Mengenal Financial Distress, Jenis, Penyebab & Cara Mencegah

21 Jul 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Financial distress adalah penurunan kinerja keuangan perusahaan, pelajari yuk!

Setiap perusahaan pasti memiliki fase naik dan turun performa, termasuk dari segi keuangan. Financial distress adalah istilah untuk menyebut kondisi penurunan performa tersebut. Apabila tidak segera ditangani sumbernya, financial distress akan berujung pada kebangkrutan. Simak selengkapnya tentang apa itu financial distress, penyebab, dan cara menghitung financial distress berikut ini.


Apa Itu Financial Distress?

Financial distress adalah peristiwa penurunan kinerja keuangan perusahaan secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Bagi perusahaan, financial distress adalah salah satu kondisi penyebab kebangkrutan paling sering. Sebab berbeda dengan penurunan laba biasa, nominal kerugian karena financial distress bisa sangat besar hingga mempengaruhi kelancaran operasional perusahaan.


Indikator Financial Distress

Setelah membahas apa itu financial distress, kali ini kita akan membahas beberapa pertanda atau indikator financial distress dari suatu perusahaan, yaitu sebagai berikut.

  1. Kategori A
    Indikator financial distress kategori A adalah kondisi-kondisi luar biasa berbahaya yang hampir 100% akan menyebabkan kebangkrutan perusahaan. Beberapa indikator financial distress yang bisa masuk kategori ini misalnya kebakaran, wanprestasi, pelanggaran hukum berat, dan sebagainya. Guna menangani ini, perusahaan memerlukan bantuan legal dari pengacara.

  2. Kategori B
    Sementara itu, indikator financial distress kategori B adalah terjadinya kerugian terus menerus perusahaan akibat hal-hal mayor, seperti krisis ekonomi, kekurangan pendanaan, dan kegagalan memenuhi ekspektasi investor. Cara terbaik menangani indikator financial distress kategori B adalah dengan menjual aset atau mengurangi biaya.

  3. Kategori C
    Dalam kategori C, financial distress adalah kondisi yang terjadi karena kendala-kendala internal, seperti kurang efektifnya strategi perusahaan, penagihan piutang bermasalah, kerusakan, dan sebagainya. Cara terbaik menangani indikator financial distress kategori C bisa meliputi perbaikan strategi perusahaan, pemecatan orang-orang bermasalah, dan perekrutan orang baru lebih berkualitas.

  4. Kategori D
    Indikator terendah financial distress adalah kategori D, yaitu kejadian-kejadian kecil yang menyebabkan inefisiensi atau kerugian keuangan. Indikator financial distress satu ini paling sering terjadi di dunia bisnis, dan solusinya bisa beragam sesuai sumber masalahnya.


Jenis-Jenis Financial Distress

Selain memahami indikator financial distress, sebagai seorang pebisnis Anda juga wajib memahami beberapa jenis financial distress paling umum, yaitu:

  1. Economic Failure
    Jenis pertama financial distress adalah economic failure, yaitu kegagalan sistem ekonomi secara menyeluruh dalam suatu negara atau kawasan. Salah satu contoh jenis financial distress satu ini misalnya inflasi tidak terkendali, krisis moneter, menjadi korban bubble economy, dan sebagainya.

  2. Business Failure
    Selain karena faktor ekonomi di luar perusahaan, financial distress juga dapat berbentuk business failure, atau kegagalan bisnis dalam mencapai target-target keuangan perusahaan. Financial distress jenis ini dapat diakibatkan berbagai sektor, mulai dari pemasaran, produksi, sampai divisi keuangan sendiri.

  3. Technical Insolvency
    Technical insolvency adalah jenis financial distress yang terjadi akibat kegagalan perusahaan melunasi liabilitas jangka pendeknya, seperti hutang dagang, tagihan bulanan, gaji karyawan, dan sebagainya. Idealnya, technical insolvency tidak terjadi berlarut-larut dan dapat diselesaikan dalam periode kurang dari 1 tahun.

  4. Bankruptcy Insolvency
    Jenis keempat financial distress adalah kelanjutan dari technical insolvency, yaitu bankruptcy insolvency. Financial distress ini akan terjadi jika perusahaan terus mengalami kegagalan membayar liabilitas jangka pendek, dan berpengaruh ke kegagalan pembayaran liabilitas jangka panjang pula.

  5. Legal Bankruptcy
    Jenis terakhir financial distress adalah legal bankruptcy, atau kebangkrutan karena masalah hukum. Legal bankruptcy dapat terjadi karena bankruptcy insolvency atau pelanggaran-pelanggaran berat lain yang dilakukan perusahaan, hingga akhirnya mengharuskan bisnis dipailitkan pengadilan.


