Cost Push Inflation: Pengertian, Faktor Penyebab dan Contoh

10 Feb 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Cost push inflation adalah tanda perekonomian dalam bahaya. Ini penjelasannya!

Beberapa dari Anda mungkin sempat kesulitan saat mengalami fenomena cost push inflation, dimana hampir seluruh harga barang naik secara pesat. Cash push inflation adalah suatu jenis inflasi yang keberadaannya cukup merugikan beberapa pihak.

Dalam dunia ekonomi, Sobat OCBC bisa menjumpai kurva cost push inflation yang menunjukkan sejauh apa terjadinya penurunan akibat lonjakan biaya produksi. Untuk mengetahui pengertian cost push inflation, contoh, serta penyebabnya, simak ulasan berikut dengan seksama!


Pengertian cost push inflation

Pernahkah Sobat OCBC menemukan sejumlah harga produk melonjak tinggi? Fenomena ini ternyata cukup umum dalam dunia ekonomi dan biasa dikenal dengan sebutan inflasi. Secara umum, fenomena inflasi terjadi karena beberapa sebab.

Sobat OCBC perlu tahu bahwa pada dasarnya ada 3 jenis inflasi yang dapat mempengaruhi status perekonomian suatu negara, antara lain demand pull inflation, cost push inflation dan mixed pull inflation. Namun, para ahli percaya bahwa dari ketiga jenis tersebut, cost push inflation adalah penyebab paling rawan untuk terjadi.

Cost push inflation adalah fenomena inflasi yang cukup besar dan keberadaannya dinilai dapat sangat merugikan banyak pihak. Salah satu penyebab cost push inflation adalah adanya depresiasi atau kontraksi pada sistem ekonomi.

Artinya, cost push inflation dapat terjadi jika kegiatan produksi dalam dunia ekonomi tengah mengalami penurunan hebat dan menjadikan perputaran uang dalam negeri kehilangan kestabilan sehingga berdampak pada kenaikan harga produk di pasaran.

Itulah mengapa banyak ahli menyatakan bahwa keberadaan cost push inflation adalah suatu tanda perekonomian dalam bahaya.

Fenomena ini secara umum terjadi karena cost push atau dorongan biaya (lonjakan biaya produksi) yang dapat dilihat melalui kurva cost push inflation. Apabila Anda masih mau menggali pengertian cost push inflation dan penyebabnya lebih lanjut, simak artikel berikut hingga tuntas!


Penyebab cost push inflation

Dalam dunia perekonomian, cost push inflation adalah fenomena yang dapat terjadi karena beberapa faktor utama, yaitu:

  1. Upah kerja besar
    Dalam proses produksi barang, cost push inflation biasanya terjadi karena upah pekerja dinilai terlalu besar namun tidak sebanding dengan kualitas produksinya. Fenomena tersebut dipercaya akan merugikan banyak pihak karena berpengaruh langsung pada nilai pendapatan perusahaan.

  2. Devaluasi
    Cost push inflation adalah fenomena ekonomi yang dapat terjadi akibat adanya praktik devaluasi. Mengacu pada pengertian menurut KBBI, devaluasi merupakan penurunan nilai mata uang terhadap mata uang negara lain secara sengaja oleh pemerintah.

    Fenomena ini juga bisa berdampak pada kenaikan harga bahan baku produksi yang diperoleh secara impor sehingga menyebabkan perputaran uang menjadi tak stabil.

  3. Harga bahan baku
    Sobat OCBC mungkin tahu bahwa kenaikan harga bahan baku juga dapat memengaruhi proses produksi dan menyebabkan cost push inflation. Nah, bahan baku yang dimaksud juga cukup beragam, seperti minyak atau sumber daya alam lain yang pasokannya mulai menipis.

  4. Pajak
    Penyebab cost push inflation selanjutnya adalah pajak. Fenomena yang dapat digolongkan kepada cost push inflation adalah produksi rokok. Seperti yang Anda ketahui, pajak bea rokok terkenal cukup tinggi bahkan kerap kali meningkat sewaktu-waktu.

    Dalam hal ini, beban pajak tersebut cenderung dijejalkan pada konsumen dengan menaikkan harga jual sehingga terjadilah fenomena cost push inflation.


Contoh cost push inflation

Setelah membaca pengertian cost push inflation dan penyebabnya, Sobat OCBC juga perlu mengetahui bagaimana kasusnya secara nyata. Untuk menjaga transparansi, biasanya pemerintah merilis data analisis fundamental ekonomi domestik baik data ekspor, impor, neraca perdagangan maupun inflasi setiap awal bulan.

Nah, dari laporan tersebut, salah satu contoh cost push inflation adalah penurunan besar-besaran hingga 0,50% pada ekonomi Indonesia akibat adanya krisis ekonomi global pada tahun 2015.

Bahkan, Agus DW Martowardojo, gubernur Bank Indonesia pada masa itu, turut menyatakan bahwa tahun 2015 merupakan tahun ujian bagi perekonomian Indonesia. Pihaknya menjelaskan bahwa inflasi tersebut terjadi sebab adanya fluktuasi harga pangan karena hasil panen tak sesuai harapan.


Jenis inflasi

Inflasi adalah fenomena yang tak bisa dipungkiri keberadaannya. Secara umum, terdapat lima jenis inflasi berdasarkan penyebabnya, termasuk cost push inflation. Agar Sobat OCBC paham secara menyeluruh, beberapa jenis inflasi selain cost push inflation adalah sebagai berikut.

  1. Demand pull inflation
    Jenis ini umumnya terjadi apabila terdapat demand (permintaan) barang yang tinggi. Artinya, tak peduli sebanyak apapun demand yang mencuat, produsen harus menyanggupi dan memenuhinya.

  2. Bottle neck inflation
    Singkatnya, bottle neck inflation merupakan kombinasi dua jenis inflasi yaitu demand pull inflation dan cost push inflation. Jenis inflasi satu ini dapat timbul sebab terdapat penawaran dan permintaan dalam dunia ekonomi sehingga kerap kali disebut garis tengah antara demand pull inflation dan cost push inflation.


Cara mengatasi inflasi

Seperti yang Sobat OCBC ketahui, kurva cost push inflation menunjukan seberapa besar kenaikan ongkos produksi yang menyebabkan penurunan agregat. Nah, agar lonjakan pada kurva tersebut tidak menyumbang dampak buruk bagi perekonomian, berikut beberapa cara mengatasi inflasi.

  • Meningkatkan daya tahan produksi khususnya dalam produktivitas pekerja maupun kualitas bahan-bahan pokok yang ada di dalam negeri.
  • Memanfaatkan harga barang dan pajak dengan sebaik mungkin.
  • Meningkatkan produktivitas usaha industri mikro yang berpeluang tinggi.
  • Cost push inflation adalah situasi yang muncul ketika konsumen terlalu sering membeli produk dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi perilaku konsumtif agar inflasi ini bisa teratasi.
  • Meningkatkan kegiatan impor dan mengurangi kegiatan ekspor.

Itulah ulasan lengkap mengenai pengertian, penyebab serta contoh cost push inflation yang mungkin kerap Anda jumpai. Setelah mengetahui bahwa cost push inflation adalah salah satu barometer penentu sehat atau tidaknya perekonomian negara, apakah menurut Sobat OCBC kondisi ekonomi di Indonesia sudah cukup sehat?


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

ONe Mobile

ONe Mobile

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile