Portofolio Investasi: Pengertian, Jenis dan Cara Membuat

27 Sep 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Pelajari cara membangun portofolio investasi yang baik, yuk!

Portofolio investasi adalah istilah yang sangat familiar diantara para investor. Didalamnya akan terlihat dimana saja Anda mengalokasikan uang dalam berinvestasi. Portofolio ini juga berisi kumpulan saham, obligasi, reksa dana dan berbagai instrumen lainnya.

Selain itu, portofolio juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menilai instrumen investasi yang Anda miliki. Lalu bagaimana cara membangun portofolio investasi yang baik bagi investor pemula? Yuk temukan jawabannya dalam artikel berikut ini.


Pengertian Portofolio Investasi

Portofolio investasi adalah kumpulan aset investasi milik individu, lembaga keuangan, perusahaan maupun manajer investasi. Isi dari portofolio ini diantaranya susunan saham, obligasi, reksa dana, uang tunai, atau komoditas milik investor.

Adapun aset yang tersimpan di dalamnya dapat berupa real estate, karya seni, perhiasan maupun bentuk penanaman modal lain yang bisa mendatangkan keuntungan di masa mendatang.


Cara Membuat Portofolio yang Baik

Dalam membuat portofolio investasi, terdapat beberapa strategi yang harus diterapkan untuk meminimalisir resiko sekaligus meningkatkan keuntungan.

  1. Diversifikasi Portofolio
    Diversifikasi merupakan strategi investor untuk mengoptimalkan return dan meminimalisir resiko dengan menempatkan investasi pada lebih dari satu instrumen, baik saham maupun non saham.

    Dalam diversifikasi portofolio, ada baiknya Anda menggunakan produk investasi yang likuid, seperti reksadana, pasar uang, surat deposito, dan emas. tujuannya agar lebih mudah dilikuidasi.

  2. Tujuan dan Jangka Investasi
    Sebelum merancang portofolio, pastikan terlebih dahulu apa tujuan investasi Anda, misalnya untuk biaya kuliah anak. Dengan demikian, Anda dapat menentukan jangka waktu yang diperlukan. Setelah 2 unsur ini terpenuhi, saatnya Anda memilih produk investasi yang tepat.

  3. Pahami Profil Risiko Anda Profil risiko adalah seberapa besar kemampuan seorang investor dalam menanggung resiko investasi. Ada 3 jenis profil risiko, yakni konservatif, moderat, dan agresif. Tipe konservatif cenderung mencari produk dengan risiko terkecil.

    Investor moderat dapat mentoleransi risiko sedang dan harga fluktuatif. Sementara agresif memiliki toleransi risiko tinggi karena berorientasi pada return yang besar. Biasanya semakin besar return akan semakin tinggi pula tingkat risikonya.

  4. Seimbangkan Risiko dan Return Penyeimbangan antara risiko dengan return perlu dilakukan, terutama apabila Anda memiliki berbagai jenis saham. Caranya adalah menggabungkan saham dengan harga stabil dan saham yang harganya berpotensi untuk terus naik. Sehingga, kerugian yang terjadi dapat ditutup menggunakan keuntungan dari saham lainnya.

  5. Menyesuaikan Modal Sebelum berinvestasi, Anda perlu mengalokasikan modal secara hari-hati. Terutama jika Anda adalah investor pemula dan masih memerlukan adaptasi. Sesuaikan nilai serta instrumen investasi dengan modal yang Anda miliki, pastikan juga kebutuhan sehari-hari tetap terjamin.

  6. Tentukan Komposisi Portofolio Setelah mengetahui profil risiko, tentukan komposisi portofolio yang tepat. Apabila Anda memiliki profil risiko konservatif, maka bisa menggunakan pembagian 50% income portfolio dan 50% growth portfolio.

    Apabila Anda termasuk investor dengan profil risiko moderat maka sangat disarankan untuk menggunakan komposisi 50% value portfolio dan 50% growth portfolio. Sementara investor dengan profil risiko agresif, akan lebih cocok apabila fokus menyusun komposisi 80% value portfolio dan 20% growth portfolio.


Pilih Jenis Investasi Jangka Panjang
Dalam menyusun portofolio investasi, lebih baik gunakan jenis investasi jangka panjang seperti:

  1. Saham
    Pilih jenis saham yang sesuai dengan profil risiko Anda dan pantau secara berkala.

  2. Reksadana
    Investasi ini lebih murah dan mudah karena dikelola oleh manajer investasi sehingga cocok digunakan dalam jangka panjang.

  3. Obligasi
    Sebelum memilih obligasi, perhatikan jenis ranking, suku bunga, dan temponya agar menguntungkan untuk jangka panjang.

Lakukan Evaluasi Secara Rutin
Keuntungan dan kerugian dalam investasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keuangan, risiko dan sebagainya. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan evaluasi rutin dan penyesuaian pada portofolio investasi apabila profil investor Anda sudah tak sesuai lagi. Lakukan evaluasi ini secara berkala untuk meminimalisir kerugian.

Jenis Portofolio dalam Saham

Bagi Anda yang tertarik untuk menanamkan modal pada saham, ada beberapa jenis contoh portofolio investasi dalam instrumen tersebut. Diantaranya yaitu.

Income Portfolio
Income portfolio memiliki risiko kecil dan biasanya dipilih oleh investor untuk mencari penghasilan rutin dari saham. Portofolio ini lebih berfokus pada pengamanan pendapatan reguler berupa dividen yang dibagikan perusahaan, daripada capital gain atau keuntungan dari penjualan saham.

Value Portfolio
Value portfolio biasanya dibuat oleh investor dengan cara membeli saham dengan harga lebih murah dibanding saham lain dari industri serupa (undervalued stock). Saham ini akan ditahan hingga investor menemukan value yang lebih tinggi. Umumnya, value portfolio memiliki risiko yang tinggi karena harga sahamnya lebih fluktuatif.

Growth Portfolio
Growth portfolio berfokus pada pertumbuhan aset investasi menggunakan prinsip high risk, high return. Biasanya, jenis portofolio ini diambil oleh tipe investor dengan profil risiko sedang. Growth portfolio juga banyak digunakan pada industri yang sedang berkembang dan memiliki prospek cerah.


Contoh Portofolio Investasi

Portofolio investasi ada 2 macam, yakni portofolio dengan berbagai macam produk investasi dan portofolio dengan 1 macam produk investasi namun jenisnya berbeda.

Portofolio Investasi dengan Diversifikasi Produk
Berikut contoh portofolio investasi saham PT. ABC milik seorang investor di tahun 2021.

Portofolio Investasi dengan Satu Produk yang Berbeda Jenis
Berikut contoh portofolio investasi saham milik perusahaan PT CDE di tahun 2021. Dari portofolio tersebut diketahui bahwa PT CDE telah menanamkan modal pada 5 jenis perusahaan yaitu, PTPP, WSKT, LPPF, PTBA dan BRPT.

Itu dia penjelasan OCBC NISP mengenai pengertian, contoh serta cara menyusun portofolio investasi yang baik. Memiliki portofolio yang bagus bisa dibilang sebagai kebanggaan bagi para investor. Sama halnya dengan portofolio secara umum, dalam investasi, hal ini juga menunjukkan seberapa baik pekerjaan seorang investor.

Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile