5 Cara Menjadi Investor bagi Pemula Agar Sukses & Untung

21 Apr 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Jangan salah menanam modal, pelajari cara menjadi investor yang benar di sini.

Investasi sudah menjadi bagian penting dalam sistem ekonomi Indonesia. Banyak individu semakin sadar akan pentingnya mengelola dan menyimpan dana untuk keperluan jangka pendek maupun panjang. Namun sayangnya, tidak semua orang memahami cara menjadi investor yang bijak.

Investor adalah individu ataupun perusahaan yang menanamkan modal pada satu atau lebih instrumen investasi dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Investor berguna dalam perekonomian negara karena bisa memberikan suntikan modal kepada berbagai lini bisnis agar tetap berkembang.

Lantas, bagi sebagian orang yang baru memulai, bagaimana cara menjadi investor pemula? Apa saja jenis investor dan bagaimana cara kerjanya? Semakin banyak ilmu, maka jalan menjadi investor akan semakin lancar. Maka dari itu, yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!


Apa itu investor

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian investor adalah penanam modal berupa uang dalam usaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, investor tidak melulu perseorangan. Sebuah badan usaha yang mampu menjadi investor untuk badan usaha yang lain.

Sementara itu, berdasarkan yang dijelaskan oleh Nasarudin dan Surya sebagai ahli, arti investor adalah sebuah pihak, baik itu individu atau lembaga yang bisa berasal dari dalam maupun luar negeri (investor asing) dan melakukan kegiatan penanaman modal bersifat jangka pendek dan panjang.

Sehingga, dari dua pengertian investor di atas, investor adalah sebuah entitas dari dalam atau luar negeri (investor asing) yang memberikan modal kepada usaha untuk mendapatkan keuntungan bersifat jangka pendek ataupun panjang.


Mengapa menjadi investor

Sudah tertarik menjadi investor? Agar semakin yakin melangkahkan kaki sebagai penanam modal, sobat OCBC NISP bisa mempelajari mengapa Anda perlu menjadi investor:

  • Peran investor bagi dirinya sendiri
    1. Mengembangkan nilai kekayaan
      Bagi investor, karena tujuan utamanya mendapatkan keuntungan, imbal balik tersebut bisa menjadi alat untuk mengembangkan nilai kekayaan. Semakin banyak yang diinvestasikan, maka potensi pengembangan kekayaan juga semakin tinggi.

    2. Menyelamatkan harta dari inflasi
      Setiap instrumen investasi tidak akan terkena gerusan inflasi karena instrumen tersebut berbeda dengan tabungan. Tabungan yang diendapkan pada bank akan mengalami penurunan nilai dari tahun ke tahun. Sedangkan investasi tidak.

  • Peran investor bagi penerima investasi
    Bagi investee atau penerima modal, entitas tersebut bisa mendapatkan suntikan dana segar yang akan digunakan untuk mengembangkan bisnis. Entah untuk ekspansi, membeli mesin baru, dan sebagainya.

  • Peran investor bagi negara
    1. Mengurangi angka pengangguran
      Semakin banyak investor yang menanamkan modal di Indonesia, baik itu dari dalam ataupun luar negeri (investor asing), modal tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan berbagai perusahaan di Indonesia.

      Perusahaan negara dan swasta yang semakin besar juga akan membuka lapangan pekerjaan baru. Sehingga, hal tersebut bisa membantu mengurangi angka pengangguran.

    2. Mendorong kenaikan pendapatan per kapita
      Dengan berkembangnya kinerja perusahaan yang ditanami modal, maka pendapatan mereka juga bisa bertambah. Pendapatan perusahaan yang besar akan dikenakan biaya pajak. Sehingga, negara juga akan mendapatkan pendapatan pajak yang besar.

    3. Meningkatkan nilai ekonomi negara dalam jangka panjang
      Semakin lama para investor menanamkan modal pada berbagai perusahaan di Indonesia, maka nilai ekonomi negara juga akan lebih stabil, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.


Jenis investor

Berdasarkan tingkat risiko dan tujuan keuntungan yang hendak dicapai, jenis investor terbagi menjadi tiga, antara lain:

  1. Investor konvensional
    Investor konvensional adalah penanam modal yang menghindari risiko besar. Keuntungan yang didapatkan jenis investor ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan dua jenis yang lain.

    Contoh instrumen berisiko kecil yang biasanya dipilih oleh investor jenis tersebut adalah reksadana pasar uang dan logam mulia.

  2. Investor moderat
    Investor moderat adalah penanam modal yang masih mau menghadapi risiko investasi sedang dan keuntungan yang akan ia dapatkan lebih tinggi dibanding investor konvensional, tapi tidak lebih tinggi dari investor agresif.

  3. Investor agresif
    Investor agresif adalah investor yang bersedia menghadapi risiko tinggi agar bisa meraih keuntungan tinggi. Biasanya, investor jenis tersebut memang sudah berpengalaman, sehingga risiko tinggi sudah menjadi makanan sehari-hari.


Berdasarkan aktivitas yang dilakukan, investor terbagi menjadi 5 jenis, yaitu:

  1. Investor pasif
    Investor pasif adalah investor yang tidak memiliki target laba dalam waktu dekat. Ia menanamkan modalnya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar di masa mendatang. Sehingga, intensitas investasi yang dilakukan tidak terlalu banyak.

  2. Investor aktif
    Kebalikan dari investor pasif, investor aktif memiliki intensitas investasi yang tinggi. Contohnya seperti para trader saham yang melakukan jual beli saham agar mendapatkan keuntungan jangka pendek.

  3. Investor keuangan
    Jenis ini adalah investor yang dapat mengakuisisi sebuah perusahaan dan mengharapkan imbal balik sebesar sepuluh kali lipat setelah mengembangkan dalam kurun waktu tertentu.

  4. Investor strategis
    Investor strategis umumnya datang dari golongan perusahaan. Perusahaan besar akan menanamkan modal mereka pada startup atau perusahaan kecil yang masih selaras dengan visi.

    Contohnya, sebuah perusahaan besar di bidang perikanan bisa menginvestasikan dana pada startup yang bergerak pada bidang penjualan ikan online.

  5. Investor dampak sosial
    Investor jenis ini menanamkan modal pada organisasi yang bergerak pada bidang kesejahteraan sosial. Contohnya, sebuah perusahaan besar menginvestasikan dana pada perusahaan crowdfunding untuk membantu kasus-kasus khusus di Indonesia. Target besarnya adalah memberikan dampak sosial positif pada masyarakat.


Cara menjadi investor pemula

Nah, setelah membahas pengertian investor, manfaat menjadi investor, dan jenis-jenis yang mudah ditemui di Indonesia, sekarang saatnya Anda memahami cara menjadi investor pemula. Apa saja yang harus dilakukan? Berikut cara-caranya:

  1. Edukasi diri tentang investasi
    Agar tidak kehilangan arah atau salah langkah, cara menjadi investor pemula yang pertama adalah mengedukasi diri sendiri tentang apa itu investasi, ragam instrumen investasi, dan bagaimana cara kerjanya.

  2. Memulai investasi sejak dini
    Investasi adalah salah satu cara mengembangkan harta untuk jangka panjang. Cara menjadi investor pemula berikutnya adalah mulai menginvestasikan harta Anda sejak dini.

    Hal tersebut juga merupakan cara menjadi investor muda. Sebab, semakin awal Anda menanamkan modal pada instrumen tertentu, maka keuntungan juga semakin cepat datang.

  3. Tetapkan Sistem Mengelola Dana Investasi
    Cara menjadi investor selanjutnya adalah merampungkan sistem pengelolaan dana investasi. Ada dua sistem yang bisa Anda coba untuk mengelola dana investasi, yaitu mengelola menggunakan kemampuan sendiri atau menyewa jasa profesional.

    Jika mengelola sendiri, maka seluruh konsekuensi ada di tangan Anda. Kesalahan langkah dan kerugian ditanggung oleh Anda sendiri. Sebaliknya, jika menggunakan jasa profesional, maka sobat OCBC NISP tanggung jawab pengelolaan diserahkan pada profesional dan Anda harus membayar sejumlah dana sebagai balas jasa.

  4. Siapkan rencana untuk hal tak terduga
    Cara menjadi investor yang keempat adalah menyiapkan rencana cadangan. Buatlah rencana cadangan jika terjadi sesuatu hal yang tidak terduga. Sebab, setiap investasi pasti memiliki risiko. Tetaplah realistis dan tidak tamak terhadap potensi keuntungan dari setiap instrumen investasi.

  5. Sabar menunggu hasil
    Investasi bukanlah perjalanan yang instan. Cara menjadi investor pemula yang terakhir adalah bersabar menunggu hasil. Karena, setiap investasi yang tidak bodong/penipuan pasti menawarkan rentang waktu imbal balik yang wajar. Tidak terlalu cepat dan nilai keuntungannya terukur dengan baik.


Itulah pembahasan terkait apa itu investor, apa manfaat menjadi investor, jenis, bagaimana cara menjadi investor pemula. Pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Selamat berinvestasi, sobat OCBC NISP!

Story for your Inspiration

Baca

Daily Update, Edukasi, Tips & Trick - 28 Jun 2022

Hati-Hati Dering Jelang Tengah Malam

Baca
Investasi Reksa Dana

Edukasi, Daily Update, Investasi - 23 Jun 2022

Berinvestasi dengan Reksa Dana

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.
Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile