Aset Finansial Adalah: Pengertian dan Cara Investasinya

6 Des 2022

Apa yang dimaksud dengan aset finansial? Yuk simak penjelasannya.

Aset finansial adalah aktiva yang tidak berwujud fisik namun bisa diukur layaknya real asset karena setara dengan nilai uang. Banyak dari investor yang memilih investasinya pada aset tak berwujud, salah satunya saham.

Dalam konteks umum, aset juga memiliki beberapa jenis, mulai dari aset lancar, aset tetap dan sebagainya. Lantas, apa perbedaan dari aset finansial dan aset riil? Yuk simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

Pengertian Aset Finansial

Apa itu aset finansial? Aset finansial adalah kategori aktiva yang tidak berwujud dan terkenal dengan likuiditasnya yang tinggi. Selain itu, financial asset juga termasuk pada aktiva lancar, yaitu aset yang cukup mudah dicairkan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dalam definisi lain, pengertian dari aset finansial adalah hak janji yang bisa digunakan untuk menerima uang atau aset berharga lainnya.

Sedangkan IFRS (International Financial Reporting Standard) menyebutkan bahwa aset finansial adalah kategori aktiva yang bisa dinyatakan setara dengan uang tunai.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan ada beberapa hal yang termasuk dalam contoh aset finansial, antara lain:

  • Aset finansial yang paling likuid adalah uang tunai.
  • Hak kontraktual yang menyatakan kuasa atas aset keuangan entitas lain
  • Instrumen ekuitas seperti saham
  • Hak kontraktual yang menyatakan kuasa untuk menukar financial asset atau hutang dengan pihak lain

Tentunya, masing-masing dari contoh aset keuangan tersebut mempunyai karakter dan ciri-ciri yang berbeda. Salah satunya adalah semakin tinggi timbal balik yang diberikan, maka semakin besar pula resikonya.

Perbedaan Aset Finansial dan Aset Riil

Sebelum menentukan pilihan aset untuk investasi, ada baiknya Anda mengetahui perbedaannya terlebih dahulu. Oleh karena itu di bawah ini akan dibahas beberapa perbedaan aset finansial dan riil secara singkat.

1. Wujud

Dari segi wujud, biasanya aset riil memiliki bentuk fisik yang jelas. Hal ini karena value aset riil dinilai dari kualitas fisik dan manfaatnya. Beberapa contoh wujud aset riil adalah bangunan dan tanah.

Berbeda dengan real asset, wujud aset finansial adalah tidak memiliki bentuk fisik. Hal ini karena value yang dimiliki tidak berdasarkan pada kualitas fisiknya, namun dari nilai intrinsik aset.

Contohnya seperti sebuah cek sebagai klaim hak kontraktual pembayaran sewa perusahaan.

2. Nilai

Berbeda dengan real asset, nilai aset finansial adalah memang cukup likuid. Bahkan salah satu aset finansial yang paling likuid adalah uang tunai.

Meskipun begitu, dalam hal nilai, real asset memiliki value yang cenderung lebih stabil dibandingkan aset keuangan. Hal ini karena real asset tidak terlalu terpengaruh oleh laju inflasi suatu mata uang.

3. Penyimpanan

Dalam hal biaya penyimpanan dan perawatan, aset riil memang membutuhkan cost yang lebih banyak. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hal ini karena nilai aset riil tergantung pada bentuk fisiknya. Oleh karena itu, perlu perawatan ekstra untuk menjaga nilai aset.

Contohnya seperti emas batangan. Jika tidak disimpan di tempat yang baik, maka kualitas yang dimiliki pun bisa menurun. Berbeda dengan aset finansial, karena nilainya tidak tergantung pada bentuk fisik yang melekat, maka penyimpanannya pun juga lebih mudah dan murah.

Jenis-jenis Aset Finansial

Secara general beberapa jenis aset finansial adalah aset lancar, investasi jangka panjang dan ekuitas.

1. Aset Lancar

Aset lancar adalah golongan financial asset yang berbentuk saldo rekening giro atau uang tunai yang bisa ditukarkan menjadi cash dan dapat dijual atau dihabiskan dalam suatu periode operasi perusahaan.

Jangka waktu aset lancar biasanya hanya sekitar 1 tahun atau 1 siklus periode perusahaan. Beberapa contoh aset lancar adalah saldo rekening di bank, kas, surat berharga jangka pendek dan lain-lain.

2. Investasi Jangka Panjang

Jenis lain dari aset finansial adalah investasi jangka panjang. Jenis aset finansial ini tidak digunakan untuk menunjang kebutuhan pokok perusahaan. Hal ini karena biasanya investasi jangka panjang tidak dicairkan dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun.

Beberapa contoh investasi jangka panjang adalah saham, surat berharga, dana tujuan khusus, saham dan lain-lain.

3. Ekuitas

Jenis terakhir dari aset finansial adalah ekuitas. Sederhananya, ekuitas adalah penunjuk hak milik bagi para pemegang aset di suatu perusahaan yang ukurannya didasarkan pada selisih antara aset dan kewajiban.

Beberapa contoh aset yang termasuk pada ekuitas adalah perusahan perorangan, persekutuan dan perseroan.

Contoh Aset Finansial

Agar lebih detail, berikut ini beberapa penjelasan lengkap tentang contoh-contoh aset finansial.

1. Contoh Aset Lancar

Berikut ini beberapa contoh aktiva yang termasuk dalam aset lancar:

  • Surat Berharga Jangka Pendek: umumnya digunakan oleh perusahaan dalam jangka waktu pendek untuk memutar kas.
  • Piutang: klaim perusahaan terhadap pelanggan dan pihak lain sebagai akibat dari kegiatan perusahaan.
  • Kas: uang yang disimpan di bank dan dicairkan.

2. Contoh Investasi Jangka Panjang

Berikut ini beberapa contoh aktiva yang termasuk dalam investasi jangka panjang:

  • Obligasi: instrumen investasi dengan jumlah keuntungan yang lebih pasti dibanding saham.
  • Saham: bentuk kepemilikan dari sebuah aset berharga atau perusahaan yang biasa dikonversikan dalam bentuk persen.
  • Cryptocurrency: investasi mata uang digital

3. Contoh Ekuitas

Berikut ini beberapa contoh aktiva yang termasuk dalam ekuitas:

  • Ekuitas Pemilik: jumlah kepemilikan yang dimiliki dalam bisnis dengan mengurangi aset dan nilai liabilitas.
  • Ekuitas Pemegang Saham: jumlah aset yang diberikan ke pemegang saham setelah dikurangi dengan nilai liabilitas.

Tips Investasi di Aset Finansial

Dalam menentukan pilihan investasi, tentunya terdapat beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan. Misalnya seperti beberapa hal di bawah ini:

1. Miliki Mindset yang Benar

Jangan berfikir untuk melakukan investasi karena ingin cepat menjadi kaya. Sebaliknya, sebelum memulai investasi, coba tanamkan mindset optimis, pantang menyerah dan tidak takut mengambil risiko.

2. Mulai dari Jumlah yang Kecil

Jika Anda masih merasa ragu berinvestasi karena takut kehilangan uang, maka tidak ada salahnya untuk mencoba terlebih dahulu dari jumlah yang kecil.

Jangan lupa juga untuk memilih investasi yang memiliki performa baik selama lima hingga 10 tahun terakhir agar resiko gagal kecil.

3. Jangan Abaikan Inflasi

Karena aset finansial adalah jenis aktiva yang sangat mudah terpengaruh dengan inflasi, maka jangan pernah abaikan faktor ini. Jika Anda ingin bersaing dengan inflasi, maka saham bisa jadi pilihan yang tepat.

Meskipun saham memang termasuk jenis investasi yang paling beresiko, tapi ia juga merupakan jenis investasi yang paling menguntungkan

4. Membagi Modal yang Dimiliki

Jika Anda adalah seorang pemula di dunia investasi, maka hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah membagi modal ke dalam beberapa aset.

Mengapa hal ini perlu dilakukan? Tujuannya adalah sebagai langkah preventif jika ternyata nanti terjadi kegagalan total. Jadi, jika ada salah satu aset yang mengalami kerugian, maka masih ada aset lain yang untung.

5. Pilih Jenis Investasi yang Tepat

Sesuaikan jenis investasi yang diambil dengan kemampuan finansial Anda. Pelajari terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan tiap-tiap instrumen investasi aset finansial untuk memperkirakan risiko yang mungkin akan ditanggung.

Itulah penjelasan mengenai apa itu aset finansial, jenis, contoh dan bedanya dengan aset riil. Aset finansial adalah aset yang bisa dimiliki oleh semua orang, bahkan prospeknya cukup tinggi untuk jaminan di masa tua.

So, sobat OCBC NISP juga bisa memulai investasi aset finansial dari sekarang. Melalui ONe Mobile, OCBC NISP memudahkan Anda dalam memulai sekaligus memantau aset investasi seperti reksa dana dan obligasi dalam satu genggaman saja. Yuk pelajari sekarang!

Baca juga:

 

 

 

Story for your Inspiration

Baca

Tips & Trick - 1 Feb 2023

Berikan Yang Terbaik Saat Valentine, Asal Jangan Hal Ini!

Baca

Edukasi - 27 Jan 2023

Apa Itu Stress Spending? Ini Penyebab & Cara Menghindarinya

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC NISP siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Download ONe Mobile