Anggaran Keuangan: Pengertian, Tujuan Hingga Tipe-Tipenya

18 Jun 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Ingin keuangan di kantor lebih tertata? Belajar menyusun anggaran keuangan yuk!

Anggaran keuangan adalah salah satu dokumen penting agar perusahaan mampu memonitor pengeluaran dan pemasukan operasionalnya. Sayangnya, banyak pemilik usaha tidak paham bagaimana menyusun anggaran keuangan yang baik. Oleh karena itu, dalam bahasan kali ini, OCBC NISP akan membahas tentang pengertian anggaran keuangan, tujuan, tipe-tipe, dan contohnya untuk Anda.


Pengertian Anggaran Keuangan

Anggaran keuangan adalah sebuah daftar lengkap berisi biaya-biaya perlu dikeluarkan perusahaan guna melaksanakan operasionalnya. Sementara itu berdasarkan akuntansi, pengertian anggaran keuangan adalah sebuah estimasi biaya operasional perusahaan dalam jangka waktu tertentu, yang wajib disusun dan dianalisa sebelum dikeluarkan.

Bagi seorang pemimpin perusahaan (supervisor, manajer, direktur, dan seterusnya), mempelajari cara menyusun dan membaca anggaran keuangan adalah hal wajib.

Tanpa memahami anggaran keuangan, pemimpin-pemimpin tersebut tidak akan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Sebab, penyusunan anggaran keuangan perusahaan termasuk proses planning yang wajib selesai sebelum operasional dimulai.


Manfaat Anggaran Keuangan

Setelah membahas pengertian anggaran keuangan, selanjutnya kita akan membahas tentang manfaat anggaran keuangan. Adapun manfaat anggaran keuangan adalah sebagai berikut.

  1. Memprediksi Pengeluaran
    Manfaat pertama anggaran keuangan adalah memprediksi pengeluaran perusahaan. Tanpa adanya anggaran, perusahaan tidak akan bisa memperkirakan biaya yang dibutuhkannya untuk tetap menjalankan operasional. Akibatnya, pengeluaran perusahaan bisa jadi tidak terkontrol dan mudah dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab.

  2. Dokumentasi Arus Kas Perusahaan
    Setiap perusahaan dengan pengelolaan profesional pasti memahami pentingnya menjaga stabilitas arus kas. Salah satu komponen penjaga stabilitas arus kas adalah anggaran keuangan.

    Saat sebuah divisi mengajukan anggaran kepada bagian finansial, anggaran-anggaran tersebut umumnya akan langsung dimasukkan ke dalam kolom kredit arus kas. Agar pengeluarannya sesuai kepentingan perusahaan, divisi keuangan juga akan mencoret biaya-biaya yang dianggap bukan prioritas di dalam anggaran.

  3. Pedoman Pelaksanaan Operasional
    Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, anggaran keuangan adalah alat prediktor biaya operasional. Akan tetapi manfaat anggaran keuangan perusahaan dalam proses operasional tidak berhenti sampai di situ.

    Saat memonitor aktivitas perusahaan, leader pelaksana umumnya membutuhkan anggaran keuangan guna memastikan timnya tidak menggunakan biaya di luar batas anggaran yang disetujui divisi keuangan.

  4. Dasar Perhitungan Profit
    Manfaat terakhir anggaran keuangan adalah sebagai dasar perhitungan profit perusahaan. Biaya-biaya dalam anggaran keuangan perusahaan normalnya akan dijumlahkan dan dibagi jumlah produk siap dijual. Setelah terbentuk nilai Break Even Point (BEP), perusahaan dapat menentukan berapa margin profit ideal yang diinginkan perusahaan.

Baca Juga:


Tipe-Tipe Anggaran Keuangan

Setelah membahas pengertian anggaran keuangan, kali ini kita akan membahas beberapa tipe anggaran keuangan perusahaan paling umum dibutuhkan. Selengkapnya tentang tipe-tipe anggaran keuangan adalah sebagai berikut.

  1. Anggaran Penjualan
    Tipe paling umum anggaran keuangan adalah anggaran penjualan, meliputi rencana bahan-bahan baku produk disertai dengan kuantitas dan harganya. Bahan baku yang dimasukkan ke dalam anggaran penjualan wajib menyeluruh, mulai dari komposisi produk sampai kemasannya.

  2. Anggaran Produksi
    Contoh anggaran keuangan paling umum berikutnya adalah anggaran produksi. Setelah anggaran bahan baku dibuat, leader bagian manufaktur wajib menyusun berapa banyak biaya dibutuhkan guna melaksanakan proses produksi. Biaya-biaya umum dimasukkan ke dalam anggaran produksi misalnya biaya listrik, pelumas, alat sekali pakai, dan sebagainya.

  3. Anggaran Pemasaran
    Tipe berikutnya anggaran keuangan adalah anggaran divisi pemasaran. Umumnya, anggaran pemasaran nominalnya hampir setara atau bahkan melebihi biaya produksi + penjualan, karena memang berkaitan dengan branding perusahaan. Beberapa contoh anggaran keuangan pemasaran misalnya biaya sewa billboard, cetak bahan promosi, dan iklan.

  4. Anggaran Operasional
    Selama ini, banyak perusahaan menyatukan biaya operasional dengan anggaran produksi/penjualan. Akan tetapi, ada pula perusahaan yang sengaja memisahkannya. Contoh biaya-biaya termasuk dalam anggaran operasional adalah biaya distribusi barang, bea cukai, supir pengantar, dan sebagainya.

  5. Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
    Anggaran biaya tenaga kerja langsung (BTKL) adalah anggaran untuk menggaji karyawan secara rutin. Salah satu ciri-ciri BTKL adalah jumlah dan pengeluarannya selalu tetap tiap bulan, kecuali ada perubahan susunan formasi karyawan dalam perusahaan.

  6. Anggaran Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung
    Selain BTKL, ada juga yang disebut dengan anggaran biaya tenaga kerja tidak langsung (BTKTL). Kebalikan dari BTKL, jumlah BTKTL bisa tetap dan berubah-ubah tergantung kebutuhan perusahaan pada satu periode anggaran. Contoh anggaran keuangan BTKTL misalnya BPJS, freelance, uang pensiun, dan sebagainya.

  7. Anggaran Overhead Pabrik
    Jenis anggaran keuangan perusahaan selanjutnya adalah anggaran overhead pabrik. Biaya-biaya tergolong dalam overhead adalah biaya operasional yang tidak berkaitan langsung dengan core-business perusahaan. Beberapa contoh biaya overhead misalnya biaya pembelian kertas, alat tulis, tinta printer, dan sebagainya.

  8. Anggaran Persediaan
    Menurut standar keuangan perusahaan, setiap aktivitas wajib didokumentasikan nominalnya, baik itu belum atau sudah dilakukan. Sebagai contoh, perusahaan memiliki sisa bahan baku tidak dapat dikembalikan ke supplier. Meski di awal sudah dianggarkan, sisa bahan baku tersebut wajib dibuatkan anggaran lagi, yang disebut dengan anggaran persediaan.

  9. Anggaran Penelitian & Pengembangan
    Tipe kesembilan anggaran keuangan adalah anggaran untuk proses penelitian dan pengembangan (RnD). Anggaran ini terutama dibutuhkan perusahaan yang wajib memiliki dasar riset kuat, misalnya perusahaan obat, rekayasa genetik, transportasi, dan sebagainya.

  10. Anggaran Pertanggungjawaban
    Selain sebelum proses operasional, anggaran juga wajib disusun setelah operasional sebagai bentuk tanggung jawab divisi. Sebutan untuk anggaran keuangan perusahaan ini adalah anggaran pertanggungjawaban.

    Isi anggaran pertanggungjawaban meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan saat proses operasional. Penyusunannya bisa dilakukan tiap divisi atau dikoordinir divisi keuangan.

  11. Anggaran Perubahan Aktiva
    Dalam ilmu akuntansi, setiap tahunnya aset-aset tak lancar perusahaan mengalami depresiasi. Oleh karena itu, perusahaan - utamanya divisi keuangan - wajib menyusun anggaran perubahan aktiva atas depresiasi aset-aset tersebut. Contoh anggaran keuangan perubahan aktiva misalnya biaya depresiasi mesin, kendaraan bermotor, dan sebagainya.

  12. Anggaran Program Khusus
    Setiap perusahaan memiliki agenda-agenda tertentu yang membutuhkan biaya, misalnya agenda pelatihan, kunjungan kerja, atau dinas. Agenda-agenda ini wajib dibuat anggarannya oleh pihak Administrasi & Umum/SDM dan diajukan ke divisi keuangan untuk pencairan.

  13. Anggaran Laba/Rugi
    Tipe berikutnya anggaran adalah anggaran laba/rugi, yang digunakan untuk memprediksi laba/rugi perusahaan di masa depan. Berbeda dengan tipe anggaran lainnya, anggaran laba/rugi wajib dimasukkan ke dalam laporan tahunan dan diketahui investor.

  14. Anggaran Neraca
    Selain anggaran laba rugi, anggaran untuk pelaporan ke investor selanjutnya adalah anggaran neraca. Tipe anggaran satu ini berfungsi menunjukkan alokasi aset dan liabilitas perusahaan. Melalui anggaran neraca, Anda dapat melihat berapa banyak aset usaha didanai oleh liabilitas dan menilai seberapa sehat kondisi keuangan perusahaan tersebut.

  15. Anggaran Posisi Keuangan
    Tipe terakhir anggaran keuangan adalah anggaran posisi keuangan. Anggaran ini merupakan penjelasan dari anggaran perubahan aktiva, laba/rugi, serta neraca keuangan. Melalui anggaran posisi keuangan, perusahaan dapat menjelaskan dengan lebih detail alasan-alasan terjadinya biaya dan proyeksi profit ke depannya.


Contoh Anggaran Keuangan Perusahaan

Setelah membahas pengertian anggaran keuangan, manfaat, dan tipe-tipenya, di bagian terakhir ini kita akan membahas contoh anggaran keuangan perusahaan yang dapat Anda tiru.

Di bawah ini merupakan contoh anggaran keuangan bahan baku selama 6 bulan ke depan dari PT. SUKA USAHA ABADI.

Demikian penjelasan dari OCBC NISP tentang pengertian anggaran keuangan, tujuan, tipe-tipe, dan contoh anggaran keuangan perusahaan yang bisa Anda contoh. Anggaran keuangan adalah salah satu jenis dokumen terpenting dari sebuah bisnis, sehingga pastikan Anda dan tim finansial di kantor tahu bagaimana cara menyusunnya.

Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, News Update, Life Series - 30 Jul 2021

Startup unicorn dan decacorn melantai di IHSG

Baca

Edukasi, Nyala - 27 Jul 2021

Mengenal Apa Itu Kartu GPN & 5 Keuntungan Memilikinya

See All