah menjamin Bank untuk tidak melakukan modifikasi, jailbreak, root dan/atau perubahan lainnya secara tidak resmi terhadap sistem operasi atau perangkat lunak di dalam smartphone maupun perangkat elektronik lain yang digunakan untuk mengakses fitur Enterpreneur One
    5. Nasabah setuju bahwa Bank tidak bertanggung jawab atas gangguan, kerusakan atau kegagalan elektronik maupun mekanik, data yang gagal atau korup, virus, worm, bug, trojan, backdoor, malware, spyware dan/atau perangkat lunak/fitur yang berbahaya lainnya dan/atau tidak diizinkan oleh pemerintah/lembaga negara Republik Indonesia, penyedia jaringan telekomunikasi dan/atau produsen/vendor dari peralatan elektronik yang dimaksud, dan/atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam bentuk atau jenis apapun yang mungkin timbul dari layanan yang disediakan oleh penyedia layanan internet Nasabah dan/atau pihak ketiga lainnya.
    6. Nasabah wajib memastikan bahwa smartphone dan peralatan elektronik yang digunakan untuk mengakses fiturEnterpreneur One bebas dari gangguan, kerusakan atau kegagalan elektronik maupun mekanik, data yang gagal (corrupt file), virus, worm, bug, trojan, backdoor, malware, spyware, dan/atau perangkat lunak yang berbahaya dan/atau tidak diizinkan oleh pemerintah/lembaga negara di Republik Indonesia, penyedia jaringan telekomunikasi dan/atau produsen/vendor dari smartphone dan peralatan elektronik yang dimaksud, dan/atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    7. Nasabah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa smartphone atau peralatan elektronik lain yang digunakannya oleh untuk mengakses fitur Enterpreneur One telah terpasang perangkat lunak anti-virus, anti-malware dan firewall yang diperbarui dan dijalankan dengan versi dan data signature yang terbaru.

  4. FITUR DAN MANFAAT
    1. Fitur Enterpreneur One memberi kemudahan bagi Nasabah kewarganegaraan Indonesia untuk melakukan pembukaan rekening pada Bank melalui perangkat elektronik yang memadai, seperti smartphone atau tablet, tanpa mengunjungi cabang Bank. Penyerahan dokumen-dokumen yang menjadi prasyarat untuk melakukan pembukaan rekening cukup diunggah oleh Nasabah secara elektronik ke fitur Enterpreneur One, yang dapat diakses oleh Bank untuk proses verifikasi, kecuali jika memang dibutuhkan oleh Bank.
    2. Pembukaan rekening melalui fitur Enterpreneur One memungkinkan Nasabah untuk mengajukan pemanfaatan produk-produk Bank secara online melalui fitur Enterpreneur One, tanpa harus mengunjungi cabang Bank. Produk-produk tersebut termasuk namun tidak terbatas pada produk tabungan dan produk pinjaman.
    3. Rincian fitur dan manfaat seluruh produk Bank dapat ditemukan dalam syarat dan ketentuan masing-masing produk serta informasi produk yang berada di situs web Bank dan/atau fitur mobile banking dan internet banking

  5. RISIKO
    1. Bank berhak untuk menghentikan sementara layanan melalui fitur Enterpreneur One untuk periode yang telah ditentukan untuk tujuan pemeliharaan dan/atau tujuan lainnya yang dianggap sah oleh Bank, dengan atau tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Nasabah dan tanpa bertanggung jawab pada siapapun.
    2. Bank memiliki hak mutlak untuk memperbaharui, memodifikasi atau mengubah fitur Enterpreneur One sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan tanpa memberikan alasan apapun.
    3. Bank berhak untuk tidak mendukung versi fitur Enterpreneur One yang terdahulu yang digunakan Nasabah. Jika Nasabah gagal untuk memperbaharui fitur Enterpreneur One yang relevan dan terbaru, Bank tidak bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang ditimbulkannya.
  1. KETENTUAN UMUM
    1. Instruksi
      1. Dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam Syarat dan Ketentuan ini, pada Hari Kerja dan jam operasional Bank, Nasabah atau kuasanya dapat memberikan Instruksi kepada Bank untuk melakukan pembelian, penempatan dan transaksi terkait Produk dan Layanan Bank.
      2. Instruksi Nasabah atau kuasanya yang dikirimkan dan/atau disampaikan kepada Bank termasuk Instruksi yang ditransmisikan secara elektronik oleh Nasabah atau kuasanya kepada Bank merupakan alat bukti yang sah, konklusif dan mengikat atas setiap Instruksi transaksi dari Nasabah atau kuasanya kepada Bank meskipun tidak dibuat dokumen tertulis ataupun dikeluarkan dokumen yang ditandatangani, kecuali Nasabah atau kuasanya dapat membuktikan sebaliknya.
      3. Setiap Instruksi Nasabah atau kuasanya yang telah dikirimkan, disampaikan dan/atau ditransmisikan kepada Bank tidak dapat dibatalkan, ditarik kembali atau diubah kecuali Bank atas kebijakannya sendiri menyetujui secara tertulis.
      4. Apabila terjadi pembatalan Instruksi oleh Nasabah atau kuasanya, maka Nasabah wajib membayar seluruh biaya dan kerugian (apabila ada) yang timbul dari pembatalan tersebut sebesar yang telah ditanggung oleh Bank.
      5. Bank tidak mempunyai kewajiban untuk melaksanakan Instruksi Nasabah atau kuasanya, apabila Instruksi tersebut akan menyebabkan jumlah pembayaran tersebut melebihi saldo kredit di Rekening.
      6. Contoh tanda tangan (specimen tanda tangan) dan wewenang penandatanganan Nasabah atau kuasanya untuk melakukan hubungan transaksi perbankan dengan Bank secara tertulis akan tetap berlaku sampai Bank menerima pembatalan tertulis dari Nasabah atau kuasanya.
      7. Nasabah setuju bahwa Bank berhak tetapi tidak berkewajiban untuk melakukan verifikasi lebih lanjut atas tanda tangan selain dari membandingkannya dengan contoh tanda tangan yang ada pada Bank. Bank berhak menolak cek/giro atau Instruksi lainnya apabila tanda tangan Nasabah atau kuasanya menurut pendapat Bank berbeda dengan contoh tanda tangan yang ada pada Bank.
      8. Nasabah setuju bahwa Bank dapat menolak melaksanakan Instruksi Nasabah atau kuasanya apabila Instruksi tersebut tidak sesuai dengan undang-undang, peraturan atau perundang-undangan yang berlaku.
      9. Apabila terdapat keragu-raguan, ketidaksesuaian Instruksi, perselisihan dari Nasabah dengan pihak lain yang menyebabkan benturan Instruksi, atau terdapat kecurigaan adanya indikasi tindak pidana termasuk namun tidak terbatas pada pemalsuan, kecurangan, ketidakabsahan atau ketidakwajaran terhadap Instruksi/transaksi Rekening atau sebagai tindak lanjut atas adanya laporan dugaan tindak pidana terkait ketidakabsahan atau ketidakwajaran terhadap Instruksi/transaksi atas rekening atau sebagai tindak lanjut atas adanya laporan dugaan tindak pidana terkait ketidakbenaran data/informasi yang disampaikan Nasabah kepada Bank, maka Nasabah setuju dan mengakui bahwa:
        1. Bank berhak menolak untuk melaksanakan Instruksi atas suatu transaksi pada suatu Rekening; atau
        2. Bank berhak menahan dana dalam Rekening dan membatasi hak Nasabah untuk melakukan penarikan dari suatu Rekening.
        Pembuktian. Nasabah menyetujui bahwa setiap Instruksi yang diterima dan berhasil diproses oleh Bank merupakan Instruksi yang sah dan konklusif dari Nasabah atau kuasanya. Bank tidak berkewajiban untuk melakukan verifikasi apakah pihak yang memberikan Instruksi adalah Nasabah atau kuasanya yang benar, menilai atau membuktikan ketepatan maupun kelengkapan Instruksi dimaksud. Setiap Instruksi yang diterima oleh Bank tersebut sah mengikat dan menjadi tanggung jawab Nasabah sepenuhnya, kecuali Nasabah dapat membuktikan sebaliknya.

    2. Kekuatan Hukum Instruksi Melalui Sarana Elektronik
      1. Instruksi Nasabah atau kuasanya yang disampaikan melalui sarana elektronik adalah sah dan mengikat dan berlaku sebagai bukti yang sah dan sempurna serta mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan perintah/Instruksi tertulis yang ditandatangani oleh Nasabah.
      2. Nasabah menyadari dan setuju bahwa atas setiap Instruksi Nasabah atau kuasanya yang disampaikan melalui sarana elektronik yang diatur dalam Syarat dan Ketentuan ini, Bank tidak bertanggung jawab dan akan bertindak berdasarkan itikad baik menjalankan Instruksi tersebut. Bank tidak berkewajiban untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut apapun atas setiap Instruksi yang diterima oleh Bank.
      3. Nasabah dengan ini mengesahkan, menjamin serta menerima tanggung jawab secara penuh untuk setiap Instruksi yang disampaikan melalui sarana elektronik yang diberikan oleh Nasabah kepada Bank atau diterima oleh Bank, baik Instruksi tersebut diberikan oleh Nasabah maupun orang yang dianggap diberi kewenangan oleh Nasabah.

    3. Biaya/Komisi
      1. Bank dapat berhak mendebet Rekening sebesar biaya atau ongkos yang disebutkan dalam setiap daftar biaya Bank atau biaya dan ongkos lainnya, bunga, pajak dan penalti (termasuk tetapi tidak terbatas pada biaya hukum dan bea meterai) yang wajib dibayar oleh Nasabah kepada Bank sehubungan dengan:
        1. Suatu Produk dan/atau Layanan;
        2. Kewajiban dalam bentuk apapun yang timbul sehubungan dengan Rekening (-Rekening) atau lainnya; atau
        3. Nilai Cerukan dalam Rekening (-Rekening).
      2. Biaya dengan jumlah seperti disebutkan dalam daftar biaya Bank akan dikenakan apabila Nasabah gagal memiliki saldo minimal yang diperlukan untuk Rekening (-Rekening) atau apabila Rekening (-Rekening) tidak aktif selama jangka waktu tertentu yang ditentukan oleh Bank dari waktu ke waktu. Biaya dengan jumlah seperti yang disebutkan dalam daftar biaya Bank juga dapat dipotong apabila Nasabah menutup Rekening (-Rekening) dalam jangka waktu seperti ditentukan oleh Bank dari waktu ke waktu.
      3. Bank, setiap saat berdasarkan kebijakannya dan dengan pemberitahuan kepada Nasabah, dapat merubah kurs yang berlaku dan/atau jumlah biaya atau ongkos yang harus dibayar oleh Nasabah seperti disebutkan dalam daftar biaya Bank. Perubahan tersebut akan berlaku sejak tanggal yang disebutkan dalam pemberitahuan, yang kebanyakan tidak kurang dari 30 hari sejak tanggal pemberitahuan.

    4. Penundaan, Penolakan Transaksi Dan Penutupan Rekening Nasabah. Bank berhak untuk, tanpa pemberitahuan dan/atau tanpa menyatakan alasan apapun, (a) menunda atau menghentikan baik sementara maupun seterusnya termasuk memperpanjang penghentian sementara, atau (b) menolak untuk memproses sebagian atau seluruh Instruksi/transaksi Nasabah baik atas inisiatif Bank sendiri maupun atas permintaan/instruksi instansi yang berwenang, atau (c) memblokir atau menahan dana dalam Rekening, melakukan pendebetan Rekening dan membatasi hak Nasabah untuk menarik dananya atau membekukan aktivitas Rekening Nasabah (termasuk Rekening lainnya yang dimiliki Nasabah pada Bank) atau tidak memberikan/membatasi otoritas akses terhadap fasilitas/layanan Bank (termasuk safe deposit box), atau (d) memutuskan menutup Rekening Nasabah (sebagaimana relevan), apabila terjadi satu atau lebih kondisi sebagai berikut:
      1. Terdapat ambiguitas atau pertentangan antara Instruksi transaksi yang diberikan oleh Nasabah atau kuasanya kepada Bank dan/atau keraguan atas keaslian Instruksi transaksi dan/atau adanya ketidakjelasan atau kelengkapan intruksi yang diberikan kepada Bank;
      2. Nasabah tidak dapat memberikan informasi atau dokumen yang dipersyaratkan oleh Bank atau berdasarkan hasil investigasi Bank patut diduga atau ternyata diketahui bahwa data atau informasi yang disampaikan Nasabah kepada Bank tidak benar;
      3. Instruksi transaksi yang diberikan kepada Bank tidak konsisten atau bertentangan dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
      4. Jika Bank, sesuai dengan kebijakannya dengan tetap mengacu kepada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menggolongkan transaksi Nasabah dengan kondisi diluar profil atau mencurigakan atau ada indikasi menghindari pelaporan kepada pihak berwenang atau memiliki Rekening untuk menampung dana yang berasal dari hasil tindak pidana atau diketahui/patut diduga menggunakan dokumen palsu atau transaksi diduga menggunakan dana yang berasal dari hasil tindak pidana pencucian uang yang dimaksudkan dalam Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) maupun tindak pidana lainnya termasuk tetapi tidak terbatas pada penipuan, pemalsuan, kecurangan, ketidakabsahan atau ketidakwajaran terhadap Instruksi/transaksi atas Rekening.

    5. Kewenangan dan Kuasa Kepada Bank
      1. Kuasa Pendebetan, Pengkreditan Dan Pemblokiran
        1. Nasabah dengan ini memberikan kuasa dan kewenangan kepada Bank untuk melakukan pendebetan, pengkreditan dan pemblokiran atas rekening(-rekening) Nasabah dalam mata uang apapun yang ada di Bank atau setiap cabang atau afiliasinya, untuk:
          1. Keperluan setiap transaksi Nasabah termasuk transaksi atas Produk yang mensyaratkan Margin Tunai;
          2. Keperluan pemotongan pajak, dalam hal Bank diwajibkan oleh Undang-undang, ketentuan-ketentuan di Indonesia atau peraturan-peraturan dimana Bank menundukan diri berdasarkan suatu perjanjian/kesepakatan untuk memotong pajak;
          3. Melunasi/membayar baik sebagian maupun seluruh Kewajiban(-kewajiban) atau jumlah uang yang terhutang dan wajib dibayar oleh Nasabah kepada Bank yang ada sekarang maupun yang akan datang.
        2. Dalam hal pemotongan atau pendebetan Rekening terkait dengan pajak, maka Nasabah setuju bahwa apabila pajak tersebut harus dibayarkan dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang Rekening, maka Bank diberikan kewenangan untuk mengkonversikan pada mata uang yang dipersyaratkan dengan menggunakan kurs yang berlaku di Bank dan biaya konversi tersebut ditanggung oleh Nasabah.
        3. Kuasa-kuasa penuh dengan hak subsitusi yang diberikan oleh Nasabah kepada Bank untuk melakukan pendebetan, pengkreditan dan pemblokiran atas rekening(-rekening) Nasabah di Bank untuk pelaksanaan dan tindak lanjut setiap transaksi Nasabah, baik yang tersebut dalam Syarat dan Ketentuan ini maupun diberikan melalui faksimili, email dan/atau telepon merupakan kuasa yang sah dan tidak akan berakhir selama Nasabah masih terdaftar sebagai pemilik Produk, pengguna Layanan dan fasilitas Bank atau selama Nasabah masih memiliki kewajiban terhadap Bank.
        4. Nasabah dengan ini melepaskan seluruh haknya untuk mengajukan keberatan atau perlawanan dalam bentuk apapun juga dan dengan alasan apapun juga terhadap pemblokiran, pencairan dan pendebetan yang dilakukan oleh Bank.
        5. Bank akan memberitahukan kepada Nasabah mengenai telah dilakukan pemblokiran atau pendebetan sebagaimana tersebut didalam Pasal 5.1.1 tersebut diatas, dan Nasabah dan Bank dengan ini melepaskan dan menyatakan tidak berlaku ketentuan dalam Pasal 1427 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, sepanjang pasal tersebut mensyaratkan bahwa untuk dapat melakukan kompensasi/perhitungan hutang suatu piutang harus sudah wajib dibayar/jatuh tempo.
      2. Kuasa Untuk Pemberian Dokumen, Data Dan Informasi
        Nasabah dengan ini memberikan kuasa kepada Bank untuk memberikan segala dokumen, data, informasi dan keterangan lainnya terkait dengan Nasabah, Rekening dan keuangan Nasabah (sebagaimana relevan) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan instansi berwenang lainnya berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

    6. Bunga
      1. Ketentuan mengenai bunga yang ditawarkan oleh Bank kepada Nasabah, dapat berubah mengikuti kondisi pasar perbankan dan kebijakan internal Bank.
      2. Pendapatan atas bunga yang diterima oleh Nasabah akan dikenakan pajak yang besarnya sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
      3. Tidak terdapat pendapatan atas bunga untuk rekening-rekening tidak aktif atau dorman.

    7. Pengalihan/Penjaminan Rekening. Kecuali apabila dengan persetujuan tertulis sebelumnya dari Bank dan sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang ditentukan oleh Bank, Nasabah dilarang mengalihkan atau menggadaikan guna dijadikan jaminan untuk kepentingan pihak lain atau melakukan hal lain yang berkaitan dengan hal tersebut sehubungan dengan Rekening baik sebagian maupun seluruhnya.

    8. Pembelian Atau Penempatan Produk Yang Dilakukan Oleh Dua Nasabah Bersama-sama (“Joint Transaction”). Apabila satu pembelian atau penempatan Produk dilakukan oleh 2 (dua) Nasabah secara bersama-sama (joint transaction), maka:
      1. Penandatangan Dokumen(-dokumen) Yang Dipersyaratkan
        Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan oleh Bank wajib diisi dan dilengkapi serta ditandatangani oleh seluruh Nasabah secara bersama-sama.
      2. Kombinasi Transaksi “DAN” atau “ATAU”
        • Untuk kombinasi transaksi “DAN”, setiap transaksi perbankan termasuk pembelian atau penempatan Produk yang bersangkutan di Bank wajib disetujui dan dilakukan oleh seluruh Nasabah yang ikut dalam menandatangani dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud pada poin a diatas;
        • Untuk kombinasi transaksi “ATAU”, setiap transaksi perbankan termasuk pembelian atau penempatan Produk yang bersangkutan di Bank dapat dilakukan oleh salah satu Nasabah dan tindakan salah satu Nasabah tersebut dianggap sebagai tindakan gabungan atau persetujuan dari seluruh Nasabah yang menandatangani dokumen-dokumen yang dipersyaratkan terkait dengan transaksi atas Produk yang bersangkutan.
      3. Tanggung Jawab
        Atas setiap risiko, kerugian dan dampak lainnya yang timbul karena perselisihan oleh para Nasabah baik sendiri maupun bersama-sama atau bentuk permasalahan lainnya yang terdapat diantara Nasabah atas satu penempatan Produk yang bersangkutan yang dilakukan oleh mereka secara bersama-sama (joint transaction), Nasabah menyetujui untuk melepaskan Bank atas setiap dan segala tuntutan, tanggung jawab risiko dan kerugian dalam bentuk apapun.

    9. Pernyataan Pengungkapan Risiko Atas Transaksi Produk. Nasabah dengan ini menyatakan mengerti dan menerima sepenuhnya serta telah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup akan karakteristik, jenis, kebijakan investasi, komposisi portfolio, biaya-biaya terkait, pada produk dan fasilitas yang digunakan.

    10. Rekaman. Nasabah dengan ini menyatakan mengetahui dan menyetujui bahwa dalam rangka menyediakan Produk, Layanan maupun fasilitas Bank, Bank (atau agennya) apabila perlu (tetapi tidak diwajibkan) merekam setiap Instruksi lisan yang diterima dari Nasabah atau kuasanya dan/atau komunikasi lisan antara Nasabah dan Bank (atau agennya) sehubungan dengan Produk, Layanan maupun fasilitas Bank tersebut. Nasabah setuju bahwa setiap tape/cartridge, salinan dan bentuk penyimpanan informasi atau data atau catatan lainnya yang terdapat pada Bank merupakan bukti yang sah dan mengikat atas transaksi Nasabah atau kuasanya di Bank.

    11. Risiko Transaksi Melalui Media Elektonik. Nasabah memahami seluruh risiko yang timbul terkait dengan transaksi yang dilakukan melalui telepon, faksimili, email atau sarana komunikasi lainnya termasuk dan tidak terbatas pada gangguan pengiriman, gangguan listrik, kerusakan teknis, fraud, pemalsuan, perbedaan penafsiran, terbukanya informasi secara tidak sengaja, intersepsi komunikasi secara tanpa hak, manipulasi, atau Force Majeure. Dengan memberikan kewenangan kepada Bank untuk menerima Instruksi dan/atau menjalankan transaksi melalui sarana komunikasi tersebut, Nasabah memahami dan menanggung segala risiko yang mungkin timbul tersebut. Lebih lanjut Bank tidak bertanggungjawab atas kesalahpahaman, keterlambatan, atau pengiriman Instruksi atau komunikasi yang bermasalah sebagai akibat penggunaan faksimili, surat elektronik (email), telepon, sarana komunikasi lainnya antara Nasabah dan Bank serta antara Bank dan Nasabah, kecuali yang disebabkan oleh kesalahan nyata Bank.

    12. Pengecualian Dari Kewajiban
      1. Baik Bank maupun karyawan atau agennya tidak bertanggung jawab terhadap tindakan atau kegagalan bertindak kecuali disebabkan oleh kelalaian atau kegagalan yang disengaja.
      2. Tanpa membatasi hal tersebut, Bank tidak bertanggung jawab atas biaya, kerugian, kerusakan, tanggung jawab atau konsekuensi yang diderita atau ditanggung oleh Nasabah:
        1. Karena bertindak dengan niat baik atas Instruksi Nasabah;
        2. Karena alasan di luar wewenang Bank, pengoperasian Rekening terhambat atau terganggu;
        3. Atas kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh keterlambatan atau kegagalan fasilitas pengiriman atau komunikasi;
        4. Apabila dana yang dikreditkan atau didebet dari Rekening berkurang nilainya karena pajak, depresiasi atau tidak tersedia disebabkan oleh pembatasan (yang timbul oleh karena apapun) dalam konversi, pengambilalihan, pengiriman, sukarela, pengambilan secara paksa, pelaksanaan kekuasaan pemerintah atau tentara, perang, pemogokan atau sebab-sebab lainnya diluar kekuasaan Bank;
        5. Timbul dari atau sehubungan dengan cek/bilyet giro yang hilang;
        6. Timbul dari perbedaan tanda tangan dan data Nasabah pada data Bank;
        7. Timbul dari kelalaian, kegagalan atau tindakan kejahatan Nasabah;
        8. Atas tindakan atau tidak adanya tindakan (termasuk kelalaian atau tindak kejahatan yang disengaja) atau kebangkrutan agen, koresponden atau pihak ketiga yang digunakan oleh Bank.
      3. Bank tidak bertanggungjawab atas kerugian, kerusakan atau biaya yang diderita atau ditanggung oleh Nasabah (baik karena pemalsuan tanda tangan, perubahan material Instruksi penarikan dana atau alasan apapun) yang bukan disebabkan oleh kesalahan Bank. Apabila Bank telah mendebet Rekening Nasabah berdasarkan permintaan penarikan dana atau pembayaran dengan pemalsuan tanda tangan Nasabah atau orang yang dikuasakan, Bank tidak bertanggungjawab untuk membatalkan pendebetan atau membayar ganti rugi kepada Nasabah sehubungan dengan dana yang telah didebet.
      4. Nasabah harus mengetahui risiko kurs yang melekat pada deposito dalam Mata Uang Asing. Khususnya penurunan kurs tukar Mata Uang Asing dibandingkan dengan mata uang pilihan Nasabah akan mengurangi (atau malah meniadakan) pendapatan atau penghasilan Nasabah dalam deposito Mata Uang Asing.

    13. Pernyataan Dan Jaminan. Sehubungan dengan transaksi Produk dan Layanan Bank, Nasabah menjamin:
      1. tidak akan bergantung pada Bank dan tidak memberlakukan Bank sebagai penasihat keuangan atau fiduciary dari Nasabah untuk tujuan apapun. Oleh karena itu, Nasabah setuju bahwa saran dan rekomendasi yang mungkin diberikan oleh Bank atas permintaan Nasabah diberikan dan dibuat tanpa tanggung jawab apapun dari Bank.
      2. sebelum melakukan penempatan dan atau melakukan transaksi, Nasabah:
        1. Telah memahami karakteriktik, fitur, persyaratan dan risiko yang melekat pada Produk yang bersangkutan;
        2. Mempertimbangkan kebutuhan dan tujuan investasi Nasabah dan telah membuat penilaian secara mandiri;
        3. Melakukan penilaian apakah transaksi dan/atau investasi pada Produk yang bersangkutan sesuai untuk Nasabah.
      3. Nasabah memiliki kapasitas dan kewenangan penuh untuk bertindak dan melakukan tindakan hukum termasuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melakukan transaksi, memberikan instruksi, otorisasi dan memberikan persetujuan serta menandatangani perjanjian , formulir dan dokumen-dokumen lainnya yang dipersyaratkan oleh Bank.
      4. pelaksanaan transaksi , instruksi dan kewajiban Nasabah berdasarkan Syarat dan Ketentuan ini tidak dan tidak akan melanggar dan bertentangan dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
      5. Nasabah bertanggung jawab atas setiap keperluan pajak Nasabah sendiri dan untuk memastikan kepatuhan atas pajak tersebut (i) Nasabah telah mematuhi semua ketentuan hukum yang berlaku terkait dengan pajak , (ii) Nasabah belum melakukan atau tidak akan melakukan kejahatan pajak berat atau dikenai proses penyelidikan atau proses pidana baik di yurisdiksi Republik Indonesia atau yurisdiksi lainnya sehubungan dengan masalah pajak, dan (iii) tidak satu pun dari aset-aset Nasabah merupakan hasil dari kejahatan pajak.
      6. wajib bekerjasama dan bersifat kooperatif sehubungan dengan penyelidikan yang mungkin diajukan oleh Bank untuk tujuan kepatuhan atas peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk memberikan semua informasi dan/atau dokumen yang relevan yang mungkin diperlukan untuk proses penyelidikan tersebut.
      7. Nasabah wajib menginformasikan dengan segera kepada Bank dalam hal terjadi kejadian kelalaian atau setiap keadaan yang mungkin memiliki potensi terjadi kejadian kelalaian.
      8. melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan bahwa semua tagihan, cek dan atau instrumen keuangan yang diperlihatkan dan/atau disampaikan kepada Bank untuk tujuan apapun adalah otentik dan sesuai dengan asli yang dimiliki oleh Nasabah.
      9. tidak sedang dalam proses likuidasi, pailit atau sedang dimohonkan pailit, ataupun dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan.
      10. dengan ini bertindak dengan secara independen dan bebas dari pengaruh pihak lain manapun juga.
      11. tidak adanya kelalaian ataupun peristiwa yang dapat dianggap sebagai kelalaian yang timbul atau akan timbul sehubungan dengan pelaksanaan transaksi berdasarkan Syarat dan Ketentuan ini.
      12. akan melaksanakan setiap transaksi perbankan pada Bank dengan baik dan penuh tanggung-jawab serta tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, undang-undang serta peraturan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.
      13. dengan ini bersedia bertanggung-jawab atas segala tuntutan dari pihak ketiga serta mengganti segala kerugian yang diderita oleh Bank sehubungan dengan adanya pelanggaran terhadap pernyataan dan jaminan sebagaimana tercantum dalam Pasal ini.
      Setiap pernyataan dan jaminan yang diatur didalam Pasal ini wajib terus berlaku dan memiliki kekuatan penuh selama Syarat dan Ketentuan ini berlaku dan selama Nasabah melakukan pembelian Produk dan/atau menggunakan Layanan Bank.

    14. Penjelasan Produk Dan Layanan. Nasabah dengan ini menyatakan bahwa Bank telah memberikan penjelasan dan informasi yang cukup mengenai karakteristik Produk dan/atau Layanan yang ditawarkan/dipasarkan kepada Nasabah melalui fitur Enterpreneur One ini dan Nasabah telah mengerti dan memahami segala konsekuensi pemanfaatan Produk tersebut termasuk manfaat, risiko dan biaya-biaya yang melekat pada Produk yang ditawarkan/dipasarkan Bank tersebut.

    15. Jaminan LPS
      1. Simpanan Nasabah yang tersimpan dalam Rekening Nasabah dijamin dalam program penjaminan yang diselenggarakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh LPS.
      2. LPS menjamin simpanan Nasabah yang berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.
      3. Nilai simpanan paling tinggi milik Nasabah yang dijamin oleh LPS ditentukan dalam ketentuan LPS yang berlaku. Nilai simpanan yang dijamin tersebut meliputi pokok ditambah bunga.
      4. Selain memenuhi besaran nilai simpanan yang dijamin, nasabah juga wajib memenuhi syarat-syarat berikut:
        1. Simpanan Nasabah tercatat dalam pembukuan Bank;
        2. Nasabah tidak memperoleh bunga simpanan yang melebihi tingkat suku bunga wajar yang ditetapkan oleh LPS; dan
        3. Nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan Bank, misalnya memiliki kredit macet di Bank.
      5. Apabila Nasabah memperoleh bunga simpanan melebihi suku bunga wajar yang ditetapkan oleh LPS, maka atas simpanan tersebut tidak dijamin oleh LPS secara keseluruhan (baik pokok maupun bunga).

    16. Ganti Kerugian. Nasabah akan segera mengganti kerugian Bank, para pejabat, karyawan, wakil Bank/penerima kuasa, secara penuh dari dan terhadap semua tuntutan, klaim perintah tuntutan kerugian (secara langsung maupun tidak langsung sebagai akibat) dari kerusakan, biaya dan ongkos (termasuk semua bea, pajak, dan pungutan lainnya serta biaya hukum atas dasar penggantian penuh) dan semua kewajiban dalam bentuk apapun atau despkripsi apapun yang ditanggung oleh Bank atau timbul langsung atau tidak langsung sehubungan dengan pelaksanaan, kinerja atau pelaksanaan Syarat dan Ketentuan ini atau perjanjian lain termasuk tetapi tidak terbatas pada:
      1. Pengoperasian Rekening;
      2. Ketentuan Layanan dan/atau Produk dari Bank kepada Nasabah;
      3. Bank mengambil, berdasarkan pada dan bertindak atas atau tidak bertindak atas Instruksi yang diberikan atau tampaknya diberikan oleh Nasabah, terlepas dari keadaan yang berlaku pada saat Instruksi tersebut atau sifat transaksi dan meskipun terdapat kesalahan, kesalahpahaman, pemalsuan atau kurang kejelasan dalam memberikan, menerima atas isi Instruksi tersebut, termasuk pada saat Bank percaya dengan itikad baik bahwa Instruksi atau informasi yang diberikan melebihi kekuasaan yang diberikan Nasabah atau dimana Bank dalam bertindak demikian akan menyebabkan pelanggaran atas kewajiban yang ditentukan Bank;
      4. Kegagalan Nasabah untuk membayar atau membayar kembali kepada Bank pada saat jatuh tempo setiap nilai yang terhutang kepada Bank (termasuk bunganya);
      5. Pelanggaran atas satu atau lebih ketentuan dalam Syarat dan Ketentuan ini oleh Nasabah;
      6. Pelaksanaan hak oleh Bank (termasuk hak menjual, set-off, memperoleh kembali pembayaran atau pelaksanaan tuntuan) sesuai dengan atau sehubungan dengan Syarat dan Ketentuan ini dan/atau Rekening; dan
      7. Bank menggunakan sistem atau cara komunikasi atau pengiriman didalam melaksanakan Instruksi Nasabah yang mengakibatkan kerugian, distorsi, atau duplikat Instruksi tersebut.

    17. Kewajiban Pembayaran Oleh Bank. Apabila terdapat mata uang yang merupakan kewajiban pembayaran Bank yang tidak tersedia karena adanya pembatasan konversi, pengiriman, pengambilalihan, tindakan, perintah, ketentuan, dan peraturan pemerintah, pengiriman sukarela, pengambilan cara paksa, pelaksanaan kekuasaan tentara atau perampasan kekuasaan, tindakan perang atau perselisihan sipil, persatuan keuangan atau pertukaran atau penyebab serupa yang berada di luar kekuasaan Bank, Bank dianggap telah memenuhi kewajiban pembayaran dengan melakukan pembayaran dalam mata uang lain (pada kurs yang berlaku di Bank) seperti yang dianggap pantas oleh Bank.

  2. SYARAT DAN KETENTUAN PEMBUKAAN REKENING
    1. Pembukaan Rekening
      1. Untuk keperluan fitur pembukaan Rekening di Bank, Nasabah wajib memberikan data dan dokumen yang dipersyaratkan oleh Bank.
      2. Nasabah setuju bahwa Bank berhak meminta informasi dan dokumen tambahan sesuai dengan kebutuhan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta melakukan verifikasi atas informasi dan dokumen tersebut.
      3. Nasabah menjamin bahwa semua dokumen dan keterangan yang diberikan kepada Bank adalah benar, lengkap, merupakan data terkini dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
      4. Nasabah wajib memberitahukan dan menyampaikan perubahan data kepada Bank apabila terdapat perubahan data dan perubahan tersebut hanya berlaku jika pemberitahuan data telah diterima dan/atau disetujui oleh Bank.
      5. Nasabah setuju bahwa Bank berhak untuk melakukan pengkinian data Nasabah sesuai ketentuan Bank Indonesia dan/atau institusi perbankan.
      6. Seluruh data, keterangan, informasi, pernyataan dan/atau dokumen yang diperoleh Bank berkenaan dengan Nasabah maupun kegiatan usaha atau transaksi Nasabah, akan menjadi milik Bank dan Bank berhak untuk mencocokkan, menilai, merahasiakan atau menggunakannya untuk kepentingan Bank sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku tanpa kewajiban Bank untuk memberitahukan atau meminta persetujuan terlebih dahulu dari Nasabah, ataupun memberikan jaminan atau ganti rugi apapun dan dengan alasan apapun kepada Nasabah.

    2. Pembatalan Permohonan Pembukaan Rekening. Kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, Nasabah setuju bahwa Bank , atas penilaiannya sendiri, dapat membatalkan permohonan pembukaan Rekening yang diajukan oleh Nasabah/calon Nasabah dengan menyampaikan alasan penolakan tersebut kepada Nasabah/calon Nasabah.

    3. Pembatalan Dan Penghentian Pembayaran Cek/Bilyet Giro Oleh Nasabah
      1. Apabila Nasabah atau kuasanya atau agennya ingin membatalkan atau menghentikan pembayaran cek/bilyet giro yang telah dikeluarkan oleh Nasabah atau kuasanya atau agennya, Bank harus menerima Instruksi lengkap secara tertulis serta informasi lengkap mengenai cek/bilyet giro tersebut, termasuk
        1. nomor cek/bilyet giro;
        2. tanggal pengeluaran;
        3. nama penerima (bila ada); dan
        4. jumlahnya.
        Setelah menerima Instruksi tertulis ini, Nasabah atau kuasanya atau agennya wajib mengisi dokumen lain yang dipersyaratkan oleh Bank. Instruksi penghentian pembayaran akan dilakukan oleh Bank berdasarkan usaha terbaik Bank dan Bank atas kebijakannya sendiri dan/atau berdasarkan peraturan Bank Indonesia dapat memilih untuk tidak melaksanakan Instruksi tertulis ini karena alasan apapun.
      2. Apabila Instruksi penghentian pembayaran sebagaimana dimaksud di atas dilaksanakan oleh Bank, Nasabah atau kuasanya atau agennya memberi persetujuan dan tidak dapat ditarik kembali untuk menanggung dan setiap saat mengganti rugi kepada Bank untuk semua biaya, kerugian, kerusakan, atau tanggung jawab yang timbul atau diderita oleh Bank sebagai akibat tidak dibayarnya Cek/Bilyet Giro tersebut.
      3. Bank akan berusaha sebaik mungkin untuk melaksanakan Instruksi Nasabah atau kuasanya atau agennya tetapi Bank tidak bertanggung jawab atas kegagalan dalam pelaksanaanya karena sebab apapun.

    4. Penundaan Rekening/Dorman. Dalam hal Rekening tidak aktif atau dorman selama jangka waktu yang ditentukan oleh Bank, Nasabah setuju bahwa Bank berhak untuk mengenakan syarat dan ketentuan sehubungan dengan pengoperasian Rekening (-Rekening) tersebut termasuk biaya-biaya yang timbul sesuai kebijakan Bank.

    5. Cerukan Pada Rekening
      1. Nasabah berjanji untuk memastikan agar tidak terjadi cerukan pada Rekening, meskipun sementara, kecuali apabila Bank berdasarkan kebijakannya mengijinkan atau dengan persetujuan sebelumnya dari Bank dan persetujuan tersebut tunduk kepada Syarat dan Ketentuan yang ditentukan oleh Bank dari waktu ke waktu.
      2. Saldo debet pada Rekening wajib diselesaikan segera oleh Nasabah. Nasabah atas permintaan Bank akan membayar semua bunga dan biaya pada saldo debet yang akan dihitung pada tingkat suku bunga yang ditentukan oleh Bank dari waktu ke waktu dan bunga tersebut dihitung secara harian dan dikenakan pada akhir setiap bulan atau pada waktu yang ditentukan oleh Bank dari waktu ke waktu.

    6. Rekening Perorangan/Bersama
      1. Apabila Nasabah adalah Nasabah perorangan, Bank hanya mengakui ahli waris dalam hal Nasabah meninggal dunia. Setelah menerima pemberitahuan kematian Nasabah, Bank berhak membekukan Rekening sampai ahli waris Nasabah memberikan dan melengkapi dokumen yang disyaratkan oleh Bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada Bank. Terlepas dari yang disebutkan di atas, Bank berhak untuk meminta bukti ahli waris dalam bentuk dokumen yang dapat diterima oleh Bank dan bukti-bukti lainnya yang diperlukan Bank, sehingga Bank dapat mengetahui ahli waris yang berhak dengan ketentuan hukum yang berlaku.
      2. Apabila Rekening (-Rekening) dibuka atas nama dua orang atau lebih (“Rekening Bersama”), orang-orang tersebut secara bersama-sama dan/atau sendiri-sendiri bertanggung jawab atas kewajiban yang timbul dari Rekening Bersama.
        1. Apabila Rekening Bersama dioperasikan dengan tanda tangan tunggal, Instruksi dari salah satu pemegang Rekening Bersama akan diterima oleh Bank dan Instruksi tersebut mengikat para pemegang Rekening Bersama yang lainnya.
          Pada saat diterimanya pemberitahuan kematian salah satu dari pemegang Rekening Bersama, Bank berhak untuk:
          1. membekukan Rekening Bersama dan menahan seluruh saldo kredit sampai pengganti pemegang Rekening Bersama memberikan akta atau dokumen yang diperlukan oleh Bank sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku atau;
          2. membayar saldo kredit dalam Rekening Bersama kepada pemegang rekening yang masih ada dan ahli waris (nasabah yang meninggal dunia), dan apabila terdapat lebih dari satu pemegang rekening yang masih ada, maka kepada para pemegang rekening dan ahli waris tersebut, dengan syarat sebelum dilakukan pembayaran tersebut, hutang salah satu pemegang Rekening Bersama kepada Bank akan dilunasi dengan saldo kredit Rekening Bersama.

        2. Apabila Rekening Bersama dioperasikan dengan wewenang tanda tangan bersama, Instruksi lisan atau Instruksi melalui fasilitas e-banking tidak dapat diterima oleh Bank. Instruksi tertulis wajib diberikan oleh para pemegang Rekening dalam satu atau lebih Instruksi, yang semuanya merupakan satu dokumen yang sama.

        3. Para Pemegang Rekening Bersama dan para ahli warisnya, bersama-sama dengan para pemegang Rekening Bersama, berjanji untuk membebaskan Bank terhadap semua klaim, biaya, ongkos, kerugian dan kerusakan, termasuk yang timbul dari:
          1. Pembayaran saldo kredit di Rekening Bersama kepada Para Pemegang rekening yang masih hidup dengan cara seperti tersebut di atas;
          2. Pembekuan Rekening Bersama dan penahanan saldo kredit dalam Rekening Bersama dengan cara seperti tersebut di atas; dan
          3. Perselisihan antara para pemenang Rekening Bersama dan perwakilan perorangan pemegang Rekening Bersama yang sudah meninggal dunia. Bank berhak mendebet Rekening Bersama untuk klaim, ongkos, biaya, kerugian dan kerusakan atas kebijakan Bank sendiri.

    7. Deposito Berjangka
      1. Bank dapat menerima penempatan Deposito Berjangka dalam mata uang Rupiah dan valuta asing dengan nilai minimum penempatan tertentu, mengacu kepada ketentuan internal Bank dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
      2. Tanda bukti atas penempatan Deposito Berjangka dapat diterbitkan Bank dalam bentuk Bilyet Deposito atau Konfirmasi Deposito atau bentuk lainnya.
      3. Jangka waktu penempatan Deposito Berjangka dapat diperpanjang sesuai permintaan Nasabah kepada Bank sebelum jatuh tempo, atau dapat diperpanjang secara otomatis (automatic roll over) sesuai Instruksi Nasabah pada saat penempatannya.
      4. Tingkat suku bunga setiap Deposito Berjangka tercantum pada tanda bukti penempatannya dan dapat berubah mengacu pada tingkat suku bunga yang ditetapkan Bank pada saat perpanjangan jangka waktu Deposito Berjangka.
      5. Penempatan Deposito Berjangka dengan dana yang berasal dari cek/bilyet giro baru berlaku efektif setelah dana hasil pencairannya berhasil diterima oleh Bank.
      6. Bank berhak mengatur syarat dan ketentuan khusus untuk Deposito Berjangka, yang akan diberitahukan kepada Nasabah pada saat penempatan Deposito Berjangka. Ketentuan khusus tersebut menjadi satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dengan Syarat dan Ketentuan ini.

    8. Inkaso
      1. Semua cek/bilyet giro yang dikreditkan akan diterima oleh Bank sebagai agen untuk inkaso dan Bank dapat mengirimkan cek/biliyet giro tersebut untuk inkaso kepada pihak yang mengeluarkan, pihak yang kena tarik atau pihak pembayar lainnya untuk ditangani sesuai dengan peraturan mereka sendiri. Cek/bilyet giro dalam Mata Uang Asing serta postal dan money orders yang diterima untuk inkaso akan dikreditkan hanya setelah pembayaran diterima oleh Bank.
      2. Setiap pengiriman dana baik melalui pos, telegraph atau elektronik atau negotiable instrument yang diterima untuk dikreditkan tidak dapat ditarik kembali sampai dana telah diterima oleh Bank. Apabila pengiriman tersebut dibatalkan karena alasan apapun, Rekening Nasabah akan didebet segera dan Bank akan menarik kembali bunga yang telah dihitung atau dikredit sehubungan dengan hal tersebut.
      3. Bank dapat menolak menerima inkaso cek/biliyet giro dan instrument lainnya yang ditarik pada pihak ketiga. Apabila diterima oleh Bank, maka penerimaan ini tanpa kewajiban kepada Bank dan Nasabah bertanggung-jawab penuh atas kebenaran dan validitas semua endorsemen. Cek/bilyet giro atau instrument lainnya dengan beberapa endorsemen tidak diterima oleh Bank kecuali telah diatur sebelumnya dengan Bank.
      4. Semua cek, promes, wesel dan Instruksi pembayaran lainnya (selanjutnya disebut sebagai ”item”) yang diterima oleh Bank untuk dikreditkan ke rekening tunduk kepada syarat dan ketentuan di bawah ini:
        1. Apabila pembayaran dilakukan ke dalam Rekening, kredit yang dilakukan dengan syarat dan dapat dibatalkan sampai dana dari pembayaran tersebut telah diterima oleh Bank.
        2. Bank dapat menyampaikan item langsung ke bank penerbit atau bank koresponden yang dipilihnya.
        3. Hak-hak Bank terhadap Nasabah atas setiap item tidak berkurang karena :
          1. kehilangan, kerusakan atau ditolaknya item;
          2. tuntutan yang dilaksanakan oleh Bank; atau
          3. Dibuatnya perjanjian (yang dengan ini diberikan wewenang oleh Nasabah) dengan pihak ketiga.
        4. Bank tidak bertanggung-jawab atas kegagalan atau keterlambatan yang timbul dari tetapi tidak terbatas pada:
          1. Instruksi penghentian pembayaran;
          2. kehilangan di pos;
          3. terlambat, kegagalan untuk diserahkan, diminta, untuk inkaso atau untuk mengeluarkan pemberitahuan penolakan pembayaran; atau
          4. penolakan item, voucher atau laporan.
        5. Nasabah dengan ini menyatakan untuk tidak memprotes, menyerahkan dan menolak item, dan dengan ini melepaskan haknya untuk mengklaim kembali atau meminta Set Off terhadap Bank.

    9. Penarikan Dana
      1. Penarikan dana tunai untuk jumlah berapapun yang ditempatkan dalam Rekening Mata Uang Asing tergantung dari tersedianya dana tunai Mata Uang Asing pada Bank. Pembayaran jumlah yang ditarik, kecuali disetujui oleh Bank, akan dilakukan dalam bentuk pengiriman telegrafis oleh Bank.
      2. Semua Rekening dan dana yang dibayarkan atau ditahan atau terhutang oleh Bank akan dibayarkan atau dibayarkan kembali oleh Bank pada cabang Bank di Indonesia.
      3. Penarikan dana oleh Nasabah akan dilakukan sedemikian rupa dan Nasabah akan mematuhi prosedur yang ditentukan oleh Bank dari waktu ke waktu berdasarkan kebijakan Bank sendiri. Penarikan dana dapat dilakukan setelah Bank menerima Instruksi penarikan yang dapat diterima oleh Bank termasuk pengadaan kartu identitas atau paspor oleh Nasabah atau penandatanganan yang dikuasakan. Kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank penarikan dana hanya dapat dilakukan secara tertulis dan ditandatangani sesuai dengan contoh tanda tangan dan wewenang yang diterima oleh Bank. Pengaturan yang dilakukan dengan Bank untuk Instruksi penarikan dana selain secara tertulis hanya dilakukan atas risiko Nasabah dan Bank tidak bertanggungjawab atas kerugian, kerusakan atau kewajiban yang timbul atau diderita oleh Nasabah sehubungan dengan pengaturan tersebut, sehubungan dengan hal ini Nasabah akan memberi ganti rugi kepada Bank atas biaya atau kewajiban yang mungkin timbul.
      4. Apabila Bank menerima Instruksi pendebetan apapun untuk pembayaran atau sehubungan dengan transaksi Nasabah dan/atau pembelian Produk Nasabah pada Bank, yang jumlah keseluruhan melebihi saldo Rekening Nasabah, maka Nasabah setuju bahwa Bank berhak menolak untuk bertindak sesuai dengan Instruksi tersebut.

    10. Cek/Bilyet Giro
      1. Cek/bilyet giro disediakan hanya untuk digunakan dengan Rekening Giro(atau rekening-rekening lain yang ditentukan oleh Bank dari waktu ke waktu). Cek/bilyet giro tidak dapat digunakan untuk menarik dana dari jenis rekening lainnya. Nasabah wajib memastikan ketersediaan dana yang cukup atas setiap Cek/Bilyet Giro yang diterbitkan pada Rekening.
      2. Cek/Bilyet Giro akan diserahkan kepada Nasabah atas risiko dan biaya Nasabah sendiri atau cara lain yang diminta oleh Nasabah dan disetujui oleh Bank berdasarkan kebijakan Bank.
      3. Cek/bilyet giro yang ditarik atas Bank harus diatas formulir cek/bilyet giro Bank yang dikeluarkan oleh Bank untuk rekening tersebut. Cek/bilyet giro wajib ditarik dalam mata uang tertentu untuk rekening tersebut. Cek/bilyet giro wajib diisi lengkap sehingga mencegah tambahan atau perubahan setelah dikeluarkan. Semua perubahan dan/atau tambahan wajib dikonfirmasinya dengan tanda tangan penuh oleh penandatangan dan tanda tangan tersebut merupakan bukti yang mutlak atas perubahan dan/atau tambahan tersebut.
      4. Cek/bilyet giro wajib ditandatangani sesuai dengan contoh tanda tangan yang diberikan oleh Nasabah kepada Bank. Cek/Bilyet Giro dapat ditolak oleh Bank apabila tidak sesuai, dan Bank dapat menolak membayar dana untuk cek dengan kata “pembawa” yang telah dibatalkan, tanpa kewajiban di pihak Bank. Bank tidak bertanggungjawab atas identitas penandatangan di halaman belakang Cek yang ditarik oleh pembawa dan berhak untuk menolak membayar Cek yang demikian. Nasabah bertanggungjawab penuh atas kebenaran dan validitas atas semua endorsemen yang tertera pada Cek yang ditarik atas rekening.
      5. Cek/Bilyet Giro yang disetor oleh Nasabah namun ditolak oleh bank penerbit, apabila dalam waktu 1 (satu) tahun sejak Cek/Bilyet Giro tersebut ditolak tidak diambil oleh Nasabah, maka Bank berhak menghancurkan Cek/Bilyet Giro tesebut.
      6. Nasabah bertanggungjawab penuh untuk menyimpan Cek/Bilyet Giro dan apabila Cek/Bilyet Giro tidak ditemukan, hilang atau dicuri, Nasabah harus segera memberitahukan Bank secara tertulis atau apabila pemberitahuan dilakukan secara lisan, harus diikuti dengan pemberitahuan tertulis, disertai dengan laporan kehilangan dari polisi. Laporan polisi yang diterima setelah jam 13.00 hanya dapat berlaku pada Hari Kerja berikutnya.
      7. Pada penutupan rekening, baik oleh Nasabah atau oleh Bank, semua formulir Cek/Bilyet Giro yang telah diberikan kepada Nasabah dan tidak terpakai adalah milik Bank dan Nasabah wajib mengembalikannya kepada Bank.
      8. Cek/bilyet giro kosong,
        1. Prosedur penarikan dana dengan cek/bilyet giro kosong diatur oleh dan tunduk kepada peraturan Bank Indonesia.
        2. Dalam hal sebuah Cek/Bilyet Giro disetorkan kepada bank lain atau pembayaran tanpa memiliki dana yang cukup, maka Cek/Bilyet Giro atau pembayaran tersebut akan dilaporkan kepada Bank Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Bank akan mengeluarkan surat peringatan kepada Nasabah.

    11. Pemblokiran Rekening Dan Pendebetan Rekening
      1. Karena alasan tertentu, Nasabah dapat mengajukan permintaan kepada Bank agar Bank melakukan pemblokiran terhadap Rekening miliknya menurut cara/prosedur yang ditetapkan oleh Bank dari waktu ke waktu.
      2. Jika terdapat pemberitahuan bahwa Nasabah meninggal dunia atau menjadi tidak cakap hukum, maka Bank berhak dengan berdasarkan itikad baik dan prinsip kehati-hatian akan memblokir sementara waktu pengoperasian Rekening tersebut. Pencabutan pemblokiran dilakukan jika terdapat bukti bahwa Nasabah masih hidup/ masih cakap hukum atau atas permintaan dari pihak lain (misalnya ahli waris yang sah, pengampu/kurator) berdasarkan bukti-bukti yang diterima oleh Bank.
      3. Khusus untuk Rekening Bersama, jika terjadi perselisihan diantara para Nasabah pemilik Rekening Bersama, dan salah satu diantara para Nasabah Rekening Bersama meminta Bank untuk memblokir dana yang ada pada Rekening Bersama, maka dana yang ada pada Rekening Bersama tidak dapat dipergunakan oleh para Nasabah Rekening Bersama sampai dengan adanya permohonan atau Instruksi tertulis pembukaan blokir dari para Nasabah Rekening bersama atau adanya suatu keputusan hukum yang bersifat memaksa.
      4. Khusus untuk Rekening Dana Nasabah, jika terdapat permintaan dari Perusahaan Efek atau Bank Kustodian (sebagaimana relevan).
      5. Nasabah setuju bahwa Bank berhak melakukan pemblokiran atas Rekening Nasabah berdasarkan pertimbangan Bank bahwa tindakan pemblokiran tersebut merupakan tindakan pengamanan atas aset Nasabah, termasuk tetapi tidak terbatas pada pemblokiran dalam hal kematian salah satu Nasabah rekening gabungan. Nasabah dengan ini membebaskan Bank atas segala gugatan dan/atau tuntutan pihak manapun berkenaan dengan pemblokiran tersebut.
      6. Nasabah memberikan wewenang dan hak penuh kepada Bank untuk melakukan pemblokiran atas Rekening Nasabah dalam hal terdapat kecurigaan terjadinya pemalsuan, laporan dugaan tindakan pidana atau kejadian-kejadian lainnya yang dapat berakibat pada kerugian terhadap Bank dan/atau Nasabah.
      7. Atas perintah/Instruksi pejabat yang berwenang menurut Undang-Undang, Nasabah setuju bahwa Bank berhak untuk memblokir Rekening Nasabah sampai dengan adanya perintah/Instruksi lebih lanjut dari instansi/pejabat tersebut untuk mencabut pemblokiran tersebut.
      8. Dalam hal terjadi pemblokiran Rekening Nasabah oleh Bank atau pihak kepolisian dan/atau kejaksaan, atau penyitaan oleh Pengadilan dan/atau instansi yang berwenang, maka Nasabah membebaskan Bank dari segala tuntutan, gugatan maupun ganti rugi dengan alasan apapun dan dari pihak manapun.
      9. Nasabah setuju bahwa untuk kepentingan Nasabah, Bank berhak untuk melakukan pemblokiran Rekening dalam hal terdapat adanya indikasi dan/atau dugaan sengketa intern dari Nasabah ataupun karena hal lain yang dapat merugikan Naabah sampai adanya bukti penyelesaian sengketa yang diterima oleh Bank.
      10. Bank setiap saat wajib untuk memperbaiki kesalahan/kekeliruan yang dibuat oleh Bank, baik karena kekeliruan oleh karyawan atau karena adanya gangguan/error pada sistem Bank atau, karena adanya kesalahan dari bank asal pengirim dana dan bank tersebut meminta dilakukan pengembalian dana, dalam hal baik mengkredit atau mendebet Rekening atau dalam menjalankan segala Instruksi yang berkaitan dengan hal tersebut. Dalam hal terjadi kesalahan dan/atau kekeliruan yang dibuat oleh bank dan/atau bank asal pengirim dana tersebut, maka Nasabah dengan ini menyatakan memberikan persetujuan dan kuasa kepada Bank untuk mendebet kembali Rekening, dalam hal Bank harus melakukan pendebetan Rekening untuk memperbaiki kesalahan/kekeliruan tersebut.

    12. Penutupan Rekening (-Rekening)
      1. Apabila Nasabah ingin menutup Rekening(-Rekening), Nasabah wajib memberikan Instruksi tertulis kepada Bank dan memenuhi prosedur yang ditentukan oleh Bank.
      2. Pada penutupan Rekening (-Rekening):
        1. Sesuai dengan ayat a diatas Bank dapat membebaskan seluruh kewajibannya sehubungan dengan Rekening dengan membayarkan kepada Nasabah dalam mata uang Rekening sejumlah saldo kredit dalam Rekening.
        2. Nasabah akan segera mengembalikan kepada Bank cek/bilyet giro yang belum digunakan, atau bila tidak dikembalikan, Nasabah akan membebaskan Bank dari setiap kerugian, biaya atau ongkos yang timbul dari penyalahgunaan cek/bilyet giro tersebut.
        3. Bank berhak untuk menagih/mendapatkan pembayaran dari Nasabah atas kewajiban(-kewajiban) yang belum dipenuhi oleh Nasabah beserta bunga, denda, dan/atau biaya lain yang dikenakan terhadapnya (bila ada).
        4. Apabila setelah ditutupnya Rekening(-Rekening) masih terdapat sisa dana dalam Rekening(-Rekening) tersebut, maka sisa dana akan tetap menjadi milik Nasabah dan Bank akan mengkreditkan dana tersebut ke rekening lain atas nama Nasabah pada Bank atau rekening penampungan, setelah dipotong biaya penutupan Rekening dan biaya-biaya lainnya serta kewajiban-kewajiban pembayaran yang belum dipenuhi oleh Nasabah (termasuk cerukan) kepada Bank.
        5. Sisa dana yang terdapat dalam rekening penampungan sebagaimana dimaksud dalam butir (iv) diatas yang belum atau tidak ditarik oleh Nasabah tidak mendapatkan bunga atau kompensasi apapun, serta Bank berhak untuk membebani biaya administrasi atau sisa dana dalam rekening penampungan tersebut. Apabila Nasabah tidak juga melakukan penarikan atau tidak memberikan Instruksi apapun kepada Bank atas dana yang masuk ke dalam rekening penampungan tersebut maka Bank berhak untuk melakukan tindakan(-tindakan) yang diatur dalam ketentuan hukum dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
      3. Tanpa mengurangi ketentuan umum di atas, pada saat terjadi salah satu kejadian di bawah ini, Bank berhak (dengan pemberitahuan) untuk menutup Rekening (-Rekening):
        1. Kegagalan Nasabah untuk memenuhi Syarat dan Ketentuan ini;
        2. Terdapat alasan untuk mengajukan permohonan bankrupt terhadap Nasabah;
        3. Bila Nasabah Meninggal dunia, menjadi tidak waras atau tidak mampu lagi;
        4. Permohonan yang diajukan oleh suatu pihak untuk penunjukan kurator;
        5. Jika dalam pelaksanaan kewajiban sesuai dengan Syarat dan Ketentuan ini menjadi bertentangan dengan hukum;
        6. Apabila saldo Rekening berada di bawah jumlah minimal yang ditentukan oleh Bank dari waktu ke waktu;
        7. Menurut pertimbangan Bank penggunaan Rekening tidak sesuai dengan tujuan Pembukaan Rekening;
        8. Apabila nama Nasabah tercantum dalam Daftar Hitam yang dikeluarkan oleh:
          1. Bank Indonesia (Bank Sentral);
          2. Lembaga Internasional (misalnya daftar teroris yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB));
          3. Lembaga Pemerintah/ Instansi yang berwenang;
          4. Daftar pengawasan Bank;
          5. Adanya perintah/Instruksi dari pejabat yang berwenang menurut Undang-Undang yang berlaku;
        9. Karena sebab apapun atas pertimbangan Bank.
      4. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia mengenai penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme pada Bank Umum, Bank wajib menolak transaksi, membatalkan transaksi dan/atau menutup hubungan usaha dengan Nasabah, apabila:
        1. Kriteria kelengkapan dokumen pendukung data/informasi yang diberikan oleh Nasabah tidak memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme pada Bank Umum;
        2. Keterangan atau informasi yang diberikan oleh Nasabah patut diragukan kebenarannya dan/atau dokumen yang digunakan diketahui dan patut diduga palsu;
        3. Memiliki sumber dana transaksi yang diketahui dan/atau patut diduga berasal dari hasil tindak pidana;
        4. Oleh karenanya Nasabah membebaskan Bank dari segala tuntutan hukum yang berlaku dalam bentuk apapun baik langsung maupun tidak langsung terkait dengan pelaksanaan kewenangan Bank sebagaimana tersebut diatas.

    13. Sarana Perbankan Elektronik (Delivery Channel)
      1. Sepanjang Nasabah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Bank, Nasabah dapat menggunakan sarana perbankan elektronik (delivery channel), diantaranya ATM, Mobile Banking/Internet Banking untuk mendapatkan informasi perbankan dan/atau melakukan transaksi perbankan yang ditentukan oleh Bank.
      2. Nasabah wajib memiliki Personal Indentification Number (PIN) untuk menggunakan sarana perbankan elektronik (delivery channel).
      3. Setiap transaksi melalui sarana perbankan elektronik dibatasi dengan jumlah maksimum per hari sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank berdasarkan peraturan yang berlaku.
      4. Catatan Transaksi. Catatan transaksi melalui sarana perbankan elektronik yang dilakukan oleh Nasabah merupakan bukti mutasi Rekening yang ada pada Bank.
      5. Tanggung Jawab Nasabah Atas PIN. Bank tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian yang diderita oleh Nasabah terkait dengan:
        1. Segala penyalahgunaan PIN yang merupakan tanggung jawab Nasabah;
        2. Segala perintah, transaksi dan komunikasi penggunaan sarana perbankan elektronik (delivery channel) yang menjadi tanggung jawab Nasabah;
        3. Pembatalan Instruksi/perintah transaksi yang telah dilaksanakan oleh Bank;
        4. Segala kesalahan atau permasalahan terkait dengan hubungan/jaringan telekomunikasi;
        5. Segala perintah/Instruksi Nasabah yang tidak tepat atau tidak lengkap yang disampaikan melalui sarana perbankan elektronik (delivery channel);
        6. Segala kelalaian Nasabah untuk mengikuti petunjuk, prosedur dan instruksi yang paling baru dalam menggunakan sarana perbankan elektronik (delivery channel)yang disampaikan oleh Bank;
        7. Segala penundaan atau penolakan untuk menjalankan perintah/Instruksi Nasabah yang disampaikan melalui sarana perbankan elektronik (delivery channel);
        8. Segala kehilangan atau kerugian langsung dan tidak langsung atau akibat lain atau sehubungan dengan penggunaan sarana perbankan elektronik (delivery channel).
      6. Personal Identification Number (PIN)
        1. PIN ataupun password sebagai tanda pengguna dan nomor identifikasi pribadi hanya diketahui dan menjadi rahasia pribadi Nasabah.
        2. Nasabah berkewajiban untuk mengganti Personal Identification Number (PIN) yang diterima dari Bank.
        3. Segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan PIN oleh Nasabah terkait dengan transaksi perbankan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan risiko Nasabah.
      7. Kartu ATM. Terkait dengan sarana elektronik ATM, Nasabah setuju atas ketentuan sebagai berikut:
        1. Pengaktifan Kartu ATM. Permohonan penerbitan, pengaktifan, maupun perubahan fasilitas terhadap kartu ATM Bank wajib berdasarkan permohonan dari Nasabah dan disetujui oleh Bank.
        2. Penggantian dan Kehilangan Kartu ATM. (a) Nasabah dapat mengajukan permohonan penggantian kartu ATM dengan alasan yang disampaikan kepada Bank dan Nasabah setuju untuk menanggung segala biaya(-biaya) administrasi yang timbul. Dengan diterbitkannya kartu ATM yang baru, maka kartu ATM yang lama menjadi tidak berlaku; dan (b) kehilangan kartu ATM, PIN dan penyalahgunaan dan/atau berpindahtangannya kartu ATM dikarenakan ketidaksegajaan, kelalaian Nasabah atau sebab-sebab lain apapun, maka segala kerugian akibat hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari Nasabah dan Bank dibebaskan dari segala macam tuntutan ataupun gugatan, ganti rugi dalam bentuk apapun dengan alasan apapun.
        3. Penggunaan Kartu ATM Diluar Negeri. Untuk transaksi yang dilakukan di luar negeri dalam mata uang lain selain mata uang Rupiah akan dikonversikan oleh Bank ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan nilai tukar yang ditetapkan Bank yang berlaku pada saat transaksi dilaksanakan.
      8. Ketentuan-ketentuan khusus terkaitMobile Banking
        1. Perintah/Instruksi yang diberikan oleh Nasabah hanya dapat dilakukan/diberikan kepada Bank melalui nomor telepon selular/handphone Nasabah yang telah terdaftar di Bank.
        2. Sebelum menggunakan Mobile Banking, Nasabah wajib melakukan aktivasi nomor telepon selular/handphone terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan Bank.
        3. Nasabah wajib melakukan perubahan nomor telepon selular/handphone jika terjadi perubahan nomor telepon selular/handphone yang akan dipergunakan untuk melakukan transaksi Mobile Banking.

  3. SYARAT DAN KETENTUAN KARTU KREDIT
    1. Penerbitan, Penerimaan dan Penggunaan Kartu Kredit
      1. Kartu Kredit diterbitkan setelah Pemegang Kartu mengisi dan menandatangani formulir fitur Kartu Kredit serta memenuhi semua persyaratan yang ditentukan oleh Bank.
      2. Bank akan membuka Rekening Kartu untuk membebankan penggunaan Kartu Kredit yang antara lain berupa pembelian barang dan jasa, Pengambilan Tunai, biaya (-biaya) yang dikenakan atas Transaksi Kartu serta kewajiban-kewajiban lain Pemegang Kartu yang timbul berdasarkan Syarat dan Ketentuan ini sebagai akibat dari penggunaan Kartu Kredit.
      3. Bank dapat mengeluarkan Kartu Tambahan kepada orang yang ditunjuk oleh Pemegang Kartu Utama. Untuk itu Syarat dan Ketentuan ini berlaku pula untuk Kartu Tambahan. Pemegang Kartu Utama terikat dan bertanggung jawab atas penggunaan Kartu Tambahan. Pemegang Kartu Tambahan tidak diijinkan untuk melakukan Penarikan Tunai.
      4. Hanya Pemegang Kartu Utama yang berhak untuk menerima Kartu Kredit. Dalam hal Pemegang Kartu berhalangan, maka Bank akan memberikan Kartu Kredit tersebut pada penerima yang telah ditentukan sebelumnya oleh Pemegang Kartu dengan memberikan asli surat kuasa dan identitas diri penerima kuasa.
      5. Pada setiap Transaksi Kartu, Pemegang Kartu wajib menandatangani slip penjualan atau kupon mail order dan wajib menyimpan salinannya. Atas permintaan tertulis dari Pemegang Kartu, salinan slip penjualan dapat diberikan sesuai dengan kebijakan yang berlaku di Bank dengan biaya tambahan yang besarnya ditentukan oleh Bank. Pemberian salinan Slip tersebut dapat dilakukan dalam jangka waktu minimum 45 (empat puluh lima) hari kalender sejak diterimanya surat permintaan salinan tersebut diterima oleh Bank. Kelalaian Pemegang Kartu untuk menandatangani slip penjualan atau kupon mail order tidak akan melepaskan Pemegang Kartu dari kewajibannya berdasarkan Syarat dan Ketentuan ini.
      6. Bank tidak bertanggung jawab atas penolakan Mitra Dagang untuk menerima pembayaran dengan Kartu Kredit atas pembelian barang dan/atau jasa yang dilakukan oleh Pemegang Kartu.
      7. Bank tidak bertanggung jawab akan setiap perselisihan yang timbul yang menyangkut pembelian barang-barang/jasa oleh Pemegang Kartu. Perselisihan tersebut wajib diselesaikan sendiri oleh Pemegang Kartu dengan Mitra Dagang dan perselisihan tersebut tidak menyebabkan tertundanya pembayaran tagihan Kartu Kredit kepada Bank.
      8. Pemegang Kartu dapat dilindungi oleh asuransi yang bekerjasama dengan Bank berdasarkan pilihan Pemegang Kartu. Bank akan membebankan biaya premi asuransi kepada Pemegang Kartu. Klaim asuransi sepenuhnya merupakan tanggung jawab perusahaan asuransi dan Pemegang Kartu membebaskan Bank dari segala tanggung jawab atas klaim asuransi tersebut. Pemegang Kartu setuju bahwa Bank adalah pihak yang ditunjuk oleh asuransi sebagai penerima uang pertanggungan yang akan digunakan untuk melunasi seluruh kewajiban Pemegang Kartu kepada Bank (”Banker”s Clause”). Jika ada sisa uang pertanggungan, maka Bank akan menyerahkannya kepada Pemegang Kartu atau ahli waris Pemegang Kartu.

    2. Masa Berlaku Kartu kredit
      1. Masa berlaku Kartu Kredit akan berakhir pada hari terakhir pada bulan dan tahun sebagaimana tercantum pada Kartu Kredit, kecuali jika terjadi pembatalan oleh Bank atau adanya permintaan Pemegang Kartu untuk menutup Kartu Kredit sebelum jangka waktu Kartu Kredit berakhir.
      2. Bila Pemegang Kartu tidak ingin memperpanjang masa berlaku Kartu Kredit, maka Pemegang Kartu wajib memberitahu Bank paling lambat 1 (satu) bulan sebelum masa berlaku Kartu Kredit berakhir dan diwajibkan untuk melunasi seluruh tagihannya.
      3. Dalam hal masa berlaku Kartu Kredit telah berakhir, Bank akan mengirimkan Kartu Kredit perpanjangannya yang akan berlaku secara otomatis setelah Pemegang Kartu melakukan aktivasi terlebih dahulu, akan tetapi Bank berhak karena pertimbangan-pertimbangannya untuk tidak memperpanjang masa berlaku Kartu Kredit tersebut.

    3. Pagu Kredit Limit Gabungan
      1. Bank berhak sepenuhnya menentukan Limit Gabungan yang diberikan kepada Pemegang Kartu.
      2. Pemegang Kartu tidak boleh melakukan Transaksi Kartu melebihi Limit Gabungan kecuali ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini.
      3. Dalam hal Pemegang Kartu memiliki lebih dari satu Kartu Kredit, maka jika Pemegang Kartu melakukan Transaksi Kartu atau Pengambilan Tunai (untuk Pemegang Kartu Utama) atau Cicilan Tetap pada salah satu Kartu Kredit, maka hal tersebut akan mengurangi sisa saldo pada Limit Gabungan, sehingga untuk pemakaian Kartu Kredit yang lain hanya dapat dilakukan sebesar sisa Limit Gabungan yang belum dipakai.
      4. Jika Pemegang Kartu menggunakan Kartu Kredit karena sebab apapun melebihi Limit Gabungan yang telah diberikan tanpa persetujuan Bank terlebih dahulu, maka Pemegang Kartu akan dikenakan biaya (over limit fee) yang besarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bank.
      5. Pemegang Kartu Utama dapat mengajukan permohonan kenaikan Limit Gabungan sementara ataupun tetap dan Bank berhak untuk menyetujui atau menolak permohonan kenaikan Limit Gabungan tersebut.
      6. Tanpa mengesampingkan pasal-pasal lain yang berkaitan yang diatur dalam Syarat dan Ketentuan ini, Bank atas kebijakannya sendiri dan dari waktu ke waktu dapat menaikan Limit Gabungan yang diberikan berdasarkan pada penilaian yang wajar oleh Bank terhadap Rekening Kartu yang akan diberitahukan oleh Bank kepada Pemegang Kartu dari waktu ke waktu.
      7. Kesediaan Bank untuk menyediakan limit Pemegang Kartu :
        1. Dapat dibatalkan sewaktu-waktu tanpa syarat (unconditionally cancelled at any time) oleh Bank, atau
        2. Dibatalkan secara otomatis oleh Bank apabila kondisi Pemegang Kartu menurun menjadi kurang lancar, diragukan atau macet berdasarkan ketentuan Bank Indonesia.

    4. Transaksi Kartu Kredit
      1. Pemegang Kartu bertanggung jawab penuh atas semua Transaksi Kartu yang dilakukan termasuk apabila Kartu Kredit yang telah diberikan oleh Bank kepada Pemegang Kartu hilang atau disalahgunakan oleh siapapun karena alasan apapun.
      2. Nilai semua Transaksi Kartu akan dibebankan pada Rekening Kartu dalam mata uang rupiah. Transaksi Kartu dalam mata uang selain rupiah, akan didebet ke Rekening Kartu sesudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan nilai tukar yang berlaku di Bank dari waktu ke waktu.
      3. Catatan atau administrasi Bank merupakan bukti yang sah dan mengikat Pemegang Kartu mengenai adanya maupun tentang jumlah kewajiban Pemegang Kartu yang terutang dan wajib dibayar oleh Pemegang Kartu pada Bank.

    5. Biaya dan Bunga
      1. Pemegang Kartu setuju untuk membayar biaya-biaya sebagai berikut:
        1. Iuran Tahunan atas Kartu Utama dan Kartu Tambahan;
        2. Biaya administrasi;
        3. Biaya-biaya yang timbul dari Rekening Kartu dan/atau Kartu Kredit yang dipergunakan serta biaya yang timbul sebagaimana diuraikan dalam Syarat dan Ketentuan ini.
      2. Pemegang Kartu setuju untuk membayar Bunga yang akan dibebankan dengan kondisi sebagai berikut:
        1. Pengambilan Tunai, dimana besarnya Bunga yang dibebankan berdasarkan pada prosentase yang akan ditentukan oleh Bank dan diberitahukan kepada Pemegang Kartu dari waktu ke waktu yang dihitung sejak tanggal Pengambilan Tunai dibukukan pada Rekening Kartu hingga jumlah itu dilunasi;
        2. Pemegang Kartu tidak dapat membayar kepada Bank Tagihan Bulan ini pada Tanggal Jatuh Tempo, maka sisa yang belum dibayar akan menimbulkan Bunga yang dihitung atas saldo harian rata-rata pada Jangka Waktu Penagihan. Dalam hal adanya Pembayaran Tertunggak atas Tagihan Bulan Ini maka semua transaksi baru setelahnya akan dibebankan Bunga terhitung sejak tanggal pembukuan pada Rekening Kartu. Bunga ini akan didebet pada tanggal terakhir dari Jangka Waktu Penagihan.
        3. Jika Pemegang Kartu tidak membayar Pembayaran Minimum pada Tanggal Jatuh Tempo, maka atas keterlambatan tersebut Pemegang Kartu dikenakan Biaya Keterlambatan dengan nilai yang ditentukan oleh Bank dan diberitahukan kepada Pemegang Kartu dari waktu ke waktu.
        4. Jika suatu instruksi tetap (standing instruction), cek, giro, atau pembayaran lain dari Pemegang Kartu tidak dapat dicairkan untuk membayar Tagihan Bulan Ini, maka Pemegang Kartu akan dikenakan Biaya Keterlambatan dan Bunga sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bank.
      3. Rincian Bunga dan biaya lain yang diberlakukan atas Kartu Kredit dan penggunaannya dapat diperoleh Pemegang Kartu berdasarkan permintaan kepada Bank.
      4. Bank tidak akan membebankan Bunga kepada Pemegang Kartu apabila Tagihan Bulan Ini dibayar penuh paling lambat pada Tanggal Jatuh Tempo dan dana telah efektif diterima oleh Bank sebelum Tanggal Jatuh Tempo.
      5. Bank berhak untuk sewaktu-waktu mengubah tingkat suku bunga, denda dan besarnya biaya-biaya tersebut di kemudian hari sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bank dengan pemberitahuan kepada Pemegang Kartu dengan cara yang dianggap sesuai oleh Bank.

    6. Pembayaran Tagihan
      1. Pemegang Kartu bertanggungjawab sepenuhnya atas penggunaan dan pembayaran tagihan Kartu Kredit yang diterbitkan Bank.
      2. Pembayaran tagihan yang dilakukan oleh Pemegang Kartu atas kewajiban Pemegang Kartu kepada Bank berlaku apabila Bank telah efektif menerima dana pembayarannya.
      3. Pembayaran tagihan yang dilakukan dengan menggunakan warkat Bank atau bank lainnya akan dikreditkan ke Rekening Kartu apabila dananya telah diterima efektif oleh Bank. Seluruh biaya berkaitan dengan warkat tersebut akan diperhitungkan sebagai pengurang jumlah pembayaran tagihan. Apabila terdapat penolakan atas setoran warkat tersebut, maka Pemegang Kartu akan dikenakan biaya administrasi atas penolakan sesuai ketentuan yang berlaku pada Bank.
      4. Secara umum, pembayaran yang diterima oleh Bank akan berlaku atas Rekening Kartu untuk menyelesaikan berbagai komponen yang belum dibayar dengan urutan sebagai berikut:
        1. Biaya dan Denda atas Kartu Kredit; sisa pembayaran akan dialokasikan untuk:
          1. Nilai Pokok Transaksi
          2. Bunga
        2. Setiap kelebihan pembayaran (setelah menyelesaikan hal-hal diatas) akan diperlihatkan sebagai saldo kredit atas Rekening Kartu Anda.
      5. Pemegang Kartu dapat melakukan instruksi pembayaran tagihan Kartu Kredit melalui debet rekening. Dalam hal terdapat perubahan atas instruksi tersebut, maka Pemegang Kartu wajib memberitahukan perubahan tersebut kepada Bank selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender sebelum Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran.
      6. Apabila Pemegang Kartu tidak membayar Tagihan Bulan Ini pada Tanggal Jatuh Tempo atau kurang bayar atas Pembayaran Minimum, maka Pemegang Kartu akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
        1. Biaya Keterlambatan minimum 3% (tiga persen) dari total Pembayaran Minimum atau minimum Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dan maksimum Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu Rupiah). Ketentuan Biaya Keterlambatan tersebut dapat berubah sesuai ketentuan yang berlaku di Bank,
        2. Kartu Kredit akan diblokir dan tidak dapat digunakan untuk melakukan transaksi dalam jangka waktu yang ditentukan oleh Bank kecuali telah dilakukan pembayaran,
        3. Limit Gabungan dapat diturunkan bila penunggakan berlanjut.
      7. Seluruh data Pemegang Kartu, termasuk status kelancaran bayar, akan dilaporkan secara bulanan kepada Bank Indonesia melalui Sistem Informasi Debitur (SID).
      8. Apabila Pemegang Kartu dinyatakan pailit oleh pengadilan atau meninggal dunia, maka seluruh kewajiban Pemegang Kartu menjadi jatuh tempo dan kewajiban tersebut wajib dibayar seketika dan sekaligus lunas oleh Pemegang Kartu (apabila pailit) atau oleh para ahli waris dari Pemegang Kartu (apabila meninggal).
      9. Tanpa mengesampingkan hak-hak Bank sebagaimana ditentukan dalam Syarat dan Ketentuan ini, jika Pemegang Kartu tidak dapat membayar kepada Bank, baik sebagian maupun seluruh jumlah yang terhutang pada Rekening Kartu Pemegang Kartu, Pemegang Kartu setuju dan dengan ini memberi kuasa kepada Bank untuk mencairkan dan mendebet dana yang ditempatkan dalam rekening koran/ tabungan/ deposito berjangka dan/ atau pada rekening-rekening lainnya milik Pemegang Kartu yang berada di Bank serta untuk melakukan perjumpaan hutang (set-off) dengan jumlah yang terhutang termasuk biaya-biaya yang timbul daripadanya termasuk hak Bank untuk mengambil pelunasan terhadap jaminan yang timbul dari fasilitas kredit dan fasilitas keuangan Pemegang Kartu pada Bank. Pemegang Kartu dengan ini memberikan kuasa kepada Bank untuk mendebet rekening-rekening simpanan tersebut dan/atau mengambil pelunasan terhadap jaminan-jaminan atas fasilitas kredit dan fasilitas keuangan milik Pemegang Kartu yang ada pada Bank sebesar jumlah yang terhutang termasuk biaya-biaya-biaya yang timbul daripadanya.

    7. Bea Materai
      Pemegang Kartu akan dibebankan bea materai untuk setiap Lembar Penagihan yang besarnya ditentukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    8. Lembar Penagihan
      1. Apabila terdapat kesalahan atau keberatan dari Pemegang Kartu terhadap perhitungan dalam rincian transaksi, maka Pemegang Kartu dapat memberitahukan secara tertulis mengenai hal tersebut kepada Bank dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal dicetaknya Lembar Penagihan. Dengan ketentuan Pemegang Kartu tetap wajib membayar kepada Bank sesuai dengan tagihan yang tertera dalam rincian transaksi, akan tetapi apabila kesalahan atau keberatan dapat diterima oleh Bank maka Bank akan mengkreditkan dana tersebut ke Rekening Kartu sebesar nilai kesalahan atau keberatan tersebut.
      2. Pemegang Kartu wajib menyimpan salinan bukti pembayaran atas pembelian barang/jasa maupun salinan bukti Pengambilan Tunai guna pencocokan perhitungan yang terdapat dalam rincian transaksi.

    9. Kartu Kredit Hilang/Dicuri dan Penyalahgunaan Kartu Kredit
      1. Apabila terjadi kehilangan/pencurian,dan/atau penyalahgunaan Kartu Kredit, maka:
        1. Pemegang Kartu wajib melaporkan kepada Bank mengenai kehilangan/pencurian, dan/atau penyalahgunaan Kartu Kredit melalui Call Center OCBC NISP segera setelah diketahui kehilangan/pencurian,dan/atau penyalahgunaan Kartu Kredit tersebut.
        2. Dalam hal terjadi penyalahgunaan Kartu Kredit, Pemegang Kartu wajib memberikan surat pernyataan mengenai telah terjadinya penyalahgunaan Kartu Kredit tersebut yang wajib diterima oleh Bank selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kalender terhitung sejak pelaporan penyalahgunaan melalui telepon sebagaimana dimaksud pasal 10.1 (ii) diterima oleh Bank.
        3. Bank akan melakukan pemblokiran atas Kartu Kredit Pemegang Kartu yang dilaporkan hilang/dicuri,dan/atau disalahgunakan.
        4. Bank tidak bertanggung jawab atas semua Transaksi Kartu yang terjadi sebelum dilaporkannya mengenai kehilangan/pencurian,dan/atau penyalahgunaan Kartu Kredit tersebut.
        5. Jika Pemegang Kartu menemukan Kartu Kredit-nya kembali, maka Pemegang Kartu tidak dapat menggunakan Kartu Kredit tersebut kembali. Pemegang Kartu wajib segera menggunting/memusnahkan Kartu Kredit tersebut.
      2. Pemegang Kartu dapat meminta kepada Bank untuk mengganti Kartu Kredit yang hilang/dicuri/disalahgunakan tersebut, namun Bank berhak atas pertimbangan sendiri untuk tidak mengeluarkan Kartu Kredit pengganti yang hilang/dicuri/disalahgunakan tersebut.
      3. Dalam hal Bank menyetujui untuk mengganti Kartu Kredit yang hilang/dicuri/disalahgunakan tersebut, Pemegang Kartu wajib membayar biaya penggantian Kartu Kredit yang besarnya ditetapkan oleh Bank. Syarat dan Ketentuan ini beserta perubahan-perubahannya berlaku pula untuk Kartu Kredit pengganti.

    10. Pembekuan Sementara, Pembatalan dan Pengakhiran Kartu Kredit
      1. Pemegang Kartu dapat mengakhiri hak Pemegang Kartu untuk menggunakan Kartu Kredit setiap saat dengan pemberitahuan tertulis kepada Bank atau secara lisan melalui Call Center OCBC NISP.
      2. Jika karena suatu sebab apapun Pemegang Kartu tidak dapat memenuhi Syarat dan Ketentuan ini termasuk apabila Pemegang Kartu menyalahgunakan Kartu Kredit dengan cara apapun juga, Bank dapat setiap saat tanpa pemberitahuan tertulis terlebih dahulu, berhak untuk membekukan sementara, membatalkan atau mengakhiri hak Pemegang Kartu menggunakan Kartu Kredit serta meminta kepada Pemegang Kartu untuk melunasi semua jumlah yang terhutang.
      3. Kartu Kredit tetap menjadi milik Bank sepanjang waktu.
      4. Dalam hal terjadi pembekuan sementara, pembatalan dan pengakhiran hak Pemegang Kartu maka seluruh jumlah yang belum dibayar yang timbul karena penggunaan Kartu Kredit menjadi jatuh tempo dan wajib dibayar kepada Bank.
      5. Dalam hal Pemegang Kartu tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran sebagaimana diatur dalam Syarat dan Ketentuan ini, maka Bank berhak untuk melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: memanggil Pemegang Kartu melalui media massa seperti koran, majalah, dan sebagainya dan/atau
        1. Mengajukan permohonan pailit terhadap Pemegang Kartu melalui Pengadilan Niaga dan/ atau
        2. Meminta pembayaran melalui pihak ketiga dan/atau dengan cara-cara lain yang dianggap layak oleh Bank.
      6. Pemegang Kartu bertanggung jawab untuk mengganti seluruh biaya, ongkos dan pengeluaran yang dikeluarkan oleh Bank untuk tindakan sebagaimana disebutkan dalam butir 5 diatas termasuk biaya jasa hukum secara penuh.

    11. Fasilitas
      1. Pengambilan Tunai Pemegang Kartu Utama dan Pemegang Kartu Tambahan (dengan PIN yang berbeda) dapat melakukan Pengambilan Tunai menggunakan Kartu Kredit pada Counter Bank atau ATM milik Bank/kelompok perusahaan Bank/ anggota asosiasi kelompok perusahaan Bank/anggota Bank Visa/ MasterCard/ ATM lain sebagaimana diberitahukan dari waktu ke waktu kepada Pemegang Kartu, dengan ketentuan sebagai berikut:
        1. Pemegang Kartu bertanggungjawab sepenuhnya atas segala transaksi yang terjadi dengan menggunakan Kartu Kredit pada Counter dan/atau ATM.
        2. Atas Pengambilan Tunai sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal ini, maka Pemegang Kartu memberi kuasa Kepada Bank untuk mendebet Rekening Kartu sebesar jumlah penarikan yang dilakukan dengan menggunakan Kartu Kredit tersebut.
        3. Pemegang Kartu tidak dapat melakukan Pengambilan Tunai melebihi Batas Pengambilan Tunai.
        4. Bank tidak bertanggungjawab atas kehilangan, suatu malfungsi, kerusakan pada Kartu Kredit dan/atau mesin ATM, ketidakcukupan sementara dana dalam mesin ATM tersebut dan sebagainya.
        5. Setiap Pengambilan Tunai akan dikenakan biaya administrasi dan Bunga yang besarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bank.

    12. Pembayaran Tagihan(-Tagihan) Bulanan
      1. Untuk setiap pendaftaran fasilitas pembayaran tagihan(-tagihan) (telepon, listrik, handphone, kartu kredit, asuransi, dll) oleh Pemegang Kartu kepada Bank, Pemegang Kartu dengan ini memberikan kuasa kepada Bank untuk melaksanakan pembayaran tagihan(-tagihan) tersebut senilai tagihan yang wajib dibayar oleh Pemegang Kartu. Kuasa tersebut berlaku terus menerus sampai dengan Pemegang Kartu melunasi seluruh kewajiban(-kewajiban) Pemegang Kartu yang masih terhutang kepada Bank.
      2. Bank tidak bertanggung jawab atas pemutusan hubungan telepon/listrik/handphone/ kartu kredit/asuransi, dll atau risiko lainnya sebagai akibat tidak dapat dilakukannya pembayaran tagihan(-tagihan) bulanan otomatis ini, karena Bank belum menerima nilai tagihan yang harus dibayarkan dan/atau akibat-akibat lain diluar kekuasaan Bank.
      3. Untuk setiap transaksi pembayaran tagihan otomatis berdasarkan pasal ini, Pemegang Kartu akan dibebankan biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bank.
      4. Bila Pemegang Kartu bermaksud menghentikan fasilitas pembayaran tagihan(-tagihan) bulanan otomatis ini, maka Pemegang Kartu wajib memberithukan secara tertulis kepada Bank mengenai waktu dimulainya penghentian dan disampaikan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sebelum dimulainya masa pembayaran tagihan(-tagihan) yang bersangkutan.

    13. Cross Default
      Pemegang Kartu setuju bahwa pelanggaran atas kewajiban Pemegang Kartu berdasarkan Syarat dan Ketentuan ini (termasuk tetapi tidak terbatas pada menunggak pembayaran kewajiban Pemegang Kartu) juga merupakan pelanggaran terhadap perjanjian pemberian fasilitas yang dibuat oleh dan antara Bank dan Pemegang Kartu demikian pula sebaliknya.

    14. Tata Cara Pengaduan
      1. Pemegang Kartu dapat menyampaikan semua keluhan yang menyangkut penggunaan Kartu Kredit melalui Call Center dengan nomor telepon 1500999 atau nomor lainnya yang diberitahukan oleh Bank dari waktu ke waktu.
      2. Pemegang Kartu wajib memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai keluhan yang disampaikan dan memberikan dokumen atau bukti apabila dibutuhkan.
  1. Beyond Banking
    Beyond Banking adalah layanan-layanan tambahan non keuangan yang akan diberikan oleh pihak ketiga yang bekerjasama dengan Bank, yang akan diinformasikan oleh Bank kepada Nasabah dari waktu ke waktu
  1. Autopayment dan Automatic Fund Transfer
    1. Untuk setiap pendaftaran fasilitas pembayaran tagihan(-tagihan) (telepon, listrik, handphone, kartu kredit, asuransi, dll) oleh Nasabah kepada Bank, Nasabah dengan ini memberikan kuasa kepada Bank untuk melaksanakan pembayaran tagihan(-tagihan) tersebut senilai tagihan yang wajib dibayar oleh Nasabah. Kuasa tersebut berlaku terus menerus sejak ditandatanganinya dan berakhir pada saat Rekening ditutup atau apabila kuasa tersebut diakhiri oleh Nasabah.
    2. Setiap pangajuan Autopayment dan Automatic Fund Transfer yang didafatarkan setelah tanggal 15 pada setiap bulan yang bersangkutan akan berlaku pada bulan berikutnya
    3. Nasabah setuju untuk menyediakan dana pada rekening relasi Nasabah yang didaftarkan untuk proses Autopayment dan Automatic Fund Transfer untuk proses pendebetan transaksi rutin melalui fasilitas Autopayment dan Automatic Fund Transfer. Kegagalan pendebetan Autopayment dan Automatic Fund Transfer karena dana pada rekening Nasabah tidak mencukupi, tidak menjadi tanggung jawab Bank.
    4. Bank tidak bertanggung jawab atas denda keterlambatan maupun pemutusan hubungan telepon/ listrik/handphone/ kartu kredit/ asuransi, atau risiko lainnya sebagai akibat tidak dapat dilakukannya pembayaran tagihan atau transfer otomatis, karena tidak cukupnya dana pada Rekening dan/atau Bank belum menerima nilai tagihan yang harus dibayarkan dan/atau kegagalan sistem/transmisi pengiriman pembayaran tagihan tersebut oleh Bank.
    5. Untuk setiap transaksi pembayaran tagihan dan transfer otomatis, Nasabah akan dibebankan biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bank.
    6. Nasabah setuju untuk segera menginformasikan kepada Bank apabila terdapat perubahan terkait dengan nomor faksimili, nomor telepon dan/atau rekening untuk proses pendebetan rutin pelaksanaan Autopayment dan Automatic Fund Transfer.
    7. Bila Nasabah bermaksud menghentikan fasilitas pembayaran tagihan atau transfer otomatis, maka Nasabah wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank mengenai waktu dimulainya penghentian dan disampaikan paling lambat 7 (tujuh) Hari Kerja sebelum dimulainya masa pembayaran fasilitas yang bersangkutan.
  2. Nasabah setuju bahwa layanan-layanan diatas dapat berakhir apabila (a) Nasabah tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada Syarat dan Ketentuan Layanan Perbankan ini atau (b) berdasarkan permintaan Nasabah. Dalam hal layanan tersebut berakhir karena sebab-sebab tersebut diatas, maka Bank berhak menarik seluruh fasilitas yang telah diberikan dan mengenakan biaya-biaya berdasarkan ketentuan yang berlaku.
  3. Nasabah mengetahui dan memahami bahwa Nasabah merupakan Nasabah(-nasabah) yang telah disetujui oleh Bank untuk menerima layanan-layanan sebagaimana dimaksud didalam Syarat dan Ketentuan ini.
  1. Persetujuan Pemberian Keterangan
    1. Nasabah dengan ini menyatakan dan menyetujui untuk memberikan izin dan wewenang kepada Bank dan para petugasnya untuk sewaktu-waktu mengungkapkan mengenai setiap atau semua informasi dan hal-hal khusus terkait dengan Nasabah kepada:
      1. Suatu pihak yang mengikatkan diri dalam suatu perjanjian dengan Bank termasuk agen-agen dan pihak ketiga yang ditunjuk atau terkait baik secara langsung atau tidak langsung terkait dengan Bank dimanapun;
      2. Para auditor, penasehat profesional termasuk penasihat hukum Bank dan pihak-pihak terkait dari Bank;
      3. Polisi dan pejabat publik yang melaksanakan penyidikan sehubungan dengan suatu pelanggaran termasuk dugaan pelanggaran/pencucian uang;
      4. Para penyedia jasa yang digunakan oleh Bank (termasuk jasa administrasi ataupun jasa-jasa lainnya) dengan ketentuan bahwa pihak tersebut berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan data yang bersangkutan;
      5. Setiap kurator yang ditunjuk oleh pengadilan atau atas permintaan Bank;
      6. Setiap orang atau badan yang diizinkan atau diperbolehkan untuk menerima pengungkapan berdasarkan ketentuan hukum dan perundang-undangan;
      7. Setiap perwakilan dan pejabat pemerintah atau otoritas yang berwenang di Indonesia atau di negara lain dimana berdasarkan perjanjian/ketentuan Bank harus menundukkan diri.
    2. Bank akan menggunakan prinsip kehati-hatian yang sepantasnya untuk memastikan agar informasi mengenai Nasabah, termasuk tidak terbatas pada rekening, transaksi dan orang yang berwenang dari pihak Nasabah diperlakukan secara rahasia.

  2. Penunjukan Agen atau Outsourcing. Nasabah setuju bahwa dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Bank berhak untuk melakukan outsourcing atau sub-kontrak dari setiap bagian pelaksanaan / pengoperasian (operation) perbankan Bank yang berhubungan dengan Produk dan Layanan yang diberikan kepada Nasabah kepada pihak ketiga berdasarkan syarat dan ketentuan yang dianggap baik oleh Bank, tanpa pemberitahuan atau persetujuan sebelumnya dari Nasabah. Pelaksanaan / pengoperasian (operation) oleh pihak ketiga tersebut termasuk clearing cek, pemeliharaan dan penyimpanan/pengarsipan dokumen dan rekaman, pembuatan kartu dan sebagainya. Bank bertanggungjawab atas setiap tindakan dan kelalaian dari pihak ketiga yang dipilih dan ditunjuk oleh Bank berdasarkan perjanjian kerjasama antara Bank dan pihak ketiga tersebut. Nasabah selanjutnya setuju bahwa Bank dapat menggunakan layanan atau jasa agen apapun untuk , dan mendelegasikan kepada agen tersebut pelaksanaan tugas dan hak-hak kami sehubugan dengan Produk dan Layanan termasuk produk-produk investasi lainnya yang ditawarkan kepada dan digunakan oleh Nasabah dengan syarat dan kondisi yang dianggap baik oleh Bank dan dengan memperhatikan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

  3. Keterpisahan. Apabila satu atau lebih ketentuan dalam Syarat dan Ketentuan ini dianggap tidak berlaku, tidak resmi atau tidak dapat dilaksanakan sehubungan dengan undang-undang yang berlaku, validitas, legalitas, dan berlakunya ketentuan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini tidak dipengaruhi atau berkurang karenanya.

  4. Kegagalan atau keterlambatan Bank untuk melaksanakan atau memberlakukan hak atau opsi sesuai dengan Syarat dan Ketentuan ini tidak merupakan pelepasan hak atau pembatasan, pengurangan atau penurunan hak Bank untuk mengambil tindakan atau melaksanakan hak terhadap Nasabah atau menyebabkan Bank bertanggungjawab atas kerugian atau kerusakan yang ditimbulkannya.

  5. Cabang Bank di yurisdikasi lain, anak perusahaan atau afiliasinya (apabila ada) tidak bertanggungjawah kepada Nasabah sehubungan dengan kewajiban-kewajiban Bank dan/atau kewajiban-kewajiban sesuai dengan Syarat dan Ketentuan ini.

  6. Force Majeure. Apabila Bank dihalangi atau terhalangi atau mengalami hambatan atau gagal dalam melaksanakan kewajibannya sehubungan dengan transaksi Nasabah pada Bank, dikarenakan adanya gangguan jaringan dan/atau dikarenakan timbulnya keadaan yang tidak dapat diramalkan atau di luar kemampuannya, termasuk tetapi tidak terbatas pada gempa bumi, angin puyuh, tanah longsor, kilat, kebakaran, ledakan, bencana alam, perang, kerusuhan, terorisme, perebutan kekuasaan, sabotase, embargo, mogok kerja masal, perubahan Peraturan Pemerintah ("Force Majeure"), maka Bank tidak memikul kewajiban apapun dan tidak dapat diminta pertanggungjawabannya oleh Nasabah atas setiap kehilangan dan/atau kerugian Nasabah yang timbul karena ketidakmampuan atau kegagalan Bank dalam melaksanakan kewajibannya tersebut.

  7. FATCA. Nasabah setuju bahwa dalam hal Nasabah merupakan subjek pajak berdasarkan Foreign Account Tax Compliance Act (“Subjek FATCA”), maka Nasabah akan melengkapi setiap dokumen(-dokumen) atau formulir(-formulir) yang dipersyaratkan oleh Bank terkait dengan FATCA dan menjamin kebenaran atas setiap informasi yang diberikan di dalam dokumen(-dokumen) atau formulir(-formulir) tersebut. Apabila status Nasabah berubah menjadi Subjek FATCA, maka Nasabah wajib selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah perubahan status tersebut menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Bank.

  8. Perubahan, Setiap saat berdasarkan kebijakannya dan dengan pemberitahuan kepada Nasabah dengan cara sebagaimana dimaksud dibawah ini, Bank dapat (i) mengubah satu atau lebih Syarat dan Ketentuan ini atau (ii) menghentikan ketentuan suatu jenis Rekening yang diatur didalam Syarat dan Ketentuan ini secara permanen. Perubahan tersebut akan berlaku mulai tanggal yang disebut dalam pemberitahuan, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal pemberitahuan dengan cara:
    1. Mengumumkan perubahan tersebut dalam Laporan Rekening yang dikirimkan kepada Nasabah; atau
    2. Memasang perubahan tersebut di Bank; atau
    3. Melalui pemberitahuan; atau
    4. Melalui media elektronik; atau
    5. Melalui cara komunikasi lain yang ditentukan oleh Bank atas kebijakannya sendiri.
    6. Apabila Nasabah melanjutkan menggunakan Rekening (-Rekening) setelah pemberitahuan tersebut, Nasabah dianggap telah menyetujui dan menerima perubahan-perubahan tersebut.

  9. Untuk tujuan penghentian Rekening sesuai dengan Syarat dan Ketentuan ini, Bank dan Nasabah dengan ini melepaskan ketentuan Pasal 1266 dari Undang-undang Hukum Perdata.

  10. Kuasa-kuasa yang diberikan oleh Nasabah pada Syarat dan Ketentuan ini tidak dapat dibatalkan, ditarik kembali serta dialihkan kepada siapapun dan oleh karena sebab apapun juga termasuk karena sebab-sebab sebagaimana yang termaksud dalam Pasal 1813, Pasal 1814 dan Pasal 1816 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

  11. Perbedaan Data. Dalam hal terjadi perbedaan data transaksi antara Nasabah dan Bank, maka data yang ada pada atau dimiliki oleh Bank merupakan data yang benar dan dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah bila terjadi perselisihan, kecuali Nasabah dapat membuktikan sebaliknya.

  12. Setiap laporan, advis, konfirmasi, pemberitahuan, pengumuman, permintaan dan semua korespondensi oleh Bank sesuai dengan Syarat dan Ketentuan ini (”Korespondensi”) akan dikirimkan kepada Nasabah atau wakilnya melalui faksimili atau surat elektronik (email) atau alamat korespondensi Nasabah yang tercatat di Bank.

  13. Nasabah dengan ini memberikan persetujuan bahwa Bank dapat melakukan penawaran Produk, Layanan maupun fasilitas perbankan kepada Nasabah, pada hari dan jam yang dianggap baik oleh Bank melalui sarana komunikasi pribadi Nasabah antara lain namun tidak terbatas pada telepon, handphone, surat elektronik (email) atau media komunikasi lain milik Nasabah yang terdaftar pada Bank.

  14. Hukum Yang Berlaku. Syarat dan Ketentuan ini tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia tetapi dalam memberlakukan Syarat dan Ketentuan ini Bank bebas memulai atau mengambil tindakan atau tuntutan atau apapun terhadap Nasabah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Indonesia tanpa membatasi hak Bank untuk melakukan tuntuan di pengadilan dan yuridiksi lainnya.

Dalam Syarat dan Ketentuan ini, kecuali dinyatakan lain dalam konteksnya, istilah-istilah di bawah ini mempunyai arti sebagai berikut:

“ATM (Anjungan Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine) adalah sarana transaksi elektronis milik Bank dan pihak lain yang bekerjasama dengan Bank untuk memudahkan Nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.

Bank” adalah PT Bank OCBC NISP Tbk suatu perusahaan perbankan yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, dengan seluruh kantor operasionalnya di Indonesia meliputi kantor pusat dan kantor cabang serta kantor lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PT. Bank OCBC NISP, Tbk.

"Batas Pengambilan Tunai" adalah batas maksimal penarikan uang tunai di Counter atau ATM sesuai dengan limit yang disetujui oleh Bank, dimana atas pengambilan uang tunai tersebut dikenakan Biaya Administrasi dan Bunga yang dihitung berdasarkan prosentase dari jumlah pengambilan atau minimal jumlah tertentu yang ditetapkan oleh Bank.

"Biaya Keterlambatan" adalah biaya yang dikenakan kepada Pemegang Kartu apabila membayar tagihannya melewati batas Tanggal Jatuh Tempo.

"Billing Statement" atau "Lembar Penagihan" adalah pemberitahuan kepada Pemegang Kartu Utama yang antara lain mengenai jumlah Tagihan Bulan Ini, jumlah Pembayaran Minimum dan Tanggal Jatuh Tempo untuk melakukan pembayaran dalam suatu periode penagihan Kartu Kredit.

"Bunga" adalah beban biaya yang akan dikenakan kepada Pemegang Kartu apabila Tagihan Bulan Ini tidak dibayar penuh dan/atau apabila pembayaran dilakukan setelah Tanggal Jatuh Tempo.

"Call Center" adalah layanan telepon perbankan PT Bank OCBC NISP, Tbk., atau Call Center OCBC NISP yang dapat dihubungi melalui nomor telepon 1500999 atau 66999 (melalui handphone) atau nomor lainnya yang diberitahukan oleh Bank dari waktu ke waktu.

"Chip" adalah alat penyimpanan data Pemegang Kartu yang ditempelkan pada Kartu Kredit dan dipergunakan pada saat Pemegang Kartu melakukan transaksi.

"Cicilan Tetap" adalah angsuran atas fasilitas pinjaman dan/atau pembiayaan yang diberikan oleh Bank melalui pembebanan Kartu Kredit.

"Counter" adalah teller Bank yang berlokasi di kantor pusat serta cabang-cabang Bank di seluruh Indonesia serta teller bank lainnya, baik yang berada di dalam maupun luar negeri, yang mempunyai kerjasama dengan jaringan Visa Internasional atau MasterCard Internasional.

Force Majeure” adalah kejadian-kejadian yang terjadi di luar kemampuan dan kekuasaan manusia sehingga mempengaruhi secara langsung pelaksanaan transaksi, termasuk namun tidak terbatas pada kebijakan pemerintah, politik, militer, peperangaan, huru-hara, bencana alam, pemogokan massal, bencana nasional, epidemi, terorisme, pemberontakan, kebanjiran, kebakaran besar, gangguan listrik, dan telekomunikasi.

Hari Kerja” adalah hari Senin sampai dengan Jumat, dimana Bank buka untuk melakukan kegiatan usahanya di wilayah Republik Indonesia.

“Iuran Tahunan” adalah biaya penggunaan Kartu Kredit untuk jangka waktu satu tahun yang besarnya sesuai ketentuan yang berlaku di Bank, serta akan ditagihkan setiap satu tahun sekali di dalam Lembar Penagihan.

“Informasi Elektronik” adalah sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 serta segala penggantian dan/atau perubahannya di kemudian hari.

“Jangka Waktu Penagihan” adalah masa yang terhitung dari Tanggal Cetak Tagihan sampai dengan Tanggal Jatuh Tempo.

Instruksi” adalah instruksi yang diberikan oleh Nasabah atau pihak lainnya yang diberi kuasa oleh Nasabah kepada Bank dalam bentuk tertulis, atau melalui media komunikasi lainnya yang dapat diterima oleh Bank untuk pengoperasian Rekening.

“Kartu Kredit” adalah setiap kartu kredit yang diterbitkan oleh Bank atas nama Pemegang Kartu, baik Kartu Utama maupun Kartu Tambahan, yang berfungsi sebagai alat pembayaran dalam bertransaksi di seluruh Mitra Dagang atau Pengambilan Tunai di Counter atau ATM Bank (khusus untuk Kartu Utama) atau yang bekerjasama dengan Bank.

“Kartu Tambahan” adalah kartu yang diterbitkan oleh Bank untuk seseorang yang ditunjuk oleh Pemegang Kartu Utama, dengan Limit Gabungan yang merupakan gabungan dari Kartu Utama dimana penggunaannya menjadi tanggung jawab dari Pemegang Kartu Utama.

“Kartu Utama” adalah kartu yang yang diterbitkan oleh Bank kepada Pemegang Kartu setelah mengisi formulir fitur dan telah memenuhi syarat yang ditentukan oleh Bank serta telah diberikan Limit Gabungan yang besarnya ditentukan oleh Bank.

Kewajiban(-kewajiban)” adalah semua jumlah uang yang terhutang oleh Nasabah kepada Bank yang timbul dari fasilitas atau Produk dan/atau Layanan yang disediakan oleh Bank, baik sebenarnya, kontingen, utama, agunan, sendiri atau bersama-sama.

 “Layanan” adalah layanan perbankan yang disediakan oleh Bank dari waktu ke waktu kepada Nasabah dengan syarat dan ketentuan yang ditentukan oleh Bank.

“Limit Gabungan” adalah total batas maksimal pinjaman yang diberikan Bank kepada Pemegang Kartu yang merupakan gabungan batas kredit dari semua Kartu Kredit yang diterbitkan oleh Bank dan dimiliki oleh Pemegang Kartu.

“Mitra Dagang” adalah perusahaan yang mempunyai lisensi bisnis dengan Visa International atau MasterCard International.

Mata Uang Asing” adalah mata uang lain selain Rupiah.

Nasabah” adalah orang yang memiliki Rekening di Bank atau pihak ketiga yang ditunjuk dan diberikan kuasa serta kewenangan oleh nasabah pemilik Rekening tersebut (sebagaimana relevan).

Produk” adalah produk-produk perbankan yang dimiliki oleh dan/atau ditawarkan melalui Bank dari waktu ke waktu kepada Nasabah seperti tabungan, deposito, dan sebagainya dengan syarat dan ketentuan yang ditentukan oleh Bank, termasuk dan tidak terbatas pada produk-produk investasi milik pihak ketiga.

Rekening” adalah rekening(-rekening) yang dimiliki Nasabah pada Bank, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang (-orang) lain dan termasuk rekening tabungan, rekening koran, deposito berjangka atau jenis rekening lainnya yang dibuka oleh Nasabah pada Bank dari waktu ke waktu.

 “Set Off” adalah tindakan Bank untuk melunasi secara penuh/mengurangi jumlah kewajiban Nasabah kepada Bank (a) dengan menggunakan Margin Tunai yang telah diberikan Nasabah kepada Bank dan (b) memblokir dan mendebit (debit) rekening Nasabah dengan Bank, apabila Nasabah tidak dapat memenuhi kewajibannya, tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dari Nasabah.”Rekening Kartu” adalah rekening (pinjaman) atas penggunaan Kartu Kredit, termasuk Kartu Utama dan Kartu Tambahan.

“Tagihan Bulan Ini” adalah jumlah tagihan atas Transaksi Kartu dan/atau Pengambilan Tunai dan/atau Cicilan Tetap serta kewajiban lainnya dari Pemegang Kartu terhitung dari tanggal Transaksi Kartu dan/atau Pengambilan Tunai dan/atau Cicilan Tetap sampai dengan Tanggal Cetak Tagihan.

“Tanggal Cetak Tagihan” adalah tanggal dicetaknya tagihan.

“Tanggal Jatuh Tempo” adalah tanggal batas akhir pembayaran sebagaimana tertera dalam Lembar Penagihan.

“Tanggal Pembukuan” adalah tanggal di mana Transaksi Kartu yang dilakukan oleh Pemegang Kartu telah masuk ke dalam sistem perbankan (tanggal posting).

“Transaksi Kartu” adalah transaksi perolehan barang dan/atau jasa yang pembayarannya dilakukan dengan menggunakan Kartu Kredit.

“Pembayaran Minimum Yang Tertunggak” adalah bagian dari Pembayaran Minimum bulan sebelumnya yang belum dibayar sampai dengan tanggal dicetaknya Lembar Penagihan bulan berikutnya.

“Pembayaran Minimum”adalah minimum pembayaran sebesar 10% dari saldo terhutang atau minimal Rp. 50.000 (lima puluh ribu Rupiah), mana yang lebih besar. Bila saldo terhutang melebihi batas kredit, maka kelebihan tersebut akan ditambahkan juga pada pembayaran minimum yang akan jatuh tempo.

“Pembayaran Tertunggak” adalah bila Pemegang Kartu tidak melunasi Tagihan Bulan Ini sehingga menjadi tunggakan pada bulan berikutnya.

“Pemegang Kartu Tambahan” adalah pemilik Kartu Tambahan dan mempunyai tanggung jawab yang sama dengan Pemegang Kartu Utama terhadap penggunaan Kartu Tambahannya dan tunduk kepada ketentuan yang ditentukan oleh Bank.

“Pemegang Kartu Utama” adalah pemilik sah dari Kartu Utama yang diterbitkan oleh Bank dan mempunyai tanggung jawab terhadap penggunaan Kartu Utama maupun Kartu Tambahan dan tunduk kepada ketentuan yang ditentukan oleh Bank.

“Pemegang Kartu” adalah: (i) pengguna yang sah atas Kartu Utama sekaligus sebagai pemilik rekening, atau (ii) pengguna yang sah atas Kartu Tambahan.

“Pengambilan Tunai” adalah transaksi pengambilan uang tunai dalam bentuk mata uang rupiah atau mata uang asing dari limit Kartu Kredit di Counter atau ATM.

“Personal Identification Number” selanjutnya disebut “PIN” adalah kode rahasia yang diberikan kepada setiap Pemegang Kartu yang dapat dipergunakan untuk mengakses layanan perbankan 24 jam melalui ATM seperti Pengambilan Tunai dan pembayaran-pembayaran lainnya.

  1. Dengan menjadi Nasabah Bisnis Perorangan (“Nasabah”) PT Bank OCBC NISP, Tbk (“Bank OCBC NISP”), maka Nasabah berhak mendapatkan berbagai keuntungan dengan persyaratan sebagai berikut:
    Kategori Persyaratan Total Aset Keuntungan
    a Kurang dari Rp 25.000.000
    Bebas biaya admin dan biaya di bawah saldo minimum pada seluruh rekening tabungan dan giro.
     
    b Rp 25.000.000 s.d. kurang dari Rp 50.000.000
    Keuntungan pada kategori di atas, ditambah:
    Bebas biaya untuk 50x transaksi per bulan pada seluruh rekening yang dimiliki. Transaksi mencakup:
    -Transfer antar bank melalui ATM/Internet Banking/ONe Mobile/Velocity OCBC NISP. Berlaku untuk transfer online dan LLG/SKN.
    -Tarik tunai di ATM Jaringan Prima, Bersama, dan OCBC Singapura.
    -Transaksi setoran kliring di kantor cabang.
     
    c Lebih dari atau sama dengan Rp 50.000.000
    Keuntungan pada kategori a dan b di atas, ditambah:
     
    Bebas biaya transaksi RTGS melalui Internet Banking/ONe Mobile/Velocity OCBC NISP maksimal 3x transaksi per bulan.
     
  2. Total aset mencakup: dana yang ditempatkan pada produk tabungan, giro, deposito, Taka, dan produk wealth management.
  3. Dalam hal Total Aset kurang dari Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah), maka Nasabah akan dikenakan Biaya Layanan sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah) atau jumlah lainnya yang akan diinformasikan kepada Nasabah melalui kantor Bank atau media lainnya dengan memerhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendebitan Biaya Layanan dilakukan satu kali setiap periode pada salah satu rekening atas nama Nasabah.