Penyebab Financial Distress

Sekarang Anda sudah mengetahui apa itu financial distress, indikator, serta jenis-jenisnya. Selanjutnya, Anda juga harus tahu penyebab financial distress bisa terjadi, agar Anda dan tim di perusahaan dapat menghindarinya.

  1. Perencanaan Bisnis Kurang Baik
    Penyebab financial distress yang pertama adalah perencanaan bisnis kurang baik, entah itu dari segi pemasaran, produksi, distribusi, atau keuangan. Jika operasional perusahaan Anda tidak direncanakan dengan tepat dan seksama (terutama dari segi penganggaran biaya), maka bisnis Anda berpotensi mengalami financial distress.

  2. Arus Kas Bermasalah
    Pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress sangatlah besar. Apabila keuangan perusahaan Anda memiliki arus kas tidak lancar, maka bisnis Anda terancam mengalami financial distress dalam kurun waktu singkat. Yang dimaksud kelancaran arus kas di sini bisa meliputi kelancaran penagihan piutang, pembelian bahan baku sesuai kebutuhan, dan sebagainya.

  3. Struktur Modal Terlalu Berisiko
    Selain arus kas, pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress dari segi struktur modal juga sangat signifikan, terutama untuk jangka panjang. Jika perusahaan Anda terlalu banyak didanai liabilitas (utang), maka bisnis Anda terancam terkena legal bankruptcy dan dipailitkan.

  4. Kerugian Secara Operasional
    Penyebab financial distress yang terakhir adalah kerugian terus menerus secara operasional. Jika divisi pemasaran Anda terus mengalami kegagalan memenuhi target, maka perusahaan Anda terancam mengalami financial distress, baik karena gagal melaksanakan kewajiban operasional maupun gagal memuaskan investor.


Cara Mencegah Financial Distress

Agar Anda terhindar dari faktor-faktor penyebab financial distress, di bawah ini terdapat beberapa cara untuk mencegahnya, di antaranya:

  1. Fokus Pada Likuiditas Bisnis
    Cara pertama mencegah financial distress adalah dengan fokus pada memperlancar arus kas dan cadangannya. Demi mewujudkan ini, ada beberapa upaya yang bisa Anda ambil, misalnya menggunakan jasa anjak piutang untuk menagih hutang dagang, membentuk tim pemasaran dengan achievement tinggi, sampai memilih instrumen investasi minim risiko.


  2. Baca Juga:

  3. Buat Strategi Perusahaan Guna Menghadapi Masa Terburuk
    Upaya berikutnya untuk mencegah financial distress adalah membuat berbagai cadangan strategi guna menggantikan strategi utama, termasuk strategi menghadapi kondisi terburuk.

    Seperti sudah dibahas di awal, faktor penyebab financial distress bukan hanya internal, tapi juga eksternal perusahaan. Jadi pastikan perusahaan Anda punya strategi andalan guna menghadapi eksternalitas seperti krisis moneter, inflasi, dan sebagainya.

  4. Tetapkan Batas dalam Memberikan Utang Dagang
    Utang dagang adalah salah satu penyebab tidak lancarnya arus kas perusahaan. Dari segi pemasaran, utang dagang memang baik karena bisa meningkatkan penjualan. Akan tetapi, jika penagihannya kurang baik, maka dampaknya juga buruk dari segi financial. Oleh sebab itu, pastikan perusahaan Anda tidak memberi terlalu banyak utang dagang pada konsumen.

  5. Jaga Keseimbangan Neraca Pembayaran
    Seperti yang sudah kita ketahui bersama, pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress adalah signifikan. Sehingga pastikan perusahaan Anda memiliki neraca pembayaran seimbang, tidak terlalu banyak hutang atau pun piutang.

  6. Menyiapkan Asuransi untuk Kondisi Tak Terduga
    Cara terakhir mencegah financial distress adalah menyiapkan asuransi untuk berbagai sektor berisiko dalam perusahaan, misalnya asuransi tenaga kerja, mesin, dan aset berharga. Dengan menyiapkan asuransi, Anda bisa mendapat bantuan likuiditas saat finansial bisnis bermasalah, sehingga bisa menghindari kebangkrutan.


Demikian pembahasan dari OCBC NISP tentang apa itu financial distress, indikator, jenis, faktor penyebab financial distress, dan cara menghitung financial distress menggunakan rumus! Financial distress adalah kondisi yang sebaiknya Anda hindari sebaik mungkin, sehingga pastikan Anda mempelajari cara mengatasi sumber masalahnya ya!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile