Apa Itu Imported Inflation? Pengertian, Jenis, dan Contohnya

9 Mar 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Imported inflation adalah salah satu jenis inflasi. Simak selengkapnya berikut!

Imported inflation adalah salah satu jenis inflasi yang disebabkan oleh perubahan nilai tukar sehingga berdampak pada naiknya harga impor dari luar negeri. Akibatnya juga cukup serius dalam bidang ekonomi. Bahkan sampai harus membutuhkan kerja sama masyarakat, pelaku usaha, hingga pemerintah untuk dapat mengatasi kondisi ini.

Pada artikel berikut, OCBC akan merangkum beberapa pembahasan seputar imported inflation. Yuk simak langsung selengkapnya di bawah ini!


Pengertian Imported Inflation

Imported inflation adalah inflasi akibat perubahan harga atau kondisi nilai mata uang asing yang terjadi di luar negeri serta perubahan nilai tukar. Hal ini menyebabkan kenaikan pada harga impor sehingga harga jasa dan barang dalam negeri meningkat.

Penyebab lain imported inflation adalah kenaikan harga-harga di negara yang menjadi mitra dagang negara. Ketika harganya naik, maka harga jual maupun harga produk olahan (jika yang diimpor adalah bahan baku) juga meningkat.


Mengapa Imported Inflation Bisa Terjadi?

Hal-hal yang memicu imported inflation adalah ketika terjadi inflasi di negara lain. Hal tersebut menyebabkan mata uangnya terdepresiasi di pasar valuta asing sehingga harga jualnya menjadi tinggi. Jika nanti importir membelinya, maka ada potensi kemunculan inflasi jenis ini di dalam negeri.

Selain itu, importir harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk membelinya, terlebih jika yang dibeli adalah bahan baku untuk menghasilkan suatu produk. Apabila hal ini terjadi, maka biaya produksi masing-masing perusahaan pun akan meningkat sehingga berimbas pada kenaikan harga jual.

Mudahnya, imported inflation adalah inflasi akibat kenaikan harga barang impor dan depresiasi mata uang sehingga importir harus mengeluarkan lebih banyak uang guna mengimpor suatu produk.

Salah satu barang impor yang seringkali memicu imported inflation adalah minyak. Kenaikan harganya akan mendorong peningkatan proses bisnis pada berbagai perusahaan, baik yang bergerak di bidang produksi, kelistrikan, hingga manufaktur. Terlebih apabila tidak ada subsidi, maka lonjakan harga hingga ke tangan konsumen tak bisa dibendung.


Jenis-Jenis Imported Inflation

Beberapa jenis imported inflation adalah sebagai berikut.

  1. Creeping Inflation
    Creeping inflation merupakan jenis inflasi ringan dengan laju yang rendah, yakni di bawah 10 persen tiap tahunnya. Ciri-cirinya adalah kenaikan harga barang produksi relatif lambat dan keberlangsungannya pun lambat.

  2. Galloping Inflation
    Dibandingkan creeping inflation, jenis inflasi ini sedikit lebih berat. Lajunya berkisar 10 hingga 30 persen tiap tahun. Galloping inflation ditandai dengan terjadinya kenaikan harga yang cukup signifikan dalam periode singkat.

  3. High Inflation
    Berikutnya, jenis imported inflation adalah high inflation, yakni inflasi yang tergolong berat karena lajunya sekitar 30 hingga 100 persen per tahun. Akibatnya, harga barang kebutuhan masyarakat akan naik dengan signifikan serta sulit dikendalikan.

  4. Hyperinflation
    Hyperinflation merupakan inflasi yang sangat terasa efeknya karena terjadi besar-besaran hingga di atas 100 persen tiap tahunnya. Indonesia pernah mengalami hal ini, bahkan mencapai 600 persen pada 1998. Adapun penyebabnya adalah pencetakan uang dalam jumlah besar demi menutup defisit anggaran.


Contoh Imported Inflation

Contoh Imported Inflation adalah ketika sebuah perusahaan garmen di Singapura memproduksi kain katun, namun mereka harus membeli serat sutera dari negara lain dengan pembayaran menggunakan Euro.

Jika nilai Euro jauh di atas nilai mata uang dollar Singapura, maka mereka harus membayar lebih tinggi agar mendapat pasokan. Hal ini menimbulkan kenaikan harga jual pakaian dari Singapura, karena demi mempertahankan margin, perusahaan akan menaikkan harga jual.

Contoh lain Imported Inflation adalah jika terjadi keterbatasan produksi pangan di dalam negeri yang memicu kenaikan harga-harga lainnya karena negara harus mengimpor bahan-bahan pokok.

Selain itu, harga bahan-bahan pokok dari luar negeri juga dapat memicu inflasi ketika suatu negara mengimpornya. Apalagi jika kondisi ini diperparah dengan pertambahan jumlah penduduk, naiknya biaya produksi, dan sebagainya.


Dampak Imported Inflation

Dampak-dalam Imported Inflation adalah sebagai berikut.

  1. Daya Beli Menurun
    Tingginya harga barang dan jasa dapat melemahkan daya beli apabila hal ini tidak diiringi kenaikan gaji masyarakat. Akibatnya, banyak di antara mereka yang tak mampu menjangkau kebutuhannya.

  2. Menghambat Kemampuan Ekspor
    Mahalnya harga bahan baku yang diimpor dapat menimbulkan kesulitan bagi para produsen. Terlebih jika mereka hendak menghasilkan suatu produk guna diekspor ke negara lain. Hal ini akan menghambat sekaligus melemahkan daya saing.

  3. Mempersulit Penambahan Devisa
    Sulitnya ekspor dan lemahnya daya beli masyarakat tentu membuat devisa negara sukar untuk bertambah.


Cara Mengatasi Imported Inflation

Adapun cara-cara yang dapat Anda lakukan guna mencegah Imported Inflation adalah sebagai berikut.

  • Meningkatkan produksi barang dalam negeri terutama untuk bahan-bahan pokok.
  • Memperbanyak lapangan kerja agar kegiatan produksi di dalam negeri dapat terlaksana dengan baik.
  • Meningkatkan produktivitas pengusaha kecil dalam negeri.
  • Mewadahi kreativitas anak bangsa dalam menghasilkan berbagai penemuan sehingga negara tak perlu melakukan terlalu banyak impor barang canggih.
  • Mengurangi budaya konsumtif dan hedonis.
  • Mengendalikan pajak dan impor.

Demikian pembahasan seputar Imported Inflation yang berhasil OCBC rangkum untuk Anda. Ternyata, perubahan nilai tukar pun mampu memberikan dampak serius di bidang perekonomian ya, Sobat OCBC? Jika tertarik dengan topik seperti ini, langsung kunjungi beberapa rekomendasi artikel di bawah!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Daily Update, Edukasi, Tips & Trick - 28 Jun 2022

Hati-Hati Dering Jelang Tengah Malam

Baca
Investasi Reksa Dana

Edukasi, Daily Update, Investasi - 23 Jun 2022

Berinvestasi dengan Reksa Dana

See All

Produk Terkait

ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile