Apa itu Inflasi - Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi

13 Apr 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Anda tentu pernah mendengar istilah inflasi. Tapi, apa itu inflasi sebenarnya?

Pengertian inflasi adalah suatu keadaan di mana harga barang mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang secara terus menerus sebagai akibat dari ketidakseimbangan arus uang dan barang.

Indonesia sendiri pernah mengalami hal ini di awal kemerdekaan. Salah satu penyebab terjadinya inflasi pada awal kemerdekaan adalah adanya blokade perdagangan yang dilakukan Belanda.

Lantas, bagaimana dampak inflasi pada Indonesia saat itu? Apakah dampak inflasi akan merugikan atau sebaliknya? Nah, untuk tahu jawabannya, yuk simak artikel berikut.


Pengertian Inflasi

Pengertian inflasi adalah kondisi ekonomi di mana terjadi kenaikan dari harga barang dan jasa di suatu negara dalam jangka waktu panjang. Penyebab inflasi adalah umumnya karena ketersediaan barang dan uang yang beredar tidak seimbang.

Indonesia pernah mengalaminya secara besar-besaran pada awal kemerdekaan dan tahun 1998 akibat dari kekacauan ekonomi dan politik. Tak hanya itu, di awal tahun 2020 pun sempat terjadi inflasi yang merupakan pengaruh dari pandemi virus COVID-19.

Sehingga, dampak inflasi yang ditimbulkan yakni membuat pendapatan dan standar hidup masyarakat mengalami penurunan.


Penyebab Inflasi Indonesia di Awal Kemerdekaan

Indonesia mengalami inflasi pertama kali saat awal kemerdekaan. Keadaan ekonomi Indonesia pada masa itu sangat terpuruk. Biaya kebutuhan masyarakat meningkat 100 persen. Penyebab terjadinya inflasi di awal kemerdekaan indonesia adalah terdapat tiga jenis mata uang yang beredar di masyarakat secara tidak terkendali.

Mata uang tersebut meliputi uang kertas De Javasche Bank peninggalan zaman kolonial Belanda, Uang kertas dan logam Pemerintah Hindia Belanda, Uang buatan Jepang yaitu De Japansche Regering, Dai Nippon emisi 1943 dan Dai Nippon Teikoku Seibu emisi 1943.

Adanya tiga jenis mata uang tentu membuat kondisi ekonomi tidak sehat karena pemerintah tidak bisa mengendalikannya secara stabil. Terlebih Indonesia belum punya mata uang resmi sebagai alat pembayaran.


Penyebab Inflasi pada Suatu Negara

Suatu keadaan yang menunjukkan terjadinya inflasi adalah adanya kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, baik jasa maupun barang. Namun rupanya tidak hanya itu, terdapat beberapa penyebab inflasi lainnya yang perlu Anda ketahui. Berikut daftarnya.

  1. Meningkatnya Biaya untuk Produksi
    Penyebab inflasi yang pertama adalah karena meningkatnya permintaan produksi. Pada saat permintaan terhadap suatu barang meningkat drastis, maka bahan baku yang digunakan akan langka. Akibatnya harga barang jauh lebih mahal. Sedangkan perusahaan-perusahaan tersebut harus tetap memproduksi barang yang sedang diminta oleh pasar dengan harga normal.

    Sehingga produksi yang dilakukan menjadi terhambat. Akibatnya perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Tetapi permintaan masyarakat semakin tinggi terhadap barang atau jasa tersebut. Hal ini yang membuat ketidakseimbangan.

  2. Uang yang Beredar Tinggi
    Yang juga termasuk penyebab inflasi adalah jumlah uang beredar di masyarakat tinggi namun barang yang diproduksi di pasaran sedikit sehingga menimbulkan kenaikan hargai.

  3. Permintaan Meningkat
    Ketiga, penyebab inflasi adalah ketika permintaan barang dari masyarakat tinggi tetapi kebutuhan tersebut tidak tersedia. Akhirnya terjadi kelangkaan yang membuat kenaikan harga. Contohnya yakni di awal masa pandemi COVID-19, di mana harga masker melonjak pesat hingga 10 kali lipat lebih mahal dari harga normal.


Dampak Inflasi

Dampak inflasi bisa dibedakan menjadi dua, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Berikut penjelasan lengkapnya.

Dampak Positif
Bagi sebagian pihak akan merasa diuntungkan dengan adanya kondisi ini. Pihak yang diuntungkan dari inflasi adalah para pengusaha yang memiliki pendapatan lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga barang.

Jika harga barang naik maka produsen akan menaikkan tingkat produksi. Peningkatan jumlah barang akan membuat penghasilan produsen naik.

Dampak Negatif
Dibalik dampak positif, ada pula dampak inflasi yang merugikan. Apa saja itu? Berikut daftarnya.

  • Distribusi pendapatan tidak merata karena yang diuntungkan hanya golongan pengusaha.
  • Ekonomi suatu negara tidak stabil.
  • Permintaan barang terus meningkat di masyarakat
  • Pemberi pinjaman/kredit merasa dirugikan karena nilai uang diterima jauh lebih kecil dari pinjaman awal nasabah.
  • Menurunkan kesejahteraan rakyat karena harga barang naik tapi pemasukan tetap.
  • Biaya ekspor melambung tinggi akibatnya devisa negara menurun.
  • Harga bahan pokok cenderung berubah dan tidak stabil.

Cara Mengatasi Inflasi

Agar kondisi ini tidak terus memperburuk keadaan ekonomi, diperlukan solusi untuk mengatasinya dengan berbagai cara sebagai berikut:

  1. Mengimplementasikan Kebijakan Moneter
    Cara mengatasi inflasi adalah dengan menerapkan kebijakan moneter. Sesuai namanya, kebijakan moneter adalah keputusan yang diambil pemerintah untuk menjaga kestabilan moneter, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

    Implementasi kebijakan moneter dilakukan dengan membatasi jumlah uang yang beredar. Bank Indonesia harus menentukan ketersediaan uang kas yang ada di bank.

    Tak hanya itu, bank juga akan melakukan kebijakan menaikkan nilai bunga, sehingga orang tertarik untuk menyimpan uang di bank. Pelaksanaan kebijakan operasi pasar terbuka dengan menjual surat-surat berharga untuk mengurangi jumlah uang yang beredar.

  2. Kebijakan Fiskal
    Selanjutnya, cara mengatasi inflasi adalah dengan mengimplementasikan kebijakan fiskal. Kebijakan fisika yaitu aturan yang dikeluarkan untuk mengatur pengeluaran dan pemasukan pemerintah.

    Berbagai cara dapat dilakukan dengan menghemat pengeluaran pemerintah, menaikkan tarif pajak, meningkatkan jumlah produksi dan menambah jumlah barang di pasar, serta menentukan harga maksimum penjualan barang di masyarakat.


Cara Menghitung Inflasi

Nah, untuk mengetahui seberapa besar inflasi yang terjadi di suatu negara, Anda bisa mencoba beberapa cara menghitung inflasi di bawah ini.

  1. Menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK)
    Perhitungan IHK adalah cara menghitung harga rata-rata dari barang banyak dibeli oleh masyarakat.

  2. Deflator PDB (Produk Domestik Bruto)
    Deflator PDB merupakan cara perhitungan dengan melihat besarnya perubahan yang terjadi pada harga barang-barang tertentu, baik harga barang baru, harga barang produksi dalam negeri, harga barang jadi, dan harga jasa.

  3. Mengukur Indeks Harga Produsen (IHP)
    Cara ini dilakukan dengan mengukur harga yang dibutuhkan produsen untuk melakukan produksi. Mulai dari perhitungan harga bahan-bahan baku hingga upah para buruh.

  4. Menghitung Indeks Harga Komoditas
    Penghitungan indeks harga komoditas adalah cara menghitung harga-harga dari barang tertentu yang telah ditetapkan.

  5. Menggunakan Indeks Biaya Hidup
    Cara menghitung dengan melihat biaya masyarakat sehari-harinya.

Itulah informasi lengkap terkait inflasi mulai dari pengertian, penyebab, dampak, cara mengatasi, dan cara menghitungnya. Seperti yang telah diketahui bersama, inflasi adalah salah satu penanda bahwa ekonomi suatu negara sedang tidak baik, sehingga ketika hal ini terjadi, Anda sebagai warga negara pun harus turut menjaga kestabilan ekonomi.

Kontribusi Sobat OCBC NISP dalam meminimalisir terjadinya inflasi dapat dilakukan dengan menabung pada bank OCBC NISP sehingga uang yang beredar dalam masyarakat stabil.

Story for your Inspiration

Baca
Holiday season! Tips persiapan dana liburan

Daily Update, Edukasi, Tips & Trick - 24 Nov 2022

Holiday season! Tips persiapan dana liburan

Baca
Travel Goal dengan Life Goals

Daily Update, Edukasi, Tips & Trick - 24 Nov 2022

Travel Goal dengan Life Goals

See All

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile