Mengenal Apa Itu Indikator Harmonic Pattern dalam Trading

11 Mar 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Ini yang perlu Anda ketahui tentang harmonic pattern! Simak selengkapnya.

Dalam mengamati kondisi pasar aset termasuk saat memahami dan memprediksi pergerakan harga, harmonic pattern adalah salah satu indikator yang paling banyak digunakan. Metode harmoni atau pola XABCD ini merupakan alat analisis ciptaan Harold McKinley Gartley yang didasarkan pada hubungan rasio dan simetri Fibonacci.

Pada artikel kali ini, OCBC akan merangkum beberapa hal seputar harmonic pattern yang bisa Anda pahami secara mudah. Yuk simak!


Apa itu harmonic pattern?

Harmonic pattern adalah pola grafik harga yang menggabungkan dasar perhitungan matematika dengan pola numerik. Pola ini bisa digunakan untuk memperkirakan pergerakan harga di waktu yang akan datang.

Definisi lain dari harmonic pattern adalah pola yang menyatakan bahwa tren harga aset crypto merupakan fenomena harmonik. Pola ini menggunakan deret Fibonacci yang terbagi lagi dalam rasio lebih besar atau kecil untuk memperkirakan alur pergerakan harga.

Dalam trading crypto, pola harmonic adalah menggabungkan ekstensi dan pembalikan Fibonacci untuk menghasilkan 5 pola titik pada grafik. Kelima pola titik yang mempunyai rasio khusus akan membentuk berbagai jenis pola secara harmonik. Selain itu, pola harmonic pattern dapat membantu trader dalam menentukan pembalikan harga aset.

Lalu, pola harmonic mempunyai tingkat keberhasilan lebih tinggi daripada pola pergerakan harga lainnya. Pola harmonis ini juga dapat bekerja dengan baik di semua sektor pasar keuangan, salah satunya crypto.


Contoh dan jenis harmonic pattern

Jenis-jenis dari harmonic pattern dikategorikan ke dalam 6 macam yang paling sering digunakan. Sebelum menjelaskan keenam jenis tersebut, terdapat informasi pendukung, yaitu garis AB dan CD menyatakan kaki atau legs. Sementara garis BC adalah koreksi atau retracement.

  1. Pola gartley
    Pola gartley diperkenalkan pertama kali oleh H. M. Gartley dalam bukunya yang bernama “Profits in The Stock Market 2” dan “Level Fibonacci”, lalu selanjutnya dikembangkan kembali oleh Scott Carney.

    Terdapat 2 aturan penting pada pola ini, yakni jarak antara titik B dengan XA yaitu 0,618 serta jarak antara titik D dengan XA ialah 0,786. Titik X menyatakan stop loss point dan C menyatakan take profit point.

  2. Pola butterfly
    Butterfly harmonic pattern pertama kali dikemukakan oleh Bryce Gilmore. Dirinya menerapkan berbagai gabungan rasio Fibonacci yang berbeda-beda untuk menganalisa peluang pembalikan harga.

    Dilihat dari segi struktur, pola butterfly mempunyai empat kaki, yakni XA, AB, BC, dan CD. Jarak antara titik A dengan X adalah 0,768. Pola ini juga dapat membantu trader untuk dapat menganalisa titik B dengan PRZ (Potential Reversal Zone), dimana hal itu akan menunjukkan level harga saat trader membuka posisi.

  3. Pola shark
    Pola shark adalah sebuah pola harmonic dimana titik tertinggi dan terendahnya selalu melebihi puncak dan juga lembah sebelumnya. Akurasi pada shark harmonic pattern berguna untuk mendeteksi tingkat resistance atau support kunci dari titik (0) ke titik C.

  4. Pola bat
    Bat harmonic pattern biasa disebut mirip seperti pola gartley jika dari segi bentuknya, namun dari segi ukurannya jauh berbeda. Posisi titik stop loss tergantung pada bentuk bat pattern itu sendiri.

    Jika bat pattern bearish, biasanya trader memposisikan titik stop loss tak jauh di atas titik D. Sedangkan bila bat pattern bullish, umumnya trader memposisikan titik stop loss tak jauh di bawah titik D.

  5. Pola crab
    Pola crab adalah salah satu pola harmonic yang paling akurat. Sebab, pola ini bisa menerangkan informasi pembalikan harga dalam jangka waktu yang sangat dekat dengan hasil identifikasi Fibonacci.

  6. Pola cypher
    Pola harmonic cypher adalah pattern yang memungkinkan investor dalam memanfaatkan strategi Forex agar menguntungkan. Ketika berada pada bagian dari kelompok pola geometris yang besar, pola cypher akan menawarkan level kemenangan tertinggi bila dibandingkan dengan pola harmonic lainnya.


Cara menggunakan harmonic pattern

Lalu, menurut para ahli, berikut ini adalah beberapa cara dalam menggunakan harmonic pattern pada trading, yaitu:

  1. Harmonic Pattern Indicator Bullish dan Bearish
    Pola harmonic bullish menyatakan kemungkinan peningkatan harga di pasar. Saat trader melihat pola harmonic bullish, umumnya mereka akan mempertahankan asetnya dan menjualnya di kemudian hari saat harga telah mencapai target profit.

    Sedangkan, pola harmonic bearish menyatakan kemungkinan penurunan harga di pasar. Saat trader melihat pola harmonic bearish, umumnya mereka akan menjual asetnya agar terhindar dari adanya tingkat kerugian yang lebih tinggi.

  2. Entry dan Stop Loss
    Indikator entry dan stop loss dalam pola harmonic adalah menyatakan seberapa valid pola tersebut dan memperlihatkan kondisi pasar yang sesungguhnya. Melalui kedua indikator ini, trader dapat memposisikan di titik PRZ saat terjadi pembalikan harga, dan juga bisa memposisikan stop loss di bawah long entry atau di atas short entry.

  3. Jarak Proyeksi Harmonic Pattern
    Apabila proyeksi pola harmonic terjadi dalam grafik harga dengan jangka waktu yang sempit dan mirip dengan kondisi di pasar sebenarnya, maka trader bisa memutuskan untuk membuka atau menutup posisi sesuai bentuk pattern.

    Sebaliknya, apabila proyeksi tersebut memiliki jangka waktu cenderung melebar pada grafik harga, maka sebaiknya trader memastikan ulang pergerakan harga melalui indikator lainnya sebelum memutuskan mengambil suatu posisi.


Kekurangan harmonic pattern

Kekurangan pertama dari pola harmonic adalah haruslah tepat, artinya, pola harga tersebut harus bergerak dengan gelombang yang sesuai untuk dapat menyampaikan informasi terkait titik pembalikan harga.

Hal yang akan menyulitkan trader ketika menggunakan pola ini adalah kemungkinan melihat sebuah pola yang sama dengan pola harmonic, tetapi level Fibonacci-nya tidak pas. Hal itu berarti pendekatan strategi pola ini tak bisa dilakukan.

Maka dari itu, sama halnya seperti jenis strategi trading lainnya, Anda harus bisa mengendalikan risiko. Lalu perlu diingat bahwa bisa saja suatu pola harmonic berada di dalam pola lain, dan pola yang bukan harmonic mungkin berada di dalam pola harmonic.


Demikian penjelasan lengkap seputar harmonic pattern yang berhasil OCBC rangkum untuk Anda. Setelah membaca pemaparan di atas, apakah Sobat OCBC tertarik menjadikannya sebagai salah satu strategi dalam mengamati pergerakan harga pasar aset? Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba!



Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

ONe Mobile

ONe Mobile

Download ONe Mobile