Mengenal Indikator Daya Beli Masyarakat & Faktor Pengaruhnya

13 Jan 2023

Daya beli masyarakat adalah tingkat kemampuan konsumen dalam mendapatkan barang.

Belakangan ini, Sobat OCBC NISP mungkin sering mendengar berita resesi ekonomi yang melanda dunia. Turunnya daya beli masyarakat adalah dampak dari kondisi ekonomi tersebut.

Sebenarnya, ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Kondisi ini juga dapat diukur menggunakan beberapa indikator.

Jika ingin tahu lebih lengkap mengenai faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat beserta cara mengukurnya, Sobat OCBC NISP bisa simak artikel ini.

Pengertian Daya Beli Masyarakat

Pengertian daya beli masyarakat adalah seberapa tinggi tingkat kemampuan konsumen atau masyarakat luas dalam membeli serta mendapatkan barang yang mereka butuhkan.

Berdasarkan kemampuan tersebut, permintaan dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  • Permintaan efektif: konsumen mampu dan mau membeli suatu produk.
  • Permintaan absolut: konsumen memiliki minat terhadap produk, tapi tidak mampu membelinya.
  • Permintaan potensial: Konsumen bisa saja membeli suatu produk, tapi mereka belum melakukannya.

Daya beli masyarakat adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi penentuan target penjualan bagi para pelaku usaha berskala kecil, menengah ataupun besar.

Faktor yang Mempengaruhi Daya Beli Masyarakat

Sebelumnya, Anda telah memahami apa itu daya beli masyarakat. Supaya lebih lengkap, pelajari juga beberapa faktor yang memengaruhinya.

Untuk mengetahui apa saja faktor yang memengaruhi daya beli masyarakat, Anda bisa menyimaknya pada daftar berikut ini:

1. Perubahan Harga

Faktor penentu daya beli masyarakat adalah harga barang serta jasa. Kemampuan daya beli masyarakat akan cenderung menurun ketika harga-harga produk dan jasa mengalami kenaikan.

Namun kebalikannya, kemampuan beli masyarakat nantinya akan meningkat apabila harga-harga tersebut menurun.

Itulah sebabnya, cobalah untuk melihat harga barang yang dijual di pasaran untuk bisa mengetahui kemampuan daya beli masyarakat.

Baca juga: Mengenal Dampak Resesi Ekonomi & Ciri-Ciri Terjadinya

2. Inflasi

Apa pengaruh inflasi terhadap daya beli masyarakat? Inflasi sendiri merupakan kondisi ketika harga barang secara umum terus-menerus meningkat. Pada keadaan ini, nilai mata uang menurun secara terus menerus.

Beberapa penyebab inflasi adalah karena jumlah kebutuhan yang meningkat tapi stoknya terbatas.

Alasan lainnya karena biaya produksi atau jasa naik, serta jumlah uang yang beredar di masyarakat cukup tinggi.

Jika inflasi tidak dikendalikan, penurunan daya beli masyarakat adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari

3. Pendapatan Riil Masyarakat

Pendapatan riil adalah jumlah pemasukan setelah disesuaikan dengan perubahan harga.

Setiap tahunnya, harga barang cenderung mengalami peningkatan. Saat pendapatan riil bertambah, seseorang bisa membeli barang dan jasa lebih banyak dari biasanya.

Itulah pentingnya penyesuaian antara pendapatan dengan kenaikan harga barang dan jasa di pasar, karena bisa saja pendapatan dan harga mengalami peningkatan secara bersamaan.

Dengan demikian, pendapatan yang meningkat tidak berarti diikuti dengan naiknya kemampuan beli masyarakat.

4. Nilai Tukar Mata Uang

Nilai tukar pada mata uang yang meningkat pada suatu negara bisa mempengaruhi harga barang impor jadi lebih murah sehingga daya beli masyarakat naik.

Namun sebaliknya, nilai mata uang yang mengalami penurunan akan membuat harga barang akan naik dan akhirnya daya beli masyarakat berkurang.

Hal ini bisa dirasakan dengan jelas saat berada di negara yang nilai mata uangnya lebih tinggi. Saat berada di sana, daya beli Anda akan berkurang dibanding saat di negara sendiri.

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Resesi Ekonomi dan Ancaman Jangka Panjangnya

5. Pajak

Berkurangnya daya beli masyarakat adalah efek dari meningkatnya pajak. Pasalnya, pajak dapat menurunkan jumlah pendapatan riil.

Perlu Anda ketahui bahwa pajak akan diambil dengan memotong jumlah penghasilan. Hal ini membuat perubahan nilai pajak mempengaruhi pendapatan riil.

Pajak yang meningkat dapat membuat konsumen mengurangi jumlah pengeluaran mereka. Padahal, daya beli masyarakat adalah kunci utama dalam mendorong kegiatan ekonomi.

Itulah sebabnya, pajak yang lebih tinggi bisa membuat perkembangan ekonomi negara melambat.

6. Lapangan Pekerjaan

Berkurangnya daya beli masyarakat adalah kondisi yang juga disebabkan oleh minimnya lapangan pekerjaan.

Apabila lapangan pekerjaan terbatas, hal ini akan membuat angka pengangguran bertumbuh.

Pada akhirnya, kemauan masyarakat untuk membeli barang jadi berkurang akibat ketidakmampuan mereka dalam menghasilkan uang dan berbelanja.

7. Ketersediaan Kredit

Barang atau jasa yang berharga dan mahal biasanya dibeli secara kredit oleh masyarakat.

Jika barang tersebut memang sangat diperlukan, masyarakat bisa mencari bantuan dana dalam bentuk pinjaman uang supaya bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Oleh sebab itu, ketersediaan kredit dari lembaga keuangan untuk perusahaan dan konsumen akan berdampak pada tingkat daya beli masyarakat.

Jika bank sebagai lembaga keuangan memiliki persediaan kredit yang baik, perusahaan dan konsumen mampu berbelanja lebih banyak, sehingga daya beli pun meningkat.

Lembaga keuangan akan mendapatkan keuntungan dari dana kredit berupa bunga sehingga lebih banyak uang yang nantinya bisa dibelanjakan untuk perekonomian negara.

Baca juga: Bubble Economy (Gelembung Ekonomi): Pengertian & Penyebabnya

8. Suku Bunga

Suku bunga bisa berdampak besar bagi daya beli masyarakat, karena suku bunga yang naik membuat masyarakat lebih memilih untuk mengurangi belanja dengan pinjaman.

Namun sebaliknya, suku bunga yang rendah akan membuat masyarakat jadi lebih mudah untuk mengajukan kredit.

Alasannya, beban bunga yang harus dibayar oleh para peminjam tidak memberatkan. Dengan demikian, daya beli masyarakat pun akan meningkat.

Indikator Pengukuran Daya Beli Masyarakat

Peningkatan atau penurunan daya beli masyarakat adalah tergantung pada kondisi perekonomian. Ada tiga indikator yang bisa memengaruhinya, yaitu:

1. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini

IKESI adalah indeks pengukuran tingkat kepercayaan konsumen terkait pendapatan saat ini dibandingkan dengan enam bulan yang lalu.

Indeks ini disebabkan oleh sejumlah hal yaitu ketepatan waktu saat ini untuk membeli barang tahan lama dan berapa banyak lapangan kerja yang ada.

2. Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi

Indeks IEKE digunakan untuk mengukur ekspektasi konsumen terkait kondisi ekonomi beberapa bulan ke depan.

Ada sejumlah aspek yang memengaruhi ekspektasi konsumen, yaitu lapangan pekerjaan, penghasilan, serta kegiatan usaha yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

3. Indeks Keyakinan Konsumen

Indeks IKK adalah indikator ekonomi yang dibuat dengan tujuan untuk melakukan evaluasi terhadap tingkat optimisme atau pesimisme konsumen mengenai kondisi perekonomian.

Minat konsumen yang tinggi atau rendah untuk berbelanja akan berpengaruh terhadap kegiatan industri dan bisnis dari suatu negara.

Dengan demikian, angka indeks IKK yang naik menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat meningkat. Begitupun sebaliknya.

Pada akhirnya, hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui bahwa daya beli masyarakat adalah kondisi ekonomi yang bisa muncul akibat berbagai faktor, salah satunya inflasi.

Meskipun ramai berita mengenai resesi, Sobat OCBC NISP tidak perlu khawatir. Ikuti perkembangan kondisi dari sumber terpercaya dan persiapkan keuangan seperti dana darurat.

Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat bagi Sobat OCBC NISP. Tertarik untuk membaca konten lain seputar bisnis dan keuangan? Kunjungi Blog OCBC NISP.

Baca juga: Pahami Perbedaan Resesi dan Depresi serta Dampaknya di Ekonomi

Story for your Inspiration

Baca

Tips & Trick - 1 Feb 2023

Berikan Yang Terbaik Saat Valentine, Asal Jangan Hal Ini!

Baca

Edukasi - 27 Jan 2023

Apa Itu Stress Spending? Ini Penyebab & Cara Menghindarinya

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC NISP siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Download ONe Mobile